Archive | December 2014

Time Management

Pekerjaan yang menumpuk sangatlah membahayakan. Sebab hal ini bisa menimbulkan stress dan konflik di tempat kerja. Solusi untuk memecahkan isu ini adalah dengan menghandle waktu yang kita miliki untuk dimanfaatkan dengan efektif. Beberapa poin berikut dapat membantu Anda untuk menggunakan waktu dengan efisien:

  1. Bekerja cerdas, bukan bekerja keras. Kerja keras penting untuk diimplementasikan. Namun kerja cerdas bisa membantu Anda mengurangi waktu Anda yang terbuang dibandingkan dengan bekerja keras untuk melakukan hal yang manual. Otomatisasi dan penggunaan teknologi merupakan salah kunci untuk bekerja secara cerdas. Misalnya dengan memanfaatkan fasilitas Google document sehingga Anda bisa men-sharing suatu file pekerjaan Anda kepada kolega Anda sesuai dengan otoritasnya masing-masing. Menggunakan fasilitas contact grouping juga dapat membantu Anda mengurangi repetisi yang biasa dilakukan untuk mengirim email pada orang yang sama pada suatu kelompok tertentu.
  2. Sederhanakan Pekerjaan. Mengerjakan project besar ibarat memakan banyak buah semangka sekaligus dalam waktu bersamaan. Manusia memiliki banyak keterbatasan waktu dan kemampuan. Oleh karena itu, alangkah lebih baiknya untuk memecahkan pekerjaan besar ke dalam bagian-bagian kecil sehingga Anda bisa merasakan pekerjaan yang sudah selesai dari potongan bagian-bagian itu. Hal ini tentu jauh lebih baik dibandingkan dengan mengerjakan suatu project besar yang akan terasa sangat lama sekali untuk diselesaikan secara menyeluruh.
  3. Selesaikan pekerjaan yang paling penting dulu. Setiap tugas dalam pekerjaan Anda pastilah memiliki level prioritas masing-masing. Mengerjakan tugas dengan prioritas tertinggi terlebih dahulu akan meringankan beban kerja Anda. Parameter dari prioritas tertinggi bisa dilihat dari tanggal deadline nya. Lebih awal deadline berarti pekerjaan tersebut lebih prioritas.
  4. Fokus pada pekerjaan yang sedang dilakukan. Anda bisa saja melakukan multitasking atau melakukan beberapa pekerjaan sekaligus dalam satu waktu. Namun hal ini sangat lah tidak baik untuk kesehatan dan kinerja otak Anda. Riset berhasil membuktikan bahwa ketika seseorang sedang melakukan multitasking, maka IQ nya turun drastis setingkat dengan IQ anak SD. Cara terbaik untuk menyelesaikan masalah yang ada pada pekerjaan Anda adalah dengan memfokuskan pada pekerjaan yang sedang dilakukan sesuai dengan prioritasnya. Hal ini jauh lebih efisien dan efektif terhadap hasil yang akan Anda peroleh.
  5. Jangan tunda pekerjaan. Sudah menjadi hal yang lumrah kalau manusia bisa merasa malas dan jenuh. Namun malas merupakan suatu sifat yang hanya akan menghambat Anda menyelesaikan pekerjaan. Tetaplah semangat dan janganlah menunda pekerjaan Anda di hari esok. Tugas di kantor umumnya akan terus muncul pada setiap harinya. Jika Anda menunda pekerjaan Anda sekarang dan mendapati pekerjaan yang baru pada esok harinya akan membuat Anda tertekan atau pun stress. Hal ini tentu akan merusak performansi Anda. Ketika Anda merasa jenuh, cobalah untuk mencari selingan seperti keluar kantor untuk menghirup udara segar ataupun bermain video game untuk merefresh kembali otak Anda.
  6. Carilah Waktu Produktifmu. Setiap orang memiliki gaya dan kemampuan yang berbeda-beda. Begitu pula ketika seseorang sedang bekerja. Alangkah lebih baiknya untuk mencari waktu yang tepat untuk bekerja, datang lebih awal ke kantor sebelum kolega lain sampai merupakan salah satu kunci untuk mendapatkan waktu produktif yang tenang. Pepatah lama mengatakan “Awal hari mu akan menentukanmu pada waktu berikutnya”.
  7. Istirahat yang cukup. Anda pasti lelah dengan setumpuk pekerjaan dan rutinitas yang harus diselesaikan setiap harinya. Oleh karena itu, agar tetap prima, Anda haruslah beristirahat cukup pada malam harinya. Umumnya orang dewasa membutuhkan waktu sekitar 6 – 8 jam dalam sehari untuk tidur. Oleh karena itu, pergunakanlah waktu sebaik mungkin ketika Anda sedang bangun.

Semoga tips-tips di atas bisa membantu Anda untuk bekerja dengan lebih baik lagi. Layaknya seorang manusia, tentu, do’a dan hiburan juga vital untuk dilakukan untuk menyelingi rutinitas Anda di kantor.

Pengenalan Data Mining

Data Mining adalah campuran dari statistic, kecerdasan buatan dan riset basis data yang masih berkembang.

4 akar bidang data mining:

  1. Statistik.
  2. Kecerdasan buatan.
  3. Pengenalan pola.
  4. Sistem basis data.

Kebutuhan ‘penggalian’ informasi dari dalam data dapat dilihat pada kasus dunia nyata, diantaranya:

  • Ada sejumlah data yang sangat besar yang dikumpulkan dari berbagai bidang, seperti data web, e-commerce, supermarket, transaksi keuangan dan perbankan yang siap dianalisis dengan tujuan untuk mendapatkan keputusan yang optimal terkait tujuan lembaga.
  • Pelayanan kesehatan. Saat ini ada banyak basis data berbeda dalam bidang pelayanan kesehatan (medis dan farmasi), yang dianalisis secara parsial, khususnya dengan cara medis sendiri, padahal sebenarnya dalam data tersembunyi banyak informasi yang belum dibuka secara tepat.
  • Riset pengetahuan. Ada basis data besar yang dikumpulkan bertahun-tahun dalam bermacam-macam bidang yang tidak dapat dieksplorasi menggunakan cara tradisional.

Jadi kesimpulannya, metode dalam data mining melakukan identifikasi pola dan hubungan tersembunyi yang tidak selalu jelas dibawah keadaan asumsi tertentu. Pencarian dalam data mining tidak mencari secara individualis, tetapi set individualis atau dengan kata lain dikelompokkan dengan kriteria tertentu. Perbedaan antara pencarian biasa dengan data mining dianalogikan dengan pencarian pohon dengan pencarian hutan “tidak bisa menilai hutan hanya dengan menilai pohon”

Pekerjaan dalam data mining

  1. Model prediksi. Pekerjaan ini berkaitan dengan pembuatan sebuah model yang dapat melakukan pemetaan dari setiap himpunan variable ke setiap targetnya, kemudian menggunakan model tersebut untuk memberikan nilai target pada himpunan baru yang di dapat. Contohnya adalah melakukan deteksi jenis penyakit pasien berdasarkan sejumlah nilai parameter penyakit yang diderita masuk. Sementara melakukan prediksi jumlah penjualan yang didapatkan pada 3 bulan ke depan itu termasuk regresi karena untuk mendapatkan nilai penjualan bulan ketiga harus mendapatkan nilai penjualan bulan kedua dan untuk mendapat nilai penjualan bulan kedua harus mendapat nilai penjualan bulan pertama.
  2. Analisis kluster. Contohnya adalah bagaimana bisa mengetahui pola pembelian barang oleh konsumen pada waktu tertentu.
  3. Analisis asosiasi. Digunakan untuk menemukan pola yang menggambarkan kekuatan hubungan fitur dalam data. Contoh jika ibu rumah tangga akan membeli barang kebutuhan rumah tangga (misal beras) di sebuah supermarket, maka sangat besar kemungkinan ibu rumah tangga tsb juga akan membeli kebutuhan rumah tangga yang lain, misalnya minyak atau telur dan tidak mungkin (atau jarang) membeli barang lain seperti topi atau buku.
  4. Deteksi anomaly. Berkaitan dengan pengamatan sebuah data dari sejumlah data yang secara signifikan mempunyai karakteristik yang berbeda dari sisa data yang lain.

Proses data mining

Ada tiga langkah utama dalam data mining:

  1. Eksplorasi pemrosesan awal data. Terdiri dari ‘pembersihan’ data, normalisasi data, transformasi data, penanganan data yang salah, reduksi dimensi, pemilihan subset fitur.
  2. Membangun model dan melakukan validasi terhadapnya. Berarti melakukan analisis berbagai model dan memilih model dengan kinerja prediksi terbaik.
  3. Berarti menerapkan model pada data yang baru untuk menghasilkan perkiraan/prediksi masalah yang diinvestigasi.

Set Data

Kumpulan objek dengan atribut tertentu dimana objek tersebut adalah individu berupa data dimana setiap data memilih sejumlah atribut. Ordered data adalah data-data yang tersusun dengan suatu cara dalam urutan atau aturan tertentu, misalnya data struktur DNA mempunyai urutan genetic tertentu.

Konsep Kluster

Klustering data dapat dibedakan menjadi 2 tujuan, yaitu klustering untuk pemahaman dan klustering untuk penggunaan. Jika tujuannya untuk pemahaman maka kluster yang terbentuk harus menangkap struktur alami data. Jika tujuannya untuk penggunaan, biasanya tujuan utamanya untuk mencari prototype kluster yang paling representative terhadap data dan memberikan abstraksi dan setiap objek data dalam kluster dimana sebuah data terletak di dalamnya.

Menurut struktur, klustering terbagi menjadi 2, yaitu hirarki dan partisi. Dalam pengelompokkan berbasis hirarki, satu data tunggal bisa dianggap sebuah kluster, dua atau lebih kluster dapat bergabung menjadi sebuah kluster besar, begitu seterusnya hingga semua data dapat bergabung menjadi sebuah kluster.

Dalam kategori eksklusif, sebuah data bisa dipastikan hanya menjadi anggota satu kluster dan tidak menjadi anggota di kluster yang lain. Sementara yang termasuk kategori tumpang tindih adalah metode klustering yang membolehkan sebuah data menjadi anggota di lebih dari satu kluster, misalnya Fuzzy C-Means dan pengelompokkan berbasis hirarki.

11 Desember 2014 (22:54 PM)

Functional Test

Functional Testing

Functional test bermanfaat untuk mengecek ulang (mengetest) fitur-fitur yang ada pada suatu aplikasi sebelum aplikasi ini benar-benar di pakai oleh klien. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas yang ada pada suatu aplikasi tetap berjalan sesuai dengan standar fungsinya. Functional test ini biasanya dilakukan pada masa development (pengembangan suatu aplikasi). Hasil test kemudian di simpan di dalam suatu dokumen Test Plan.

Test Plan

Penjelasan Kolom:

  1. Daftar Fitur. Berisi Judul task, tiket dsbg.
  2. Description. Daftar fitur perlu diuraikan lagi serinci mungkin agar lebih jelas. Lebih bagus lagi kalau disertakan dengan screen shot yang alamat URL nya di simpan pada kolom catatan.
  3. Nama orang yang mengetest aplikasi.
  4. Tgl test. Tanggal dilakukannya test.
  5. Isi sesuai dengan status test Anda, apakah Sukses (Sesuai dengan scenario dan tidak terjadi bug), Gagal (jika masih terjadi bug), ataupun Not tested (bila rincian fitur tersebut belum di test sama sekali.)
  6. Isi kolom ini dengan catatan yang mungkin untuk memudahkan pembaca atau QA lainnya (jika Anda bekerja secara tim).

Tugas dari QA disini adalah memastikan bahwa setiap halaman yang berhubungan dengan data yang diinput oleh pengguna sesuai dengan scenario yang ada.

Jenis Case ada 2:

  1. Happy Case. Jika penjelasannya sesuai dengan scenario (misal. Pengguna melihat halaman Dashboard setelah memasukkan username & password yang benar).
  2. Unhappy Case. Jika penjelasannya tidak sesuai dengan scenario (misal. Pengguna melihat tampilan error jika memasukan username & password yang salah).

Usability Testing

Fungsionalitas dari suatu aplikasi haruslah mudah untuk diakses oleh klien. Termasuk jika pengguna memiliki keterbatasan, baik secara teknis maupun non-teknis. Keterbatasan teknis yang dimaksud contohnya:

  1. Pengguna menggunakan ukuran layar dibawah ukuran pada umumnya (misalnya 800 x 600).
  2. Pengguna menggunakan cross browser. Disini, aplikasi harus bisa dijalankan dengan baik dengan berbagai browser, misalnya Firefox, Chrome, IE, Safari, Opera dan sebagainya.
  3. Pengguna menggunakan browser dengan versi lama.
  4. Pengguna menggunakan browser dengan menonaktifkan javascriptnya.

Dan yang dimaksud dengan keterbatasan non-teknis adalah:

  1. Pengguna menderita buta warna.
  2. Pengguna memiliki daya penglihatan rendah.

Jika hal ini terjadi, sebaiknya Anda menggunakan

  1. Degradable Javascript. Matikan Javascript pada browser, kemudian cek fungsionalitasnya. Seharusnya semua tetap berfungsi, kalaupun tidak, maka harus ada keterangan seperti misalnya tulisan “You must enable Javascript to use this application.”

Misal pada Firefox, untuk mengaktifkan Javascript adalah dengan mengetik about:config pada address bar, kemudian cari javascript.enable kemudian klik 2x pada tulisan itu.

Javascript Required

 

  1. Color Combination.

Cek lah kombinasi warna nya apakah sudah sesuai dengan persyaratan WCAG dengan menggunakan website www.checkmycolours.com Disini Anda hanya memasukkan URL dari aplikasi Anda, kemudian Anda bisa melihat hasilnya. WCAG (Web Content Accessibility Guidelines) merupakan bagian dari panduan seri aksesibilitas web yang dikembangkan oleh Web Accessibility Initiative (WAI) dari W3C. Standar Organisasi Internasional Utama untuk World Wide Web.

Check My Colours

12 Desember 2014 (11:00)

Benchmarking & ISO 9001/14000

  • Patok duga merupakan proses membandingkan & mengukur operasi suatu organisasi atau proses internalnya dengan operasi atau proses dari kinerja terbaik dalam kelasnya yang berasal dari dalam atau luar organisasi.

 4 Faktor Kunci

  • Proses berkesinambungan.
  • Pengukuran.
  • Produk, jasa dan praktik.
  • Perusahaan terkenal sebagai pemimpin industry dunia.

 4 Jenis Patok Duga

  • Internal benchmarking = membandingkan operasi diantara fungsi2 dalam organisasi itu sendiri.
  • Competitibe benchmarking = memposisikan produk perusahaan terhadap produk pesaing
  • Functional benchmarking = investigasi pada perusahaan2 yg unggul dalam industry tdk sejenis.
  • Generic benchmarking = fungsi bisnis & proses adalah sama tanpa mempedulikan ketidakserupaan / ketidakjenisan di antara industri2

Patok duga sebagai perbaikan Kualitas

  1. Identifikasi proses & praktik manufaktur serta operasi lainnya yg membutuhkan perbaikan.
  2. Mencari perusahaan lain yg sukses dlm melakukan operasi yang hamper sama.
  3. Melakukan pengamatan & pengukuran secara terperinci mengenai bagaimana perusahaan yg sukses melakukan aktivitas & proses operasinya.
  4. Melakukan patok duga untuk perbaikan prosesnya dengan mengubah focus organisasi & mengembangkan keterampilan para manajer & karyawan.

 Proses patok duga

  • Perencanaan
  • Analisis
  • Integrasi
  • Implementasi
  • Fase kematangan

 ISO 9000

  • Seri ISO 9000 adalah suatu system terpadu untuk mengoptimalkan efektivitas mutu suatu perusahaan dg menciptakan sebuah kerangka kerja untuk peningkatan berkesinambungan.
  • Tujuan ISO:
  1. Organisasi mencapai & mempertahankan kualitas produk/jasa yg dihasilkan.
  2. Organisasi memberi keyakinan pd pihak manajemen sendiri bahwa kualitas telah dicapai & dapat dipertahankan.
  3. Organisasi memberi keyakinan pd pihak pembeli bahwa kualitas yg dimaksudkan itu telah atau akan dicapai dlm produk atau jasa yg dijual.

Macam-macam ISO

  • ISO 9001 = model system jaminan kualitas dalam desain / pengembangan produksi, instalasi dan pelayanan.
  • ISO 9002 = model system jaminan kualitas dalam produksi dan instalasi.
  • ISO 9003 = model system jaminan kualitas dalam inspeksi dan pengujian akhir.

 4 jenis dokumen untuk memenuhi persyaratan registrasi

  • Manual Kualitas (dokumen tingkat I) = dokumen strategis yg berisi persyaratan kebijaksanaan kualitas yg dikeluarkan manajemen.
  • Prosedur-prosedur (dokumen tingkat II) = prosedur tertulis untuk mencapai kebijaksanaan kualitas yang telah dinyatakan dalam dokumen tingkat I.
  • Instruksi-instruksi (dokumen tingkat III) = dokumen operasional, berisi instruksi2 tertulis yang dikeluarkan sbg bagian dari implementasi prosedur2 yg ada dlm dokumen tingkat II.
  • Formulir-formulir (dokumen tingkat IV) = dokumen database, berisi catatan2 kualitas.

Strategi Memperoleh ISO 9000

  1. Komitmen manajemen puncak.
  2. Membentuk komite pengarah / coordinator ISO.
  3. Mempelajari standar & menilai kebutuhan ISO.
  4. Melakukan pelatihan terhadap semua staf organisasi.
  5. Memulai tinjauan ulang manajemen.
  6. Identifikasi kebijaksanaan kualitas, prosedur & instruksi yang dibutuhkan yg dituangkan dalam dokumen tertulis.
  7. Implementasi system manajemen kualitas ISO itu.
  8. Audit system kualitas perusahaan.
  9. Memilih registrar.
  10. Registrasi.

Memilih badan sertifikasi ISO

  • Badan sertifikasi ISO = perusahaan yang memiliki wewenang dalam menerbitkan ISO 9001 dg ketentuan yg telah dibuat o/ International Organization of Standarization.
  • Badan sertifikasi bisa dari dalam & luar negeri. Bedanya? harus memilih yang mana?
  • Apa Badan Sertifikasi yang disarankan?

 Manfaat Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO untuk Pimpinan Puncak

  • Menjadi alat powerful untuk mengukur performa perusahaan.
  • 5 parameter untuk mengukur kinerja perusahaan:
  1. Survey kepuasan pelanggan
  2. Keluhan pelanggan.
  3. Audit internal.
  4. Pengendalian produk tidak sesuai.
  5. Pencapaian sasaran mutu.

ISO 14000

  • Merupakan standar system manajemen lingkungan untuk menjaga kelestarian lingkungan akibat dari suatu kegiatan perusahaan.

Management Representative

  • Merupakan tokoh sentral yang akan menentukan berhasil atau tidaknya penerapan system manajemen mutu di perusahaan Anda.
  • MR haruslah orang yg berada pada internal perusahaan pada jabatan manajerial.
  • Penunjukkan MR harus dilengkapi dengan surat penunjukkan resmi.
  • MR haruslah org yg paling memahami keseluruhan proses & disegani.

 Tugas & Tanggung Jawab MR

  • Berkoordinasi dengan Badan Sertifikasi
  • Mewakili manajemen selama sertifikasi dan audit surveillance
  • Mempromosikan kesadaran tentang persyaratan pelanggan
  • Menyiapkan dan merevisi dokumen (Manual yaitu Kualitas, Prosedur sistem mutu dan dokumentasi lainnya).
  • Memastikan kepatuhan semua fungsi sesuai standar ISO 9001:2000.
  • Mempersiapkan Tinjauan Manajemen Jadwal Pertemuan dan melakukan Rapat Management Review
  • Mengukur & Mengawasi kinerja proses.
  • Melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan yang diperlukan.
  • Review Kebijakan mutu secara berkala

Kriteria seorang MR

  • Pengetahuan yang kuat tentang persyaratan ISO.
  • Pengetahuan yg luas tentang operasi perusahaan & system manajemen mutu.
  • Kemampuan untuk mendengarkan & mempengaruhi.
  • Kemampuan untuk meringkas informasi & berkomunikasi secara efektif.
  • Manajemen proyek & keterampilan organisasi.

Kepemimpinan

Kepemimpinan

  • Kepemimpinan, kemampuan memengaruhi orang-orang untuk mencapai tujuan organisasi
  • Kekuasaan, kemampuan yg berpotensi untuk memengaruhi perilaku orang lain
Karakteristik pemimpin Karakteristik manajer
JIWA PIKIRAN
Visioner Pasional
Penuh gairah Berkonsultasi
Kreatif Persisten
Fleksibel Menyelesaikan masalah
Penuh inspirasi Berwatak keras

Kekuasaan Posisi

  • Kekuasaan yg sah, berasal dari manajemen formal dalam organisasi dan kekuasaan yg diberikan.
  • Kekuasaan penghargaan, merupakan hasil dari kekuasaan untuk memberikan penghargaan kepada orang lain.
  • Kekuasaan koersif, kekuasaan yg berasal dari kekuasaan untuk menghukum atau merekomendasikan hukuman.

Kekuasaan Pribadi

  • Kekuasaan ahli, berasal dari pengetahuan khusus atau keterampilan dalam tugas yg dikerjakan oleh para bawahan
  • Kekuasaan pengacu, berasal dari karakteristik yg membangkitkan pengenalan, rasa hormat dan kekaguman para bawahan serta keinginan untuk melebihi pemimpin

Karakteristik Kepemimpinan

  • Karakteristik (traits), karakteristik (characteristic) pribadi yang istimewa spt intelijensi, nilai2 & penampilan

Pemimpin Otoriter vs Demokratik

  • Pemimpin otoriter, pemimpin yg cenderung memusatkan otoritas & mengandalkan kekuasaan sah, penghargaan dan koersif untuk mengatur para bawahannya
  • Pemimpin demokratis, pemimpin yg mendelegasikan otoritas untuk orang lain, mendorong adanya partisipasi dan mengandalkan kekuasaan ahli serta kekuasaan pengacu untuk mengatur para bawahannya

Pendekatan Perilaku

  • Studi-studi Ohio State
  1. Pertimbangan, tipe perilaku yg mendeskripsikan sejauh mana pemimpin sensitif terhadap para bawahan, menghormati ide-ide & perasaan mereka, serta membangun kepercayaan mutual
  2. Struktur awal, tipe perilaku pemimpin yg mendeskripsikan sejauh mana pemimpin berorientasi pada tugas dan mengarahkan aktivitas-aktivitas kerja bawahan untuk mencapai tujuan

Studi-studi Michigan

  • Dimensi kepemimpinan, teori kepemimpinan dua dimensi yang mengukur perhatian pemimpin terhadap orang dan produksi

Figur Leadership Grid

Feature Leadership Grid

Pendekatan Kontijensi

  • Merupakan model kepemimpinan yg mendeskripsikan hubungan antara gaya kepemimpinan & situasi organisasional tertentu
  • TEORI KONTINJENSI FIEDLER, sejauh mana gaya pemimpin berorientasi pada hubungan atau tugas
  1. Pemimpin yang berorientasi pada hubungan
  2. Pemimpin yang berorientasi pada tugas

Situasi

  • Hubungan pemimpin-anggota, merujuk pada suasana kelompok & sikap anggota terhadap pemimpin & penerimaan pemimpin
  • Struktur tugas, sejauh mana tugas-tugas yang dikerjakan kelompok didefinisikan, melibatkan prosedur tertentu & memiliki tujuan yg jelas
  • Kekuasaan posisi, sejauh mana pemimpin memiliki kekuasaan formal atas para bawahan

2 hal agar bisa menggunakan Teori Kontinjensi

  • Pertama, pemimpin harus tahu ia memiliki gaya yg berorientasi pada hubungan atau gaya yang berorientasi pada tugas
  • Kedua, pemimpin harus mendiagnosis situasi & menentukan apakah hubungan pemimpin-anggota, struktur tugas & kekuasaan posisi yang ada menguntungkan atau tidak menguntungkan

Teori Situasional Hersey & Blanchard

  • Teori situasional, pendekatan kontinjensi terhadap kepemimpinan yang menghubungkan gaya perilaku pemimpin dengan kesiapan tugas para bawahan
  • Tingkat kesiapan rendah
  • Tingkat kesiapan sedang
  • Tingkat kesiapan tinggi
  • Tingkat kesiapan sangat tinggi

Teori Alur-Tujuan

  • Pendekatan kontinjensi kepemimpinan yang menjelaskan bahwa tanggung jawab pemimpin adalah meningkatkan motivasi para bawahan dengan mengklarifikasi perilaku yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas & mendapatkan penghargaan-penghargaan.

Peran-peran Pemimpin dalam Model Alur-Tujuan

Peran Pemimpin dalam Alur Tujuan

Perilaku Pemimpin

  • Kepemimpinan suportif, melibatkan perilaku pemimpin yang menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan & kebutuhan pribadi para bawahan
  • Kepemimpinan direktif, muncul ketika pemimpin memberitahu para bawahan apa yang harus mereka kerjakan
  • Kepemimpinan partisipatif, berarti memimpin berkonsultasi dengan para bawahannya tentang keputusan
  • Kepemimpinan yang berorientasi pada pencapaian, muncul ketika pemimpin menentukan tujuan yang jelas & menantang bagi para bawahan

Kontinjensi Situasional

  1. Karakteristik pribadi anggota kelompok
  2. Lingkungan kerja
  • Kegunaan penghargaan

Kontinjensi Situasional

Pengganti Kepemimpinan

  • Pengganti, variabel situasional yang membuat gaya kepemimpinan menjadi tidak ada gunanya atau berlebihan
  • Penetral, variabel situasional yang meniadakan gaya kepemimpinan dan mencegah pemimpin menampilkan perilaku-perilaku tertentu

Mengubah Kepemimpinan

  • Pemimpin transaksional, seorang pemimpin yang mengklarifikasi persyaratan peran dan tugas para bawahan, mengawali struktur, memberi penghargaan & menunjukkan perhatian terhadap para bawahan
  • Pemimpin karismatik, seorang pemimpin yang memiliki kemampuan untuk memotivasi para bawahan agar meningkatkan kinerja yang diharapkan
  • Pemimpin transformasional, seorang pemimpin yg dibedakan dg kemampuan khusus untuk mendatangkan inovasi & perubahan

Memimpin Lingkungan Kerja yang Baru

  • Tingkat 5 (Pemimpin Tingkat 5)

Membangun organisasi besar yg bertahan lama lewat kombinasi dari kerendahan hati pribadi & keputusan yg profesional

  • Tingkat 4 (Eksekutif Efektif)

Membangun komitmen luas pada visi yang jelas & memikat, menstimulasi org2 untuk menampilkan kinerja yg tinggi

  • Tingkat 3 (Manajer yang Kompeten)

Menentukan rencana & mengatur org2 untuk mengejar tujuan dg efisien & efektif

  • Tingkat 2, Anggota tim yang memberi Kontribusi

Memberi kontribusi terhadap pencapaian tujuan tim, bekerja secara efektif dengan orang lain dalam satu kelompok

  • Tingkat 1, Individu yang sangat cakap

Kontributor yg produktif; memberikan bakat, pengetahuan & kebiasaan kerja yg baik sbg seorang karyawan scr individual

  • Cara memimpin wanita
  • Kepemimpinan interaktif, gaya kepemimpinan yg diberi ciri oleh nilai2 seperti pengikutsertaan, kolaborasi, pembangunan hubungan & perhatian
  • Kepemimpinan virtual
  • Kepemimpinan pelayan, seorang pemimpin yg bekerja untuk memenuhi kebutuhan2 & tujuan2 para bawahan & mencapai misi organisasi yg lebih besar

Gaya Kepemimpinan dalam Konteks TQM

  • Gaya kepemimpinan yang tepat dalam konteks TQM adalah kepemimpinan partisipatif yang lebih tinggi tingkatannya. Kepemimpinan partisipatif dalam pandangan tradisional meliputi usaha mencari masukan dari karyawan, sedangkan dalam pandangan TQM, meliputi upaya mencari masukan dari karyawan yang diverdayakan, mempertimbangkan masukan tersebut, dan bertindak berdasarkan masukan itu. Jadi, perbedaan utamanya adalah pada pemberdayaan karyawan.

10 Steps Reading English

  1. Step One, Understand the difference between point and support

A good reader looks for an author’s point and the support for that point. The point of a paragraph or reading selection is also known as the main idea. The terms “point” and “main idea” means the same thing.

Point = an idea or opinion.

Support = the evidence that backs up this opinion.

A good reader x-rays a reading selection by asking, “What is the point (main idea)?

What is the support for the point (main idea)?


  1. Step Two, Supporting Details

Supporting details are reasons, examples, facts, steps, or other kinds of evidence that explain a main idea. A skilled reader is one who looks for the main idea or point of a selection as well as the support for that main idea. Ask yourself, “What is the point of a selection?” as well as “What support is offered for the point?” Then use outlining and mapping as ways to set off clearly the main idea and its support. The very act of outlining or mapping helps you deepen your understanding of a selection.

Addition words:

One, For One Thing, In Addition, First of all, Another, Last, Second, Also, Finally.

An outline is made up of a main idea followed by a numbered list of the key supporting details.

A Helpful Outlining Tip: Look For List Words

  1. Several Kinds of.
  2. A few reasons.
  3. A series of.
  4. Four steps.
  5. Several Advantages.
  6. Various causes.
  7. A number of effects.
  8. Three Factors.
  9. Among the Results.

Maps are highly visual outlines that use circles, boxes or other shapes to set off a main idea and its supporting details.


  1. Step Three, Implied Main Ideas

Sometimes a main idea in a selection is implied-only suggested by the supporting details and not clearly stated in one sentence. To figure out an implied main idea, you must look at the supporting details.

Hints for identifying the topic and implied main idea:

  • Look for repeated words
  • Mark major supporting details. Major details are often signaled by addition words:

One, For one thing, In addition, First of all, Another, Last, Second, Also, Finally

Implied Main Ideas in Longer Passages

At times you may need to figure out on your own an author’s unstated central idea (also called a thesis) in a longer passage. To find an implied central idea in a longer passage, ask the same questions that help you find main ideas in paragraphs:

  1. What is the passage about? (What is the topic?)
  2. What is the point the author is making about that topic?

When you think you know the central idea, you can test it by asking, “Does all or most of the material in the passage support this idea?”


Step Four, Relationship I

Writers use transitions and patterns of organization to make their ideas clear. Two common patterns of organization are the list of items pattern and the time order pattern. When authors use addition relationships, they present a list or series of reasons, examples, or other details that support an idea. The items have no time order, but are listed in whatever order the author prefers. When authors discuss a series of events or steps, they usually present them in the order in which they happen. This results in a time order.

Transition = words, which connect the two or more ideas, example: Moreover

To show relationship between main ideas, we use Addition Words, example:

One, First (of all), Second(ly), Third(ly), To begin with, For one thing, Other, Another, Also, In addition, Next, Moreover, Further, Furthermore, Last (of all), Finally(ly)

The list of items pattern

=> Time words

Before, Previously, First (of all), Second(ly), Now, Later, After, Following, When, While, During, As (soon as), Until, Often, Eventually, Last (of all), in 1991, Within a week


Step Five, relationship II

Illustration => indicates that an author provide one or more example to develop and clarify a given idea.

Words that show illustration:

(For) example, (For) instance, such as, including, specifically, to be specific, (as an) illustration, to illustrate, one, once

Problem Solution =>

Problem: Many people who need to exercise suffer from joint problems that make walking, jogging, or running painful.

Solution: Swimming is a low-impact form of exercise that provides an excellent cardiovascular workout for people who experience joint pain.

Cause-Effect => signal that the author is explaining the reason happens or something happens

Words that show cause and effect:

Therefore, thus, (as a) consequence, consequently, so, (as a) result, results in, leads (led) to, owing to, effect, cause, if…then, because (of), reason, explanation, accordingly

Comparison-Contrast => comparison words signal similarities, author uses it to show the second idea is like the first one or someway

Words that show comparison:

(Just) as, (Just) like, alike, same, both, equally, resemble, likewise, in like fashion, in like manner, similar(ly), similarity, in a similar fashion, in a similar manner, (in) the same way, (in) common

Contrast words signal that an author points out differences between subjects. They differ in one or more ways and inform us that something is going to differ from what we might expect.

Words that show contrast:

But, yet, however, although, instead (of), in contrast, on the other hand, (on the) contrary, even though, as opposed to, in spite of, despite, difference, different(ly), differ (from), unlike

Summarize

Definitions & examples: Textbook authors often take time to include key definitions of important terms (often setting them off in italic or boldface) and examples of those definitions.

Comparison and/or contrast: Authors often discuss how two things are alike or how they are different, or both.

Cause & effect: Authors often discuss the reasons why something happens or the effects of something that has happened.

Problem & solution: authors may state a problem (a negative situation) and then offer a solution.


Step Six, Inferences

Many important ideas in reading are not stated directly, but must be inferred. To make inferences about implied ideas, use the information provided as well as your own experience and logic.

Guidelines for making inferences in Reading:

  1. Never lose sight of the available information.
  2. Use your background information and experience to help you in making inferences.
  3. Consider the alternatives.

Inferences in Literature

Simile-a comparison introduced with like, as, or as if.

Metaphor- an implied comparison, with like, as, or as if omitted.

Example of metaphor/

  1. The movie was a bomb.
  2. The candidate waded into a sea of people to shake hands.
  3. Her disapproval was an ice pick to my heart.

Step Seven, Purpose & Tone

Authors write with a reason in mind and you can better evaluate their ideas by determining what that reason is. The author’s reason for writing is also called the PURPOSE of a selection.

Three common purposes:

  1. To inform-to give information about a subject.
  2. To persuade-to convince the reader to agree with the author’s point of view on a subject.
  3. To entertain-to amuse and delight; to appeal to the reader’s senses and imagination.

A writer’s tone reveals the attitude that he or she has toward a subject. Tone is expressed through the words and details the writer selects. Understanding tone is an important part of understanding what an author has written.

Two examples of tone:

  1. “I hate this job. The customers are rude, the managers are idiots, and the food smells like dog chow.” The tone is bitter and angry.
  1. “I love working at Burger Barn. I meet interesting people, earn extra money, and get to eat all the chicken nuggets i want when i go on break.” The tone is enthusiastic and positive.

One commonly used tone is that of IRONY. IRONY involves a contrast between expectations and reality. This contrast is often humorous. Both language and situations can be ironic.

Sarcasm-a form of verbal irony.

Example/

  1. A telemarketer interrupts you in the middle of dinner. You say to him, “I am so glad you have called. I hate eating dinner while it is still hot.”
  2. A friend asks how you like your new boss. You reply, “He is great. It is refreshing working for someone who has half my IQ.”

IN SUMMARY

* Part of reading critically is to be aware of the author’s purpose and tone.

* The author’s purpose is the reason why he or she writes. Three common purposes are to inform, to persuade, and to entertain.

Tone is the expression of the author’s attitude and feeling about a subject. A writer’s tone might be objective-the case in most textbook writing-or it might be lighthearted, sympathetic, angry, affectionate, respectful, or any of the other tones.

One important tone to recognize is irony: saying one thing but meaning the opposite.


Step Eight, Argument

A good argument is made up of a point or a conclusion and logical evidence to back it up. To critically read an argument, you must recognize the point the author is making. To think through an argument, you need to decide if each piece of evidence is relevant and to decide if the author’s support is adequate.

  1. Recognize the POINT the author is making.
  2. Decide if the author’s support is RELEVANT.
  3. Decide if the author’s support is ADEQUATE.

The Basics of Argument: Point & Support

Point: Evidence suggests that men are more romantic than women.

  1. Studies indicate that men fall in love more easily than women, whereas women fall out of love more easily than men.
  2. In interviews, women are more likely than men to say they would marry someone they did not love.
  3. Research shows that men hold more romantic beliefs-such as “Love lasts forever.” -than women do.

Relevant Support = support that really applies to the point.

Point: Despite their fearsome image, sharks have more to fear from human than humans do from sharks.

=> Shark-fin soup is considered a great delicacy in the Far East and hundreds of thousands of sharks have been slaughtered imply for their fins.

Adequate Support = support that is substantial enough to prove the point.


Step Nine, Critical Reading

Critical readers evaluate an author’s support for a point and determine whether that support is solid or not. Critical reading includes the following three abilities:

Separating fact from opinion

Fact = information that can be proved true through objective evidence.

Example: at least four out of five adults will experience lower back pain at some point in their lives.

Opinion = a belief, judgment, or conclusion that cannot be objectively proved true.

Example: the best treatment for lower back pain is physical therapy.

Detecting propaganda

Advertisers, salespeople, and politicians often try to promote their points by appealing to our emotions rather than our powers of reason. To do so, they practice six common propaganda techniques:

  1. Transfer = products or candidates try to associate themselves with something that people admire or love.
  2. Bandwagon = a particular activity or cause that has suddenly become fashionable or popular.
  3. Testimonial = a formal statement testifying to someone’s character and qualifications.
  4. Plain Folks = a form of propaganda and is also a fallacy. By using the plain-folks technique, speakers attempt to convince their audience that they, and their ideas, are “of the people.” The device is used by advertisers and politicians alike.
  5. Name Calling = abusive or insulting language referring to a person or group, a verbal abuse.
  6. Glittering Generalities = A glittering generality (also called glowing generality) is an emotionally appealing phrase so closely associated with highly valued concepts and beliefs that it carries conviction without supporting information or reason. Such highly valued concepts attract general approval and acclaim. Their appeal is to emotions such as love of country and home, and desire for peace, freedom, glory, and honor. They ask for approval without examination of the reason. They are typically used by politicians and propagandists.

Recognizing errors in reasoning

Politicians and others are at times guilty of errors in reasoning – fallacies – that take the place of the real support needed in an argument. Such fallacies include:

  • Circular Reasoning = the supporting reason is really the same as the conclusion.

Example/ Alan Gordon is a great manager because he is so wonderful at managing.

  • False cause = to assume that because event B follows event A, event B was caused by event A.

Example/ My favorite TV show was moved to a different time slot this season. No wonder it is now getting canceled.

Fallacies that ignore the issue = circular reasoning, personal attack, straw man.

Fallacies that oversimplify the issue = false cause, false comparison, either-or.


Step Ten, Active Reading & Study

  • Ask yourself, “What is the point?” and “What is the support for the point?”
  • Pay close attention to titles, other headings, and also mark off definitions, examples, and enumerations.
  • Active readers often have a pen in hand as they read so they can mark off what seem to be the important ideas.
  • The act of writing answers to the basic questions helps an active reader study, master, and remember the material.
  • Active readers often use a reading study system. In a nutshell, they preview a selection first; then they read and mark off what seem to be the important ideas; next, they take written notes on that material; and finally, they recite their notes until they can remember them.

A textbook study system

  1. Read the material, looking for the main points and supports.
  2. Take written notes on the main points and supports.

A detailed Study System

The Four Steps of PRWR:

  1. Preview the chapter to get a general overview and “a lay of the land” before you start reading.
  2. Read and underline or otherwise mark what seem to be the important ideas in the chapter.
  3. Write (or type into your computer) study notes on the chapter.
  4. Recite your study notes until you can say them to yourself without looking at them.

10 websites to help improve your grammar

Grammar is an essential part of writing, as it helps to convey the message or idea you are trying to get across. That being said, most writers might agree that their grammar skills could use a little freshening up from time to time. Luckily there are various websites that exist strictly for the purpose of improving one’s grammar. If you are a writer looking to improve your grammar, be sure to check out the following sites.

WritingForward – This blog, which was created by a passionate writer, offers tons of posts on creative writing, grammar, and more. It helps writers of all kinds get ideas flowing so they always perform their best. This site also has exercises that help you brush up on your grammar and writing skills.

GrammarBook – Looking for a great site that will help you improve your grammar? Look no further than this informative site, which offers free grammar rules, fun quizzes, and a blog with lots of tips on all things writing.

Grammarly – This innovative website acts as an automated proofreader and professional grammar coach. It checks your writing for spelling and grammar errors, as well as plagiarism, so you are always sure to create the best work possible. Writers of all kinds can definitely benefit from this site.

PurdueOnlineWritingLab – The Purdue Online Writing Lab (OWL) is a helpful site that features over 200 free resources. Advance your knowledge in areas such as grammar and mechanics and learn about various writing styles. If you are interested in improving your grammar, this site can help.

GrammarBlog – If you are looking for a refreshing take on grammar, this site is perfect for you. It pokes fun of common grammar mistakes that people make every day, which can instantly put a smile on any writer’s face. Although this site doesn’t necessarily teach grammar, it does show you what not to do when you are writing.

LousyWriter – This cool site has tons of tips that will help you become a better writer. It features sections on grammar, writing styles, parts of speech, misused words, punctuation, capitalization, and more. You can also find blog posts, podcasts, and video tutorials that help you improve your grammar.

DailyGrammar – Anyone looking to brush up on their grammar skills should visit this site. It offers lots of simplified lessons and quizzes that make it easy to improve your grammar in many different ways.

ChicagoManualOfStyle – If you work with words, you may want to take some time to check out this helpful site. It features a forum where writers can correspond with one another and ask questions. You can also use several tools that help you proofread and polish your work.

GrammarGirl – Looking for an easy-to-use website that offers tips and tricks on all things writing? If so, you need to explore this site. It helps with grammar, word usage, punctuation, and more. In addition to all the helpful writing hints, there is also a free newsletter that you can subscribe to.

Dr.Grammar – This website, which was created by the University of Northern Iowa’s Department of Languages and Literature, is an excellent resource for writers looking to improve their grammar. With lots of frequently asked questions and helpful tips in many areas, you are sure to find some help on this site.

Improving your grammar is easy if you take the time to visit these sites. They all offer helpful ideas, tips, and tricks that are sure to make you a better writer in no time at all.

Guest post from Sam Landon. Sam writes for CarInsurance.org

Source