Benchmarking & ISO 9001/14000

  • Patok duga merupakan proses membandingkan & mengukur operasi suatu organisasi atau proses internalnya dengan operasi atau proses dari kinerja terbaik dalam kelasnya yang berasal dari dalam atau luar organisasi.

 4 Faktor Kunci

  • Proses berkesinambungan.
  • Pengukuran.
  • Produk, jasa dan praktik.
  • Perusahaan terkenal sebagai pemimpin industry dunia.

 4 Jenis Patok Duga

  • Internal benchmarking = membandingkan operasi diantara fungsi2 dalam organisasi itu sendiri.
  • Competitibe benchmarking = memposisikan produk perusahaan terhadap produk pesaing
  • Functional benchmarking = investigasi pada perusahaan2 yg unggul dalam industry tdk sejenis.
  • Generic benchmarking = fungsi bisnis & proses adalah sama tanpa mempedulikan ketidakserupaan / ketidakjenisan di antara industri2

Patok duga sebagai perbaikan Kualitas

  1. Identifikasi proses & praktik manufaktur serta operasi lainnya yg membutuhkan perbaikan.
  2. Mencari perusahaan lain yg sukses dlm melakukan operasi yang hamper sama.
  3. Melakukan pengamatan & pengukuran secara terperinci mengenai bagaimana perusahaan yg sukses melakukan aktivitas & proses operasinya.
  4. Melakukan patok duga untuk perbaikan prosesnya dengan mengubah focus organisasi & mengembangkan keterampilan para manajer & karyawan.

 Proses patok duga

  • Perencanaan
  • Analisis
  • Integrasi
  • Implementasi
  • Fase kematangan

 ISO 9000

  • Seri ISO 9000 adalah suatu system terpadu untuk mengoptimalkan efektivitas mutu suatu perusahaan dg menciptakan sebuah kerangka kerja untuk peningkatan berkesinambungan.
  • Tujuan ISO:
  1. Organisasi mencapai & mempertahankan kualitas produk/jasa yg dihasilkan.
  2. Organisasi memberi keyakinan pd pihak manajemen sendiri bahwa kualitas telah dicapai & dapat dipertahankan.
  3. Organisasi memberi keyakinan pd pihak pembeli bahwa kualitas yg dimaksudkan itu telah atau akan dicapai dlm produk atau jasa yg dijual.

Macam-macam ISO

  • ISO 9001 = model system jaminan kualitas dalam desain / pengembangan produksi, instalasi dan pelayanan.
  • ISO 9002 = model system jaminan kualitas dalam produksi dan instalasi.
  • ISO 9003 = model system jaminan kualitas dalam inspeksi dan pengujian akhir.

 4 jenis dokumen untuk memenuhi persyaratan registrasi

  • Manual Kualitas (dokumen tingkat I) = dokumen strategis yg berisi persyaratan kebijaksanaan kualitas yg dikeluarkan manajemen.
  • Prosedur-prosedur (dokumen tingkat II) = prosedur tertulis untuk mencapai kebijaksanaan kualitas yang telah dinyatakan dalam dokumen tingkat I.
  • Instruksi-instruksi (dokumen tingkat III) = dokumen operasional, berisi instruksi2 tertulis yang dikeluarkan sbg bagian dari implementasi prosedur2 yg ada dlm dokumen tingkat II.
  • Formulir-formulir (dokumen tingkat IV) = dokumen database, berisi catatan2 kualitas.

Strategi Memperoleh ISO 9000

  1. Komitmen manajemen puncak.
  2. Membentuk komite pengarah / coordinator ISO.
  3. Mempelajari standar & menilai kebutuhan ISO.
  4. Melakukan pelatihan terhadap semua staf organisasi.
  5. Memulai tinjauan ulang manajemen.
  6. Identifikasi kebijaksanaan kualitas, prosedur & instruksi yang dibutuhkan yg dituangkan dalam dokumen tertulis.
  7. Implementasi system manajemen kualitas ISO itu.
  8. Audit system kualitas perusahaan.
  9. Memilih registrar.
  10. Registrasi.

Memilih badan sertifikasi ISO

  • Badan sertifikasi ISO = perusahaan yang memiliki wewenang dalam menerbitkan ISO 9001 dg ketentuan yg telah dibuat o/ International Organization of Standarization.
  • Badan sertifikasi bisa dari dalam & luar negeri. Bedanya? harus memilih yang mana?
  • Apa Badan Sertifikasi yang disarankan?

 Manfaat Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO untuk Pimpinan Puncak

  • Menjadi alat powerful untuk mengukur performa perusahaan.
  • 5 parameter untuk mengukur kinerja perusahaan:
  1. Survey kepuasan pelanggan
  2. Keluhan pelanggan.
  3. Audit internal.
  4. Pengendalian produk tidak sesuai.
  5. Pencapaian sasaran mutu.

ISO 14000

  • Merupakan standar system manajemen lingkungan untuk menjaga kelestarian lingkungan akibat dari suatu kegiatan perusahaan.

Management Representative

  • Merupakan tokoh sentral yang akan menentukan berhasil atau tidaknya penerapan system manajemen mutu di perusahaan Anda.
  • MR haruslah orang yg berada pada internal perusahaan pada jabatan manajerial.
  • Penunjukkan MR harus dilengkapi dengan surat penunjukkan resmi.
  • MR haruslah org yg paling memahami keseluruhan proses & disegani.

 Tugas & Tanggung Jawab MR

  • Berkoordinasi dengan Badan Sertifikasi
  • Mewakili manajemen selama sertifikasi dan audit surveillance
  • Mempromosikan kesadaran tentang persyaratan pelanggan
  • Menyiapkan dan merevisi dokumen (Manual yaitu Kualitas, Prosedur sistem mutu dan dokumentasi lainnya).
  • Memastikan kepatuhan semua fungsi sesuai standar ISO 9001:2000.
  • Mempersiapkan Tinjauan Manajemen Jadwal Pertemuan dan melakukan Rapat Management Review
  • Mengukur & Mengawasi kinerja proses.
  • Melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan yang diperlukan.
  • Review Kebijakan mutu secara berkala

Kriteria seorang MR

  • Pengetahuan yang kuat tentang persyaratan ISO.
  • Pengetahuan yg luas tentang operasi perusahaan & system manajemen mutu.
  • Kemampuan untuk mendengarkan & mempengaruhi.
  • Kemampuan untuk meringkas informasi & berkomunikasi secara efektif.
  • Manajemen proyek & keterampilan organisasi.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s