Jawaban Inisiasi 4

PERTANYAAN

Sesudah anda memahami modul 4, Anda diskusikan dengan teman-teman Anda soal-soal di bawah ini:

  1. Berdasarkan pengertian membaca yang bertumpu kemampuan melek wacana, membaca dapat diklasifikasikan menjadi dua, yakni membaca intensif dan ekstensif. Coba Anda jelaskan kedua jenis membaca tersebut!
  2. Karya ilmiah memiliki beberapa prindip-prinsip ilmiah antara lain obyektif dan emperis. Coba Anda jelaskan kedua prinsip tersebut!

 

Jawaban Nomor 1 (sumber: http://materikuliahku1.blogspot.co.id/2013/01/materi-mata-kuliah-membaca-i.html)

Membaca Ekstensif

Membaca ekstensif merupakan suatu kegiatan membaca yang dilakukan secara luas. Pada siswa diberikan kebebasan dan keleluasaan dalam hal memiliki baik jenis maupun lingkup bahan-bahan bacaan yang dibacanya. Program membaca ini sangat besar manfaatnya dalam memberikan aneka pengalaman yang sangat luas kepada para siswa yang mengikutinya.

Membaca ekstensif meliputi tiga jenis:

  1. Membaca Survey

Membaca survey adalah sejenis kegiatan membaca dengan tujuan untuk mengetahui gambaran umum ikhwal isi serta ruang lingkup dari bahan bacaan yang hendak dibaca. Oleh karena itu, dalam perakteknya pembaca hanya sekedar melihat atau menelaah bagian bacaan yang dianggap penting saja. Misalnya, judul, nama pengarang beserta pidatonya, judul, bab serta sub-sub bab, daftar indeks atau daftar buku-buku rujukan yang dipergunakannya. Dengan demikian membaca survey bukanlah membaca sebenarnya. Jadi, dapat dikatakan semacam kegiatan prabaca.

  1. Membaca Sekilas

Membaca sekilas atau membaca Skimming adalah sejenis membaca yang membuat mata bergerak dengan cepat melihat dan memperhatikan bahan tertulis untuk mencari dan memperhatikan bahan tertulis untuk mencari dan mendapatkan informasi secara cepat (Tarigan, 1990:32). Soedarso (1998:32) mendefinisikan skimming sebagai keterampilan membaca yang diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien.

  1. Membaca Dangkal

Membaca dangkal pada dasarnya merupakan kegiatan membaca untuk memperoleh pemahaman yang dangkal atau tidak terlalu mendalam dari bahan bacaan yang dibaca. Membaca jenis ini biasanya dilakukan bila pembaca bermaksud untuk mencari kesenangan atau kebahagiaan. Oleh karena itu, jenis bacaannya pun betul-betul merupakan jenis bacaan ringan. Misalnya, majalah, novel, cerpen dan sebagainya. Membaca dangkal ini dilakukan dengan santai.

 

Membaca Intensif

Membaca intensif merupakan program kegiatan membaca yang dilakukan secara saksama. Dalam membaca ini, para siswa hanya membaca satu atau beberapa pilihan dari bahan bacaan yang ada. Program membaca intensif merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan dan mengasah kemampuan membaca secara kritis.

Jenis membaca intensif antara lain:

  1. Membaca telaah isi
  2. Membaca Teliti

Membaca ini bertujuan untuk memahami secara detail gagasan yang terdapat dalam teks bacaan tersebut untuk melihat organisasi penulisan atau pendekatan yang digunakan oleh si penulis. Pembaca dalam hal ini selain dituntut untuk dapat mengenal dan menghubungkan kaitan antara gagasan yang ada, baik yang terdapat dalam kalimat maupun maupun dalam setiap paragraf.

  1. Membaca Pemahaman

Menurut Tarigan (1986:56) membaca pemahaman merupakan sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami standar-standar atau norma-norma kesastraan, resensi kritis, drama tulis, serta pola-pola fiksi.

  1. Membaca Kritis

Membaca kritis adalah sejenis membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, serta analisis, dan bukan hanya mencari kesalahan.

  1. Membaca Ide

Membaca ide adalah sejenis kegiatan membaca yang bertujuan untuk mencari, memperoleh serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat dalam bacaan. Menurut Tarigan (1986:56) membaca ide merupakan kegiatan membaca yang bertujuan untuk mencari jawaban atau pertanyaan berikut dari suatu bacaan: (a) mengapa hal itu merupakan judul atau topik yang baik; (b) masalah apa saja yang dikupas atau dibentangkan dalam bacaan tersebut; (c) hal-hal apa yang dipelajari dan yang dilakukan oleh sang tokoh.

 

Jawaban Nomor 2 (sumber: http://muhammadvebryan.blogspot.co.id/2014/10/tugas-bahasa-indonesia-pertemuan-1_25.html)

Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan.

Istilah karya ilmiah di sini mengacu kepada karya tulis yang menyusun dan penyajiannya didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Dilihat dari panjang pendeknya atau kedalaman uraian, karya tulis ilmiah dibedakan atas makalah (paper) dan laporan penelitian. Dalam penulisan baik makalah maupun laporan penelitian, didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Penyusunan dan kajian karya semacam itu didahului oleh studi pustaka dan lapangan.

Karangan ilmiah ialah karya tulis yang memaparkan pendapat, gagasan, tanggapan, atau hasil penelitian yang berhubungan dengan kegiatan keilmuan. Jenis karangan ilmiah banyak sekali, diantaranya makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan laporan penelitian. Kalaupun jenisnya berbeda-beda, tetapi kelima-limanya bertolak dari laporan, kemudian diberi komentar dan saran.

Karya ilmiah harus bersifat empiris maksudnya adalah bahwa kebenaran dari karya ilmiah tersebut harus bisa diuji dan merupakan hasil otentik. Sementara itu, karya ilmiah bersifat objektif adalah karya ilmiah itu berdasarkan fakta dan apa adanya atau tidak dibuat-buat.

Advertisements

Jawaban Diskusi 4 Manajemen Pemasaran EKMA 4216

  1. Beri penjelasan dan contoh dari jenis barang konsumen:
  2. Convenience Goods
  3. Shopping Goods
  4. Specialty Goods

 

  1. Jelaskan dan beri contoh perbedaan barang dan jasa

 

JAWAB

SOAL NOMOR 1 (Sumber Jawaban: Modul UT Inisiasi 4)

  • Convenience Goods (Barang konvenien), yaitu barang-barang yang relatif mudah dipakai dan mudah untuk diperoleh. Ciri lain dari barang konvenien adalah memiliki harga yang relatif murah, frekuensi pembeliannya tinggi, dan konsumen dalam membuat keputusan beli hanya mengeluarkan sedikit usaha dan pertimbangan. Misal barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti sabun, gula pasir, surat kabar, dan lain-lain.
  • Shopping Goods (Barang belanjaan), yaitu barang-barang yang harus dicari dulu oleh pembeli bila ingin membelinya, karena tidak tersedia di semua tempat. Sebelum memutuskan untuk membeli, biasanya pembeli akan mempertimbangkan masak-masak beberapa hal seperti harga, mutu dan warna. Misalnya, perkakas rumah tangga, pakaian atau barang-barang elektronik.
  • Specialty Goods (Barang spesial), yaitu barang-barang yang mempunyai ciri khas unik (identifikasi merk), harganya relatif mahal dan terdapat pada tempat-tempat tertentu saja, dimana untuk memperolehnya sekelompok pembeli bersedia mengeluarkan pengorbanan yang cukup besar. Misalnya, barang-barang mewah dengan jenis dan merek tertentu, mobil, peralatan fotografi, dan barang antik.

 

SOAL NOMOR 2 (Sumber Jawaban: Manajemen karangan Richard L. Daft Edisi 6 Buku 2, 610-611)

Perbedaan barang dan jasa

Organisasi manufaktur merupakan organisasi yang memproduksi barang-barang fisik. Organisasi jasa merupakan organisasi yang memproduksi hasil-hasil nonfisik yang membutuhkan keterlibatan pelanggan dan tidak bisa disimpan dalam persediaan.

Jasa berbeda dari produk buatan pabrik dalam dua hal. Pertama,pelanggan jasa terlibat dalam proses produksi yang aktual. Pasien benar-benar mengunjungi dokter untuk menerima jasa, dan sulit untuk membayangkan seorang penata rambut yang memberikan jasa tanpa ada kontak langsung dari pelanggan. Hal yang serupa juga berlaku bagi perusahaan penerbangan, restoran, dan bank. Kedua, barang-barang buatan pabrik dapat disimpan dalam persediaan, sementara hasil-hasil jasa, karena tidak dapat diraba, tidak dapat disimpan. Produk-produk buatan pabrik seperti pakaian, makanan, mobil, dan DVD player semua dapat disimpan di gudang dan dijual di kemudian hari. Tetapi, seorang penata rambut tidak dapat mencuci, memotong, dan menata rambut terlebih dahulu dan menyimpannya di rak sampai pelanggan tiba, begitu juga seorang dokter tidak dapat menyimpan pemeriksaan dalam persediaan. Jasa harus diciptakan dan disediakan untuk pelanggan tepat pada saat diinginkan.

Di samping perbedaan antara perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa, mereka menghadapi masalah-masalah operasional yang sama. Pertama, setiap jenis organisasi harus memperhatikan penjadwalan. Sebuah klinik medis harus menjadwalkan janji sehingga waktu dokter dan pasien akan digunakan dengan efektif. Kedua, baik organisasi manufaktur maupun organisasi jasa harus memperhatikan kualitas dan produktivitas. Karena banyak masalah operasional yang serupa, alat-alat dan teknik-teknik manajemen operasi dapat dan harus diterapkan pada organisasi jasa seperti yang sudah diterapkan pada operasi manufaktur.

 

 

Organisasi Manufaktur Organisasi Jasa
1.       Memproduksi barang fisik

2.       Barang disediakan untuk pemakaian di kemudian hari

3.       Kualitas diukur secara langsung

4.       Hasil yang terstandarisasi

5.       Proses produksi jauh dari pelanggan

6.       Tempat fasilitas cukup penting bagi keberhasilan bisnis

7.       Padat modal

8.       Contoh: pabrik pembuat mobil, perusahaan baja, perusahaan minuman ringan

1.    Memproduksi hasil nonfisik

2.    Produksi dan konsumsi yang terjadi bersamaan

3.    Kualitas dirasakan dan sulit untuk diukur

4.    Hasil yang disesuaikan dengan keinginan pelanggan

5.    Pelanggan berpartisipasi dalam proses produksi

6.    Tempat fasilitas sangat penting bagi keberhasilan perusahaan

7.    Padat karya

8.    Contoh: perusahaan penerbangan, hotel, firma hukum

 

 

 

Jawaban Tugas 1 Kombis

Nomor 1

Jelaskan komponen komunikasi menurut Lasswell dalam kasus ketika anda melakukan proses transaksi Jual Beli dengan Pelanggan !

Jawab

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:

  1. Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
  2. Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
  3. Saluran (channel) adalah media di mana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
  4. Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
  5. Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
  6. Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan (“Protokol”)

(Sumber definisi: https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi)

Komunikasi yang diterapkan dalam melakukan proses transaksi Jual Beli dengan Pelanggan.

Misalnya calon pembeli melihat barang yang dijual di etalase, kemudian calon pembeli ini bertanya kepada penjual. Pembeli yang bertanya terlebih dahulu disebut sebagai sender, sementara penjual yang meresponnya disebut sebagai receiver. Misalnya ketika bertanya, pembeli berbicara “Berapa harga baju ini?” (isi pembicaraan ini disebut sebagai pesan) dan penjual menjawab “50 ribu” (ini disebut sebagai umpan balik). Saluran komunikasi ini adalah verbal dan dilakukan secara langsung bisa menggunakan udara yang mengalir dari getaran udara.


Nomor 2

Gangguan komunikasi apa yang akan terjadi dalam proses transaksi Jual Beli dengan Pelanggan dilihat dari psikologis, fisik, semantik dan mekanis

Jawab

  1. Hambatan psikologis. Umumnya disebabkan komunikator dalam melancarkan komunikasi tidak mengkaji dulu diri dari komunikan. Misalnya ketika si A (sender) yang orang Batak berbicara blak-blakan dan keras tanpa memikirkan perasaan si B (receiver). Akhirnya si B merasa tersinggung dan enggan berbicara dengan si A. Demikian pula seseorang yang sedang tertekan (depresi) tidak akan dapat melakukan komunikasi dengan baik.
  2. Gangguan fisik misalnya jika seorang mengalami gangguan pendengaran maka ia akan mengalami hambatan komunikasi. Disini si A (sender) harus berbicara lantang karena si B (receiver) agak tuli jadi tidak bisa cepat paham ketika 2 orang ini sedang berkomunikasi. Biasanya kalau si A bisa menggunakan bahasa isyarat, dia bisa menambahkan gerak gesture tubuh ketika sedang berbicara.
  3. Gangguan semantik. Gangguan jenis ini bersangkutan dengan pesan komunikasi yang pengertiannya menjadi rusak. Gangguan semantic tersaring ke dalam pesan melalui penggunaan bahasa. Lebih banyak kekacauan mengenai pengertian suatu istilah atau konsep yang terdapat pada komunikator, akan lebih banyak gangguan semantic dalam pesannya. Gangguan ini terjadi dalam salah pengertian. Misal, si A yang orang kampung sok-sok an menggunakan bahasa Inggris dan bilang “Kamu jangan menjudge saya”, padahal si B yang terdidik dan sedang kuliah S3 tidak sedang menjudge si B, melainkan sedang memberikan opini. Kata “menjudge” dan “memberikan opini” jelas sangat jauh sekali artinya.
  4. Gangguan mekanik. Gangguan yang disebabkan oleh saluran komunikasi atau kegaduhan yang bersifat fisik. Misalnya ketika di pabrik, atasan berbicara kepada bawahan ketika mereka berdua bertemu di plant pabrik. Suara dari kegaduhan mesin pabrik sangat menghambat proses komunikasi yang baik.

(Sumber definisi: https://itha911.wordpress.com/kumpulan-makalah-2/hambatan-komunikasi/)


Nomor 3

Toko Sinta adalah sebuah organisasi. Sebutkan Stakeholder internal dan eksternal dari toko Sinta, serta berikan contoh bentuk komunikasi yang terjadi.

Jawab

Definisi stakeholders menurut Freeman (1984) merupakan individu atau kelompok yang bisa mempengaruhi dan/ atau dipengaruhi oleh organisasi sebagai dampak dari aktivitas-aktivitasnya. Sedangkan Chariri dan Ghazali (2007, h.32) mengatakan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang hanya beroperasi untuk kepentingannya sendiri namun harus memberikan manfaat bagi stakeholders-nya (shareholders, kreditor, konsumen, supplier, pemerintah, masyarakat, analis dan pihak lain). Sedangkan Rudito (2004) mengemukakan bahwa perusahaan dianggap sebagai stakeholders, jika mempunyai tiga atribut, yaitu: kekuasaan, legitimasi dan kepentingan.

Mengacu pada pengertian stakeholders diatas, maka dapat ditarik suatu penjelasan bahwa dalam suatu aktivitas perusahaan dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar dan dari dalam, yang kesemuanya dapat disebut sebagai stakeholders.  Kelangsungan hidup perusahaan bergantung pada dukungan stakeholders dan dukungan tersebut harus dicari sehingga aktivitas perusahaan adalah untuk mencari dukungan tersebut. Makin powerful stakeholders, makin besar usaha perusahaan untuk beradaptasi. Pengungkapan sosial dianggap sebagai bagian dari dialog antara perusahaan dengan stakehoders-nya (Chariri dan Ghazali, 2007).

Stakeholders internal adalah stakeholders yang berada di dalam lingkungan organisasi. Misalnya karyawan, manajer dan pemegang saham (shareholder). Sedangkan stakeholders eksternal adalah stakeholders yang berada di luar lingkungan organisasi, seperti penyalur atau pemasok, konsumen atau pelanggan, masyarakat, pemerintah, pers, kelompok social responsible investor, licensing partner dan lain-lain.

(sumber: http://www.rahmatullah.net/2012/01/stakeholders-dalam-csr.html)

Pada kasus toko Sinta. Stakeholder internalnya adalah penjaga toko, supervisor toko, boss. Sementara itu stakeholder eksternalnya adalah pembeli, supplier, investor dan sebagainya. Contoh dari bentuk komunikasi yang bisa terjadi pada toko Sinta adalah ketika pembeli datang ke toko tersbeut dan bertanya tentang produk yang konsumen ingin beli, atau misalnya ketika supervisor bertemu dengan supplier menanyakan tentang barang-barang inden atau reject.


Nomor 4

Buatlah sebuah pesan ajakan Kuliah di UT dengan memperhatikan Prinsip Komunikasi bisnis 7C.

Jawab

Untuk melakukan Komunikasi yang Efektif, terdapat 7 faktor Komunikasi yang perlu diperhatikan. 7 Faktor Komunikasi ini sering disebut dengan 7C Komunikasi atau 7C of Communication.

  • Clear (Jelas). Sangat kita berbicara atau menuliskan suatu pesan kepada orang lain, pastikan pesan yang kita berikan tersebut memiliki tujuan yang jelas. Apa yang sebenarnya yang kita inginkan dari pemberian pesan tersebut.
  • Concise (Ringkas). Komunikasi harus dilakukan secara Ringkas namun tetap fokus pada poin yang ingin kita sampai. Penyampaian pesan dengan kalimat yang berlebihan akan membingungkan pendengar ataupun pembaca terhadap maksud dari pesan kita tersebut.
  • Concrete (Konkret). Pesan yang disampaikan harus Konkret, dengan demikian pendengar atau pembaca dapat memahami dengan jelas pesan yang disampaikan tersebut secara keseluruhan dan fokus pada maksud yang ingin disampaikan. Biasanya didukung dengan fakta dan data sehingga di tidak disalahtafsirkan.
  • Correct (Benar). Pesan yang disampaikan harus bebas dari kesalahan tata bahasa sehingga mudah dimengerti oleh penerima pesan tersebut.
  • Coherent (Koheren/Masak akal). Komunikasi Koheren adalah komunikasi yang logik atau masuk akal, semua pesan yang diberikan sesuai dengan topik pembicaraan utama.
  • Complete (Lengkap). Komunikasi harus lengkap, kita harus memberikan pesan secara lengkap kepada penerima pesan tersebut sehingga penerima pesan mengetahui maksud dan tujuan dari pesan yang bersangkutan.
  • Courteus (Sopan). Komunikasi yang dilakukan dengan sopan, ramah dan terbuka tanpa ada sesuatu yang terselubung didalamnya.

(sumber: http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-komunikasi-7c-untuk-komunikasi-efektif/)

Contoh: Teman-teman, Marilah kita melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka. Biaya kuliah di UT ini sangatlah terjangkau. Selain itu, belajar di UT sangatlah fleksibel, karena kita bisa belajar kapanpun dan dimanapun selama kita memiliki laptop atau smartphone berbasis android dan koneksi internet yang memadai. Kuliah di UT merupakan jawaban terbaik bagi mereka yang ingin belajar di kampus tanpa harus mengganggu aktivitas bekerjanya. Terima Kasih.

Jawaban Inisiasi 3 Komunikasi Bisnis

Menurut saya, kemampuan menyusun pesan komunikasi bisnis ini sangatlah penting karena sangat berpengaruh pada hubungan bisnis antara 2 pihak atau lebih. Misalnya, ketika menulis pesan menggunakan bahasa Inggris, kita bisa menggunakan
“Dear Mr. Smith”

“Dearest Smith”

Untuk contoh yang pertama itu sifatnya formal (menggunakan kata dear). Kalau untuk contoh yang kedua justru artinya menunjukkan orang yang sudah dekat (akrab) (menggunakan kata dearest). Dari situ saja sudah berbeda maksud. Kita benar-benar harus menggunakan jenis kata-kata yang sesuai agar si penerima pesan komunikasi bisnis tersebut tidak merasa tersinggung. Isi komunikasi menunjukkan suatu kesan kepada penerima.

Selain itu, isi komunikasi bisnis yang baik haruslah tidak bertele-tele, ringkas dan tepat sasaran. Hal ini dimaksudkan agar isi pesan tersebut bisa langsung memahami maksud dari isi pesan tersebut.

 

Dalam kehidupan nyata saya, misalnya ketika saya melakukan bisnis dengan orang asing. Di akhir pesan, orang asing tersebut menulis kata “tanti baci” yang artinya “cium”. Kita harus memahami kalau ini maksudnya si pengirim pesan tersebut telah merasa akrab dengan kita, sehingga kita harus benar-benar memahami kultur/budaya dan kebiasaan-kebiasaan dengan rekan bisnis kita.

Jawaban Diskusi 1 Bahasa Indonesia MKDU 4110

Tugas 1

Tuton Bahasa Indonesia/MKDU4110

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Bahasa Indonesia sebagai lambang kebanggaan nasional dan Bahasa Indonesia sebagai lambang identitas nasional.
  1. Tuliskan fungsi-fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
  1. Setujukah Anda bila dikatakan bahwa bahasa itu indah, produktif , dan dinamis? Jelaskan pendapat Anda dan berikan masing-masing contohnya.  
  1. Isilah kolom yang kosong pada table berikut ini.
 

Keterampilan Berbahasa

 

Lisan Tulis Sifat
    aktif reseptif
    aktif produktif

Jelaskan isi atau maksud table tersebut dengan bahasa Anda secara efektif.

  1. Tuliskan isi berita Dirjen Pajak Terbitkan Aturan Baru Tax Amnesty yang dapat Anda unduh dari youtube dengan alamat https://www.youtube.com/watch?v=Yz7QyNJPx44

 

 

Jawaban Nomor 1

Bahasa merupakan sebuah sistem, yang artinya, bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. Kedudukan bahasa adalah sebagai karakteristik suatu bangsa, misalnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan (bahasa Nasional)  yang tercantum dalam Sumpah pemuda (28-10-1928) yang berfungsi:

  1. Lambang kebanggaan kebangsaan. Disini bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai luhur yang mendasari perilaku bangsa Indonesia itu sendiri.
  2. Lambang Identitas Nasional. Disini bahasa Indonesia mewakili jatidiri, ciri khas serta karakteristik bangsa Indonesia, selain Bahasa Indonesia terdapat pula lambang identitas nasional yang lain yaitu bendera Merah-Putih dan lambang negara Garuda Pancasila.

Selain itu, fungsi bahasa Indonesia yang lain adalah: (1) Sebagai alat perhubungan. Disini masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku dengan bahasa yang berbeda-beda, jadi akan sangat sulit berkomunikasi kecuali ada satu bahasa pokok yang digunakan. Maka dari itu digunakanlah Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan perhubungan nasional. (2) Sebagai alat pemersatu bangsa. Disini mengacu pada keragaman yang ada pada Indonesia dari suku, agama, ras, dan budaya, bahasa Indonesia dijadikan sebagai media yang dapat membuat kesemua elemen masyarakat yang beragam tersebut kedalam sebuah persatuan.

 

Jawaban Nomor 2

Pada tanggal 25-28 Februari 1975, Hasil perumusan seminar politik bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta. Dikemukakan Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara adalah :

  1. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan. Kedudukan pertama dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
  2. Bahasa Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan. Kedudukan kedua dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan dari taman kanak-kanak, maka materi pelajaran yang berbentuk media cetak juga harus berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing atau menyusunnya sendiri. Cara ini akan sangat membantu dalam meningkatkan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek).
  3. Bahasa Indonesia sebagai penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah. Kedudukan ketiga dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya Bahasa Indonesia dalam hubungan antar badan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Sehubungan dengan itu hendaknya diadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa. Tujuan agar isi atau pesan yang disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh masyarakat.
  4. Bahasa Indonesia Sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi. Kedudukan keempat dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lainnya. Karena sangatlah tidak mungkin bila suatu buku yang menjelaskan tentang suatu kebudayaan daerah, ditulis dengan menggunakan bahasa daerah itu sendiri, dan menyebabkan orang lain belum tentu akan mengerti.

 

Jawaban Nomor 3

Setuju. Bahasa bersifat indah karena dengan bahasa bisa dibuat puisi, lirik lagu, syair, novel dll. Bahasa bersifat dinamis karena bisa berubah sewaktu-waktu, misalnya Ejaan lama menjadi ejaan baru seperti pada contoh nama orang Tjutju menjadi Cucu, atau banyak juga bahasa gaul saat ini yang memiliki arti baru, seperti PA, alay, dll. Selain itu bahasa bersifat produktif, dengan akal budinya manusia dapat mengubah-ubah susunan bunyi-bunyi bahasa menjadi bunyi bahasa yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut membuat bahasa menjadi produktif. Contoh: Tuhan, hantu.

 

Jawaban Nomor 4

(Lisan) Menyimak => (Tulis) Membaca => (Sifat) aktif reseptif

(Lisan) Berbicara => (Tulis) Menulis => (Sifat) aktif produktif

Keterampilan berbahasa yang bertujuan memahami pesan (reseptif) dalam bahasa lisan adalah menyimak, sedangkan dalam bahasa tulis adalah membaca. Dalam hal ini kita menyimak suatu pembicaraan atau dengan membaca.

Keterampilan berbahasa yang bertujuan menyampaikan pesan dalam bahasa lisan adalah berbicara, sedangkan dalam bahasa tulis adalah menulis. Jadi pembicara dan penulis menghasilkan (produktif) pesan yang disampaikan kepada orang lain.

 

Jawaban Nomor 5

https://www.youtube.com/watch?v=Yz7QyNJPx44

Direktur Jendral Pajak Kementrian Keuangan Ken Dwijugiasteadi mengeluarkan peraturan Direktur Jenderal nomor 11 Tahun 2016 yang akan menjadi panduan teknis pelaksanaan program pengampunan pajak secara lebih rinci. Aturan ini diterbitkan sebagai upaya dirjen pajak untuk meluruskan persepsi masyarakat terkait pelaksanaan amnesty pajak. Saat ini berbagai keresahan di kalangan masyarakat muncul karena tidak memahami tax amnesty secara penuh.

“Justru peraturan ini akan mempertegas asas dari Undang-Undang Tax Amnesty itu sendiri, yaitu azas keadilan. Azas keadilan. Memang semua masyarakat sekarang ini animonya sangat tinggi untuk mengikuti tax amnesty. Artinya apa? Masyarakat itu percaya sama Presidennya, ya… Sangat percaya dengan bapak Presiden, makanya mereka juga ikut, tetapi ada keresahan-keresahan yang muncul itu karena belum dijelaskan secara detail tentang asas keadilan dari Undang-Undang itu sendiri.”

Terdapat poin-poin penting dalam Perdirjen Pajak No 11 Tahun 2016 ini. Salah satunya adalah penjelasan mengenai kelompok masyarakat yang berpenghasilan di bawah penghasilan tidak kena pajak, yang saat ini sebesar 54 juta rupiah per tahun atau setara dengan 4,5 juta rupiah per bulan bagi 1 orang pribadi tidak wajib mengikuti amnesty pajak.

Seperti yang diketahui di media sosial masyarakat resah, karena menganggap program pengampunan pajak ini menyasar seluruh masyarakat termasuk masyarakat kecil. Keresahanpun bertambah karena ada bumbu-bumbu ancaman 200%, jika tidak mengikuti program pengampunan pajak. Oleh karena itu, Dirjen Pajak pun segera menyosialisasikan aturan ini untuk meluruskan persepsi masyarakat dan memastikan proses maupun hasil amnesty pajak sesuai harapan. Dari Jakarta Drus Salabenala Rizalul Fikri Kantor Berita ANtara mewartakan.

 

Jawaban Inisiasi 3 (Bahasa Indonesia)

Pertanyaan
(1) Bagaimana cara terbaik untuk menyimak berita
(2) Apa yang disebut dengan menyimak intensif dan ekstensif

Jawaban:
Nomor 1
Menyimak merupakan suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang bunyi bahasa (ujaran) dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi yang disampaikan oleh seorang pembicara. (Modul UT Inisiasi 3)
Menyimak berita bertujuan untuk:
1. Mampu mendengarkan berita dengan baik
2. Memahami isi berita
3. Menemukan pokok-pokok berita
4. Mengemukakan kembali berita yang didengar.

Cara terbaik untuk menyimak berita adalah mengenal pokok-pokok berita dengan bertanya 5W-1H (What, Who, When, Why, Where dan How) terhadap topik pembicaraan berita tersebut, misalnya kita menonton suatu berita tertentu, kemudian setelah menyimak isi berita tersebut, kita harus bertanya dengan menggunakan 5W 1H ini, contoh:
“Telah terjadi Bencana gempa bumi tsunami di Nangroe Aceh Darussalam”
1. Apa yang telah terjadi di Aceh?
2. Siapa yang terkena bencana tersebut? Siapa yang telah memberikan bala bantuan terhadap korban bencana?
3. Kapan bencana tersebut terjadi?
4. Mengapa bencana tersebut bisa terjadi?
5. Dimana saja bencana tersebut terjadi?
6. Bagaimana dengan nasib orang-orang yang terkena bencana tersebut?

Nomor 2
Dari modul inisiasi 3, menyimak intensif adalah kegiatan menyimak yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh konsentrasi untuk menangkap makna yang dikehendaki. Jenis menyimak intensif meliputi:
a. Menyimak kritis: menyimak yang bertujuan untuk memperoleh fakta yang diperlukan. Penyimak menilai gagasan, ide, informasi dari pembicara. Contoh: seorang atasan ketika menyimak penjelasan bawahannya pada suatu pertemuan mingguan.
b. Menyimak konsentratif: menyimak untuk menelaah pembicaraan/hal yang disimaknya. Pada menyimak ini diperlukan konsentrasi penuh dari penyimak agar ide dari pembicara dapat diterima dengan baik. Contoh: seorang peserta seminar menyimak isi pembicaraan materi yang diberikan oleh key note speaker pada acara seminar internasional.
c. Menyimak kreatif: menyimak yang bertujuan untuk mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas. Penyimak jenis ini dapat menciptakan sesuatu yang baru berdasarkan hasil simakan. Contoh: Seorang mahasiswa S3 menyimak isi materi yang diberikan oleh profesor, kemudian mengembangkan isi materi tersebut dengan bantuan diskusi bersama teman-temannya dan pengalaman-pengalaman yang dia ketahui.

Sementara itu, menyimak ekstensif adalah kegiatan menyimak yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti: menyimak diskui kelompok, percakapan teman-teman di kelas, dan sebagainya. Jenis menyimak ekstensif meliputi:
a. Menyimak sekunder: menyimak sambil mengerjakan sesuatu (mis: menulis sambil mendengarkan doen berbicara).
b. Menyimak pasif : hampir serupa dengan menyimak sekunder hanya pada menyimak pasif penyimak beralih dari pekerjaannya ke kegiatan menyimak.
c. Menyimak estetik : menyimak yang melibatkan daya imajinasi, contohnya ketika Doni menonton film fast and furious di bioskop kemudian Doni berimajinasi apa yang akan terjadi selanjutnya setelah suatu scene berlanjut.

Jawaban Inisiasi 3

Pertanyaan:

  1. Beberapa basis segmentasi dapat digabung dan menjadi dasar bagi pemasar dalam menawarakan produknya. Seperti pada penawaran produk mobil mewah dan smart phone (misal iPhone), maka segmentasi dilakukan bisa berdasar basis psikografik, benefit, behavior, dan demografi. Jelaskan secara lebih lanjut per produk tersebut.
  2. Apabila pemasar sudah menemukan dasar segmentasi, langkah selanjutnya adalah melakukan penentuan pasar, maka untuk produk mobil mewah dan smart phone tersebut, strategi penentuan pemasaran apa yang sesuai? Apakah differentiated marketing, undifferentiated marketing, ataukah concentrated marketing? Jelaskan secara tepat untuk masing-masing produk.
  3. Ketika pemasar sudah mengetahui dengan tepat strategi segmentasi dan targetting nya, maka pemasar perlu melakukan posititoning (penentuan posisi produk). Coba jelaskan strategi pemosisian produk untuk mobil mewah dan smart phone tersebut.
  4. Anda bisa menjelaskan strategi STP (poin 1, 2, 3) pada produk kategori produk ekskusif lainnya yang Anda ketahui. Jangan copy paste dari teman ya. bacalah modul dan materi inisiasi terlebih dulu. Jangan hanya memberi tanggapan tanpa ada dasar teori, atau just common sense saja.

 

Jawaban:

Nomor 1. Psikografik: dapat menimbulkan kesan glamour, karena diiklankan oleh bintang internasional atau kelas papan atas,

Benefit: membantu konsumen untuk berkomunikasi dengan berbagai macam feature yang dimilikinya dan menjadi alat transportasi yang luxurious,

Behavior: terdapat berbagai macam warna dan pilihan, dan

Demografi: ditujukan untuk kaum menengah ke atas yang memiliki uang berlebih baik itu pria maupun wanita tanpa batasan umur

 

Nomor 2. Penentuan pasarnya adalah concentrated marketing, karena untuk produk mobil mewah dan iphone pastinya berbiaya mahal dan memang ditujukan untuk kalangan menengah ke atas dan bukan untuk konsumen pada umumnya yang mampu membeli barang-barang tersebut. Kalau mobil misalnya ditujukan untuk artis, pejabat ataupun pebisnis yang sukses. Untuk iphone, meskipun mahal, tapi karena sudah menjadi salah satu gaya hidup dan keharusan oleh kebanyakan orang dan kaum muda yang mengerti trendi, maka bisa saja di beli oleh kalangan menengah ke atas. Jadi, penentuan pasar yang paling cocok adalah differentiated marketing dengan menjual produk iphone dari yang paling murah di bawah 3 juta (dengan feature yang sedikit) hingga iphone yang harganya bisa mencapai belasan juta.

Nomor 3. Positioning biasanya dikaitkan dengan merek, contoh misalnya Mercedes benz menggunakan positioning melalui imajinasi. Semua orang akan tahu ketika mendengar kata “Mercedes benz” maka yang ada di benak mereka adalaha mobil yang luxurious. Untuk produk iphone, menurut saya positioning yang digunakan adalah positioning kepada pesaing, karena produk smartphone ditujukan untuk semua kalangan. Produk iphone memberikan feature yang tidak dimiliki oleh pesaing lain, seperti memiliki aplikasi sendiri, baterai awet yang tidak bisa dicabut yang katanya memiliki kelebihan dibandingkan dengan produk sejenis.

 

Nomor 4. Contoh produk lain adalah tepung terigu.

  • Psikografik: dapat menimbulkan kesan senang dan kepuasan untuk orang yang suka memasak karena bisa mengeksplore menu baru,
  • Benefit: sebagai bahan makanan, membuat makanan jadi lebih bervariasi dalam pengolahannya
  • Behavior: terdapat berbagai macam merek dan pilihan, dan
  • Demografi: ditujukan untuk semua kaum yang gemar memasak, terutama ibu-ibu.

Penentuan pasarnya adalah undifferentiated marketing, karena produk ini digunakan oleh semua kalangan dalam kehidupan sehari-hari ketika memasak dengan harga yang terjangkau.

Positioningnya berdasarkan manfaat produk, karena tepung yang yang satu bisa saja digunakan untuk membuat ayam, yang lainnya digunakan untuk memasak kue. Selain itu, harganya juga bervariasi.