Archive | August 2015

Dasar-dasar Perilaku Individu

Kecerdasan & Kemampuan

Kecerdasan, karakteristik yang dibawa individu ketika mereka bergabung dalam suatu organisasi.

Suatu organisasi biasanya mempekerjakan individu cerdas yang dapat mereka temukan.

Kemampuan => kapasitas seorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan.

Setiap individu memiliki kekuatan dan kelemahan dalam kemampuan yang membuatnya lebih unggul atau kurang unggul dibandingkan individu lain dalam melakukan tugas atau aktivitas tertentu.


Kemampuan Intelektual & Fisik

Kemampuan intelektual merupakan kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas mental-berpikir, menalar, dan memecahkan masalah. Contoh: test IQ.

Kemampuan fisik merupakan kemampuan melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina, keterampilan, kekuatan, dan karakteristik serupa.

Kemampuan intelektual atau fisik tertentu yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan dengan memadai bergantung pada persyaratan kemampuan dari pekerjaan tersebut.

Contoh: Eksekutif senior membutuhkan kemampuan verbal, petugas penjaga pantai membutuhkan koordinasi tubuh yang baik.

Dimensi Deskripsi Contoh Pekerjaan
Kecerdasan angka Kemampuan melakukan aritmatika dg cepat & akurat Akuntan: Menghitung pajak penjualan pada serangkaian barang
Pemahaman verbal Kemampuan memahami apa yang dibaca atau didengar dan hubungan antara kata-kata Manajer pabrik: mengikuti kebijakan perusahaan pada perekrutan
Kecepatan persepsi Kemampuan mengidentifikasi kemiripan & perbedaan visual secara cepat & akurat Penyelidik kebakaran: mengidentifikasi petunjuk untuk mendukung tuntutan pembakaran secara sengaja
Penalaran induktif Kemampuan mengidentifikasi urutan logis dalam sebuah masalah dan kemudian memecahkan masalah tersebut Periset pasar: meramalkan permintaan untuk sebuah produk pada periode waktu selanjutnya
Penalaran deduktif Kemampuan menggunakan logika dan menilai implikasi dari sebuah argument Pengawas: memilih antara dua saran berbeda yang ditawarkan oleh karyawan
Visualisasi spasial Kemampuan membayangkan bagaimana semua objek akan terlihat bila posisinya dalam ruang diubah Dekorator interior: mendekorasi ulang sebuah kantor
Daya ingat Kemampuan menyimpan dan mengingat masa lalu Tenaga penjual: mengingat nama-nama pelanggan

Pembagian Kecerdasan

Kecerdasan kognitif (otak), kecerdasan yang telah lama diliput oleh test-test kecerdasan tradisional.

Kecerdasan social, kemampuan seseorang untuk berhubungan secara efektif dengan individu lain.

Kecerdasan emosional, kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, dan mengelola emosi.

Kecerdasan kultural, kesadaran akan perbedaan-perbedaan lintas kultural dan kemampuan untuk berfungsi secara berhasil dalam situasi lintas kultural.

Multi kecerdasan, kecerdasan mengandung 4 sub bagian: kognitif, social, emosional, dan kultural.

Karakteristik Biografis

Merupakan karakteristik perseorangan-seperti usia, gender, ras, dan masa jabatan-yang diperoleh secara mudah dan objektif dari arsip pribadi seseorang.

Usia berkaitan dengan kinerja, alasan:

  1. Terdapat kepercayaan yang luas bahwa kinerja menurun seiring bertambahnya usia
  2. Kenyataan bahwa angkatan kerja menua.
  3. Pensiun karena factor usia.

Gender.

Kaitan gender dengan penerimaan peraturan dan otoritas atasan.

Kaitan gender dengan frekuensi mangkir.

Ras, warisan biologis yg digunakan individu u/ mengidentifikasi diri mereka sendiri.

Keadilan dalam ras:

1.Dalam situasi pekerjaan, terdapat kecenderungan bagi individu untuk lebih menyukai rekan-rekan dari ras mereka sendiri dalam evaluasi kinerja, keputusan promosi, dan kenaikan gaji.

2.Terdapat sikap-sikap yang berbeda secara substansial terhadap tindakan afirmatif. (tindakan afirmatif => kebijaksanaan yg diambil agar kelompok tertentu memperoleh peluang yg setara dg kelompok lain di bidang yg sama)

3.Perbedaan perlakuan karena alasan perbedaan ras.

Masa Jabatan.

Kaitan masa jabatan dengan produktivitas?

Kaitan masa jabatan dengan ketidakhadiran?

Kaitan masa jabatan dengan kepuasan kerja?

Pembelajaran

Merupakan setiap perubahan perilaku yang relative permanen, terjadi sebagai hasil dari pengalaman.

Pembelajaran terjadi setiap waktu.

Pembelajaran terjadi ketika seorang individu berperilaku, bereaksi, dan merespons sebagai hasil dari pengalaman dengan suatu cara yang berbeda dari caranya berperilaku sebelumnya.

  1. Pembelajaran melibatkan perubahan.
  2. Perubahan haruslah mendarah daging.
  3. Beberapa bentuk pengalaman diperlukan untuk pembelajaran.

Teori Pembelajaran

Pengondisian klasik, pengondisian dimana individu merespons beberapa stimulus yg tidak biasa dan menghasilkan respons baru.

Contoh: penelitian tentang reaksi anjing terhadap daging dan bel

Rangsangan tidak berkondisi => daging

Respons tidak berkondisi => peningkatan nyata dalam pengeluaran air liur

Rangsangan berkondisi => bel (rangsangan buatan)

Respons berkondisi => perilaku dari anjing, mengeluarkan air liur sebagai reaksi terhadap bel

Pengkondisian klasik lain contoh lagu Natal dengan hari libur

Pengondisian operant, pengondisian dimana perilaku suka rela yang diharapkan menghasilkan penghargaan atau mencegah sebuah hukuman.

Penegasan akan memperkuat sebuah perilaku dan meningkatkan kemungkinan perilaku tersebut diulangi.

Paham perilaku, teori yang menyatakan bahwa perilaku mengikuti rangsangan dalam cara yang relative tidak terpikirkan

Pembelajaran social, pandangan bahwa orang-orang dapat belajar melalui pengamatan dan pengalaman langsung.

4 proses untuk menentukan pengaruh sebuah model pada individu:

  1. Proses perhatian
  2. Proses penyimpanan.
  3. Proses reproduksi motor.
  4. Proses penegasan.

Pembentukan Perilaku

Merupakan penegasan urutan langkah yang menggerakkan seorang individu lebih dekat kepada respons yang diharapkan.

Metode pembentukan perilaku:

1.Penegasan positif, menindaklanjuti respons dengan sesuatu yang menyenangkan.

2.Penegasan negative, menindaklanjuti respons dengan penghentian atau penarikan sesuatu yang tidak menyenangkan.

3.Hukuman, menyebabkan suatu kondisi tidak menyenangkan dalam upaya menghilangkan perilaku yang tidak diharapkan.

4.Peniadaan, menghapuskan semua penegasan yang mempertahankan sebuah perilaku.

Jadwal penegasan

1.Penegasan berkesinambungan, menegaskan perilaku yang diharapkan setiap kali dan setiap waktu penegasan tersebut dilakukan.

2.Penegasan berkala, menegaskan suatu perilaku yang diinginkan yang cukup sering menyebabkan perilaku tersebut diulangi, namun tidak setiap saat ditunjukkan.

a.Jadwal interval tetap, memberi jarak penghargaan pada interval waktu yg seragam. Contoh: gaji bulanan.

b.Jadwal interval variable, mendistribusikan penghargaan pada waktu sedemikian sehingga penegasan tsbt tdk dpt diprediksikan. Contoh: quiz dadakan.

c.Jadwal rasio tetap, mencetuskan penghargaan setelah sejumlah respon yg konstan. Contoh: rencana insentif tariff-per-buah.

d.Jadwal rasio variable, memvariasikan penghargaan secara relative trhdp perilaku individu. Contoh: tenaga penjualan yg memperoleh imbalan kerja berdasar komisi.

Modifikasi Perilaku (Mod PO)

Merupakan penerapan atas konsep penegasan kepada individu dalam situasi kerja.

Tidak semua hal yang dilakukan oleh seorang karyawan memiliki pengaruh kuat terhadap kinerja. Langkah-langkah dalam penerapan Mod PO:

1.Mengidentifikasi perilaku penting yang memiliki dampak signifikan terhadap kinerja karyawan.

2.Membutuhkan manajer untuk mengembangkan sejumlah data kinerja lini dasar.

3.Melakukan analisis fungsionalitas untuk mengidentifikasi kemungkinan atau konsekuensi perilaku dari kinerja.

4.Mengevaluasi perbaikan kinerja.

Jadwal Penegasan Sifat Penegasan Pengaruh pada Perilaku Contoh
Berkesinambungan Penghargaan diberikan setelah setiap perilaku yang diharapkan Pembelajaran secara cepat terhadap perilaku yang baru tetapi lenyap dengan cepat Pujian
Interval tetap Penghargaan diberikan pada interval waktu yang tetap Kinerja rata-rata dan tidak teratur dan lenyap dengan cepat Bayaran mingguan
Interval variable Penghargaan diberikan pada interval waktu yang variable Kinerja yang cukup tinggi dan stabil dan lenyap dengan lambat Kuis dadakan
Rasio tetap Penghargaan diberikan pada jumlah hasil secara tetap Kinerja tinggi dan stabil didapat dengan cepat tetapi juga lenyap dengan cepat Bayaran tariff per buah
Rasio variabel Penghargaan diberikan pada jumlah hasil yang variable Kinerja sangat tinggi dan lenyap dengan lambat Penjualan berdasarkan komisi

Masalah dengan Mod PO & Teori Penegasan

Mod PO tidak selalu cara terbaik u/ memberikan penghargaan kpd individu.

Adanya riset yg menunjukkan bahwa pikiran & perasaan dg segera mengikuti rangsangan lingkungan, bahkan terhadap rangsangan yg secara eksplisit ditujukan u/ membentuk perilaku.

Contoh: Mahasiswa yg kontras keaktifannya. Dari sisi dosen dianggap bagus, tetapi dari sisi temannya bisa dianggap sbg “penjilat”

Kesimpulan

Tiga variable individual:

KEMAMPUAN

1.Sebuah proses seleksi yang efektif akan meningkatkan kesesuaian tersebut.

2.Keputusan promosi dan pemindahan yang memengaruhi individu yang telah bekerja dalam organisasi harus mencerminkan kemampuan kandidat.

3.Kesesuaian tersebut dapat ditingkatkan dengan melakukan penyesuaian kecil agar pekerjaan dapat lebih sesuai dg kemampuan pemegang pekerjaan.

KARAKTERISTIK BIOGRAFIS

Para manajer bisa mengobservasi karakteristik biografis namun bukan berarti bahwa mereka harus menggunakannya secara eksplisit dalam keputusan manajemen.

PEMBELAJARAN

Semua perubahan yang dapat diamati dalam perilaku adalah bukti langsung bahwa pembelajaran telah terjadi. Dengan demikian, para manajer disarankan untuk menggunakan penegasan daripada hukuman.

Apakah Perilaku organisasi itu?

Apa yang dilakukan oleh manajer?

  • Para manajer tidak bisa hanya berhasil dalam keahlian-keahlian teknis. Mereka juga harus mempunyai keahlian personal yang bagus.
  • Manajer => individu yang mencapai tujuan melalui orang lain.
  • Organisasi => sebuah unit social yang dikoordinasi secara sadar, terdiri atas 2 orang atau lebih, dan berfungsi dalam suatu dasar yang relative secara terus-menerus guna mencapai satu atau serangkaian tujuan bersama.

Fungsi manajemen (Tugas Manajer)

  • Perencanaan => proses yg meliputi pendefinisian tujuan suatu organisasi, penentuan strategi keseluruhan untuk mencapai tujuan tersebut, dan pengembangan serangkaian rencana komprehensif untuk menggabung dan mengoordinasi berbagai aktivitas.
  • Pengorganisasian => proses yg meliputi penentuan tugas yg hrs dikerjakan, siapa yg mengerjakan tugas tsb, bgmn tugas tsb dikelompokkan, siapa melapor kpd siapa, dan dmn keputusan-keputusan dibuat.
  • Kepemimpinan => proses yg mencakup pemberian motivasi karyawan, pengaturan org, pemilihan saluran komunikasi yg paling efektif, dan penyelesaian konflik.
  • Pengendalian => memantau aktivitas untuk memastikan aktivitas tsb diselesaikan spt yg telah direncanakan & membetulkan penyimpangan yg signifikan.

Peran Manajemen

  • Peran antarpersonal => tokoh utama, kepemimpinan, penghubung
  • Peran informasional => Pemantau, penyebar, juru bicara
  • Peran pengambil keputusan => kewirausahaan, penyelesai masalah, pengalokasi sumber daya, negosiator

Keahlian Manajemen

  • Keahlian teknis => kemampuan menerapkan pengetahuan atau keahlian khusus
  • Keahlian personal => kemampuan untuk bekerja sama, memahami, dan memotivasi orang lain, baik secara individual maupun dalam kelompok
  • Keahlian konseptual => kemampuan mental untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi-situasi rumit

Manajer terlibat dalam aktivitas manajerial: Manajemen tradisional, Komunikasi, MSDM, Pembangunan Jaringan.

Aktivitas manajerial yang sukses? (promosi)

Aktivitas manajerial yang efektif? (kualitas & kuantitas kerja)

Perilaku Organisasi (PO)

  • Merupakan sebuah bidang studi yang menyelidiki pengaruh yang dimiliki oleh individu, kelompok, dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi, yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan semacam ini guna meningkatkan keefektifan suatu organisasi.
  • Pada umumnya, perilaku bisa ditebak, dan studi sistematis perilaku merupakan alat untuk membuat prediksi yang akurat & pantas.
  • Studi sistematis => memperhatikan hubungan-hubungan, berusaha mengaitkan sebab & akibat, dan mengambil kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah.
  • Intuisi => perasaan instingtif yang tidak selalu didukung oleh penelitian.

Disiplin ilmu yang mendukung Perilaku Organisasi

  • Psikologi => ilmu pengetahuan yg berusaha mengukur, menjelaskan, dan terkadang mengubah perilaku manusia dan mahluk lain.
  • Psikologi social => bidang dalam psikologi yg memadukan konsep dari psikologi & sosiologi serta berfokus pada pengaruh seseorang terhadap orang lainnya.
  • Sosiologi => studi tentang manusia dalam kaitannya dengan lingkungan social dan kultur mereka.
  • Antropologi => studi kemasyarakatan untuk mempelajari manusia dan aktivitas-aktivitas mereka.

Hal Mutlak dalam PO

  • Konsep PO harus mencerminkan kondisi yang situasional atau mempunyai banyak kemungkinan. Misal: kita bisa mengatakan bahwa x menghasilkan y, tetapi dalam kondisi yang ditentukan dalam z.
  • Variabel kontinjensi (uncertain variable)=> factor-factor situasional: variabel yang meninjau hubungan antara dua variable atau lebih.
  • Contoh: Tidak semua individu menyukai pekerjaan yg menantang (konsep umum), ada juga individu yg menyukai pekerjaan yg bervariasi ataupun rutin dilakukan.

Tantangan dan Peluang untuk PO

  • MERESPONS Globalisasi:

1.Penugasan luar negeri yang meningkat

2.Bekerja dengan individu-individu dari kultur berbeda

3.Memantau perpindahan pekerjaan ke Negara-Negara yg mempunyai tenaga kerja berbiaya rendah

4.Mengatur individu selama perang melawan teror berlangsung

  • MENGELOLA KESERAGAMAN ANGKATAN KERJA:

Keseragaman angkatan kerja => konsep bahwa organisasi menjadi semakin heterogen dalam hal gender, usia, ras, etnik, orientasi seksual, dan keterlibatan berbagai kelompok lain.

1.Menerima keragaman

2.Perubahan pada demografis

3.Implikasi

Meningkatkan Kualitas & produktivitas

Ahli manajemen, Tom Peters berkata “Hampir semua peningkatan kualitas berasal dari penyederhanaan desain, manufaktur, susunan, proses & prosedur”. Untuk mencapai tujuan ini, para manajer mengimplementasikan program-program spt manajemen kualitas & perencanaan ulang proses-program yg membutuhkan keterlibatan karyawan yg ekstensif.

  • Merespon kurangnya tenaga kerja (disebabkan o/ angka kelahiran & tingkat partisipasi tenaga kerja)

Kebanyakan organisasi mengalami kegagalan karena karyawannya gagal menyenangkan pelanggan. Jadi, manajemen harus menciptakan sebuah kultur yg responsive terhadap pelanggan

MENINGKATKAN LAYANAN PELANGGAN

  • DI Negara maju, mayoritas perusahaan bergerak di industry jasa.
  • Di Negara berkembang, mayoritas perusahaan bergerak di industry manufaktur
  • Karakteristik perusahaan jasa & manufaktur?
  • Contoh: Seorang yang dokumennya tertinggal di restoran akhir nya menjadi pelanggan setia karena masalah nya terselesaikan dengan cepat.
  • Manajemen harus menciptakan kultur yg responsive terhadap pelanggan jika tidak ingin usahanya gagal.

MENINGKATKAN KEAHLIAN PERSONAL

  • Memberdayakan karyawan => membuat karyawan-karyawan bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan
  • MENSTIMULASI INOVASI & PERUBAHAN. Kemenangan akan diraih o/ organisasi yang mempertahankan fleksibilitas, terus-meneurs meningkatkan kualitas, serta mengalahkan kompetisi mereka dg pasar yg terus-menerus memiliki aliran produk & jasa yg inovatif.
  • Karyawan bisa menjadi pendorong inovasi & perubahan, ataupun bisa menjadi sebaliknya.
  • Tantangan manajer a/ menstimulasi kreativitas & daya tahan karyawan mereka terhadap perubahan

MENGATASI “KESEMENTARAAN”

  • Perubahan menghadirkan kesementaraan.
  • Bukti kesementaraan meliputi perancangan ulang pekerjaan, semakin banyak tugas yang dikerjakan oleh tim fleksibel & bukan oleh individu, pekerjaan dikontrakkan ke perusahaan lain, dan dana pensiun dirancang ulang agar selaras dengan individu ketika mereka berganti pekerjaan.
  • Tim kerja sementara => tim yg terdiri atas anggota dari departemen yg berbeda & yg anggotanya berganti setiap saat, dan semakin sering terjadi perputaran karyawan u/ mengisi tugas yg terus-menerus berubah.
  • Manajer harus belajar hidup dg fleksibilitas, spontanitas, dan ketidakpastian

BEKERJA DALAM ORGANISASI BERJARINGAN

Pekerjaan manajer berbeda ketika berada dalam sebuah organisasi berjaringan, terutama yang terkait dengan mengatur individu.

Contoh pekerjaan pada organisasi berjaringan (online): pembuat software, penulis, designer grafis.

  • MEMBANTU KARYAWAN MENYEIMBANGKAN KONFLIK

1.Konsep organisasi global berarti bahwa dunia kerja tidak mengenal istirahat.

2.Teknologi komunikasi memungkinkan karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

3.Organisasi meminta karyawan untuk memberikan jam kerja yang lebih lama.

4.Semakin sedikit keluarga yang hanya mempunyai satu orang pencari nafkah.

MENINGKATKAN PERILAKU ETIS

  • Dilema etis => situasi dimana individu diharuskan mendefiniskan kelakuan yg benar dan salah.
  • Haruskah mereka membongkar kebenaran jika mereka menemukan aktivitas illegal yg terjadi di perusahaan mereka?
  • Manajer & organisasi merespon masalah ini dari sejumlah arah, dg cara memberikan seminar, lokakarya dan program pelatihan serupa untuk berusaha meningkatkan perilaku etis, menghubungi penasihat dsbg

Mengembangkan Model PO

  • Model => gambaran sederhana dari beberapa fenomena dunia nyata, contoh maneken & rumus.
  • Model dasar PO tingkat:

Tingkat individual -> Tingkat kelompok -> Tingkat system organisasi

Variabel Dependen

  • Merupakan respons yang dipengaruhi oleh variable independen, contoh:

1.Produktivitas, ukuran kinerja yang mencakup efektivitas & efisiensi

2.Mangkir, ketidakhadiran di kantor tanpa izin. Apakah semua orang yg tidak hadir selalu buruk?

3.Perputaran karyawan, pengunduran diri permanen secara sukarela maupun tidak dari suatu organisasi. Apa kelebihan & kekurangan perputaran karyawan?

4.Perilaku menyimpang di tempat kerja, perilaku yang melanggar norma organisasi yang dpt mengancam kesejahteraan anggota. (norma => kebijaksanaan perusahaan yg melarang perilaku tertentu spt mencuri)

5.Perilaku kewargaan organisasi, perilaku yang tidak menjadi bagian dari kewajiban kerja formal seorang karyawan, namun mendukung berfungsinya organisasi tsb secara efektif (contoh: membantu individu lain dlm tim, kerja ekstra, dg besar hati menoleransi kerugian& gangguan terkait pekerjaan yg kadang terjadi)

6.Kepuasan kerja, perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yg merupakan hasil dari evaluasi karakteristiknya

Variabel Independen

  • Sebab yg diperkirakan dari beberapa perubahan dalam variable dependen. (factor penentu utama dari variable dependen)
  • Variabel tingkat individual => sikap, emosi, kepribadian, motivasi
  • Variabel tingkat kelompok => komunikasi, kepemimpinan, kekuasaan dan politik, level-level konflik
  • Variabel tingkat organisasi => Budaya organisasi, kebijakan Sumber Daya Manusia

Ringkasan

  • Manajer harus mengembangkan keahlian antarpersonal atau personal mereka jika ingin memperoleh keefektifan dalam pekerjaan.
  • PO adalah bidang studi yg menyelidiki pengaruh yg dimiliki oleh individu, kelompok, dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi dan bidang ini diterapkan untuk membuat organisasi bergerak lebih efektif.
  • Secara khusus, PO bergerak pada cara meningkatkan produktivitas; mengurangi tingkat ketidakhadiran tanpa izin, perputaran karyawan, dan perilaku menyimpang di tempat kerja; serta meningkatkan perilaku kewargaan organisasional dan kepuasan kerja.