Dasar-dasar Perilaku Individu

Kecerdasan & Kemampuan

Kecerdasan, karakteristik yang dibawa individu ketika mereka bergabung dalam suatu organisasi.

Suatu organisasi biasanya mempekerjakan individu cerdas yang dapat mereka temukan.

Kemampuan => kapasitas seorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan.

Setiap individu memiliki kekuatan dan kelemahan dalam kemampuan yang membuatnya lebih unggul atau kurang unggul dibandingkan individu lain dalam melakukan tugas atau aktivitas tertentu.


Kemampuan Intelektual & Fisik

Kemampuan intelektual merupakan kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas mental-berpikir, menalar, dan memecahkan masalah. Contoh: test IQ.

Kemampuan fisik merupakan kemampuan melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina, keterampilan, kekuatan, dan karakteristik serupa.

Kemampuan intelektual atau fisik tertentu yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan dengan memadai bergantung pada persyaratan kemampuan dari pekerjaan tersebut.

Contoh: Eksekutif senior membutuhkan kemampuan verbal, petugas penjaga pantai membutuhkan koordinasi tubuh yang baik.

Dimensi Deskripsi Contoh Pekerjaan
Kecerdasan angka Kemampuan melakukan aritmatika dg cepat & akurat Akuntan: Menghitung pajak penjualan pada serangkaian barang
Pemahaman verbal Kemampuan memahami apa yang dibaca atau didengar dan hubungan antara kata-kata Manajer pabrik: mengikuti kebijakan perusahaan pada perekrutan
Kecepatan persepsi Kemampuan mengidentifikasi kemiripan & perbedaan visual secara cepat & akurat Penyelidik kebakaran: mengidentifikasi petunjuk untuk mendukung tuntutan pembakaran secara sengaja
Penalaran induktif Kemampuan mengidentifikasi urutan logis dalam sebuah masalah dan kemudian memecahkan masalah tersebut Periset pasar: meramalkan permintaan untuk sebuah produk pada periode waktu selanjutnya
Penalaran deduktif Kemampuan menggunakan logika dan menilai implikasi dari sebuah argument Pengawas: memilih antara dua saran berbeda yang ditawarkan oleh karyawan
Visualisasi spasial Kemampuan membayangkan bagaimana semua objek akan terlihat bila posisinya dalam ruang diubah Dekorator interior: mendekorasi ulang sebuah kantor
Daya ingat Kemampuan menyimpan dan mengingat masa lalu Tenaga penjual: mengingat nama-nama pelanggan

Pembagian Kecerdasan

Kecerdasan kognitif (otak), kecerdasan yang telah lama diliput oleh test-test kecerdasan tradisional.

Kecerdasan social, kemampuan seseorang untuk berhubungan secara efektif dengan individu lain.

Kecerdasan emosional, kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, dan mengelola emosi.

Kecerdasan kultural, kesadaran akan perbedaan-perbedaan lintas kultural dan kemampuan untuk berfungsi secara berhasil dalam situasi lintas kultural.

Multi kecerdasan, kecerdasan mengandung 4 sub bagian: kognitif, social, emosional, dan kultural.

Karakteristik Biografis

Merupakan karakteristik perseorangan-seperti usia, gender, ras, dan masa jabatan-yang diperoleh secara mudah dan objektif dari arsip pribadi seseorang.

Usia berkaitan dengan kinerja, alasan:

  1. Terdapat kepercayaan yang luas bahwa kinerja menurun seiring bertambahnya usia
  2. Kenyataan bahwa angkatan kerja menua.
  3. Pensiun karena factor usia.

Gender.

Kaitan gender dengan penerimaan peraturan dan otoritas atasan.

Kaitan gender dengan frekuensi mangkir.

Ras, warisan biologis yg digunakan individu u/ mengidentifikasi diri mereka sendiri.

Keadilan dalam ras:

1.Dalam situasi pekerjaan, terdapat kecenderungan bagi individu untuk lebih menyukai rekan-rekan dari ras mereka sendiri dalam evaluasi kinerja, keputusan promosi, dan kenaikan gaji.

2.Terdapat sikap-sikap yang berbeda secara substansial terhadap tindakan afirmatif. (tindakan afirmatif => kebijaksanaan yg diambil agar kelompok tertentu memperoleh peluang yg setara dg kelompok lain di bidang yg sama)

3.Perbedaan perlakuan karena alasan perbedaan ras.

Masa Jabatan.

Kaitan masa jabatan dengan produktivitas?

Kaitan masa jabatan dengan ketidakhadiran?

Kaitan masa jabatan dengan kepuasan kerja?

Pembelajaran

Merupakan setiap perubahan perilaku yang relative permanen, terjadi sebagai hasil dari pengalaman.

Pembelajaran terjadi setiap waktu.

Pembelajaran terjadi ketika seorang individu berperilaku, bereaksi, dan merespons sebagai hasil dari pengalaman dengan suatu cara yang berbeda dari caranya berperilaku sebelumnya.

  1. Pembelajaran melibatkan perubahan.
  2. Perubahan haruslah mendarah daging.
  3. Beberapa bentuk pengalaman diperlukan untuk pembelajaran.

Teori Pembelajaran

Pengondisian klasik, pengondisian dimana individu merespons beberapa stimulus yg tidak biasa dan menghasilkan respons baru.

Contoh: penelitian tentang reaksi anjing terhadap daging dan bel

Rangsangan tidak berkondisi => daging

Respons tidak berkondisi => peningkatan nyata dalam pengeluaran air liur

Rangsangan berkondisi => bel (rangsangan buatan)

Respons berkondisi => perilaku dari anjing, mengeluarkan air liur sebagai reaksi terhadap bel

Pengkondisian klasik lain contoh lagu Natal dengan hari libur

Pengondisian operant, pengondisian dimana perilaku suka rela yang diharapkan menghasilkan penghargaan atau mencegah sebuah hukuman.

Penegasan akan memperkuat sebuah perilaku dan meningkatkan kemungkinan perilaku tersebut diulangi.

Paham perilaku, teori yang menyatakan bahwa perilaku mengikuti rangsangan dalam cara yang relative tidak terpikirkan

Pembelajaran social, pandangan bahwa orang-orang dapat belajar melalui pengamatan dan pengalaman langsung.

4 proses untuk menentukan pengaruh sebuah model pada individu:

  1. Proses perhatian
  2. Proses penyimpanan.
  3. Proses reproduksi motor.
  4. Proses penegasan.

Pembentukan Perilaku

Merupakan penegasan urutan langkah yang menggerakkan seorang individu lebih dekat kepada respons yang diharapkan.

Metode pembentukan perilaku:

1.Penegasan positif, menindaklanjuti respons dengan sesuatu yang menyenangkan.

2.Penegasan negative, menindaklanjuti respons dengan penghentian atau penarikan sesuatu yang tidak menyenangkan.

3.Hukuman, menyebabkan suatu kondisi tidak menyenangkan dalam upaya menghilangkan perilaku yang tidak diharapkan.

4.Peniadaan, menghapuskan semua penegasan yang mempertahankan sebuah perilaku.

Jadwal penegasan

1.Penegasan berkesinambungan, menegaskan perilaku yang diharapkan setiap kali dan setiap waktu penegasan tersebut dilakukan.

2.Penegasan berkala, menegaskan suatu perilaku yang diinginkan yang cukup sering menyebabkan perilaku tersebut diulangi, namun tidak setiap saat ditunjukkan.

a.Jadwal interval tetap, memberi jarak penghargaan pada interval waktu yg seragam. Contoh: gaji bulanan.

b.Jadwal interval variable, mendistribusikan penghargaan pada waktu sedemikian sehingga penegasan tsbt tdk dpt diprediksikan. Contoh: quiz dadakan.

c.Jadwal rasio tetap, mencetuskan penghargaan setelah sejumlah respon yg konstan. Contoh: rencana insentif tariff-per-buah.

d.Jadwal rasio variable, memvariasikan penghargaan secara relative trhdp perilaku individu. Contoh: tenaga penjualan yg memperoleh imbalan kerja berdasar komisi.

Modifikasi Perilaku (Mod PO)

Merupakan penerapan atas konsep penegasan kepada individu dalam situasi kerja.

Tidak semua hal yang dilakukan oleh seorang karyawan memiliki pengaruh kuat terhadap kinerja. Langkah-langkah dalam penerapan Mod PO:

1.Mengidentifikasi perilaku penting yang memiliki dampak signifikan terhadap kinerja karyawan.

2.Membutuhkan manajer untuk mengembangkan sejumlah data kinerja lini dasar.

3.Melakukan analisis fungsionalitas untuk mengidentifikasi kemungkinan atau konsekuensi perilaku dari kinerja.

4.Mengevaluasi perbaikan kinerja.

Jadwal Penegasan Sifat Penegasan Pengaruh pada Perilaku Contoh
Berkesinambungan Penghargaan diberikan setelah setiap perilaku yang diharapkan Pembelajaran secara cepat terhadap perilaku yang baru tetapi lenyap dengan cepat Pujian
Interval tetap Penghargaan diberikan pada interval waktu yang tetap Kinerja rata-rata dan tidak teratur dan lenyap dengan cepat Bayaran mingguan
Interval variable Penghargaan diberikan pada interval waktu yang variable Kinerja yang cukup tinggi dan stabil dan lenyap dengan lambat Kuis dadakan
Rasio tetap Penghargaan diberikan pada jumlah hasil secara tetap Kinerja tinggi dan stabil didapat dengan cepat tetapi juga lenyap dengan cepat Bayaran tariff per buah
Rasio variabel Penghargaan diberikan pada jumlah hasil yang variable Kinerja sangat tinggi dan lenyap dengan lambat Penjualan berdasarkan komisi

Masalah dengan Mod PO & Teori Penegasan

Mod PO tidak selalu cara terbaik u/ memberikan penghargaan kpd individu.

Adanya riset yg menunjukkan bahwa pikiran & perasaan dg segera mengikuti rangsangan lingkungan, bahkan terhadap rangsangan yg secara eksplisit ditujukan u/ membentuk perilaku.

Contoh: Mahasiswa yg kontras keaktifannya. Dari sisi dosen dianggap bagus, tetapi dari sisi temannya bisa dianggap sbg “penjilat”

Kesimpulan

Tiga variable individual:

KEMAMPUAN

1.Sebuah proses seleksi yang efektif akan meningkatkan kesesuaian tersebut.

2.Keputusan promosi dan pemindahan yang memengaruhi individu yang telah bekerja dalam organisasi harus mencerminkan kemampuan kandidat.

3.Kesesuaian tersebut dapat ditingkatkan dengan melakukan penyesuaian kecil agar pekerjaan dapat lebih sesuai dg kemampuan pemegang pekerjaan.

KARAKTERISTIK BIOGRAFIS

Para manajer bisa mengobservasi karakteristik biografis namun bukan berarti bahwa mereka harus menggunakannya secara eksplisit dalam keputusan manajemen.

PEMBELAJARAN

Semua perubahan yang dapat diamati dalam perilaku adalah bukti langsung bahwa pembelajaran telah terjadi. Dengan demikian, para manajer disarankan untuk menggunakan penegasan daripada hukuman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s