Jawaban Diskusi 1 Bahasa Indonesia MKDU 4110

Tugas 1

Tuton Bahasa Indonesia/MKDU4110

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Bahasa Indonesia sebagai lambang kebanggaan nasional dan Bahasa Indonesia sebagai lambang identitas nasional.
  1. Tuliskan fungsi-fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
  1. Setujukah Anda bila dikatakan bahwa bahasa itu indah, produktif , dan dinamis? Jelaskan pendapat Anda dan berikan masing-masing contohnya.  
  1. Isilah kolom yang kosong pada table berikut ini.
 

Keterampilan Berbahasa

 

Lisan Tulis Sifat
    aktif reseptif
    aktif produktif

Jelaskan isi atau maksud table tersebut dengan bahasa Anda secara efektif.

  1. Tuliskan isi berita Dirjen Pajak Terbitkan Aturan Baru Tax Amnesty yang dapat Anda unduh dari youtube dengan alamat https://www.youtube.com/watch?v=Yz7QyNJPx44

 

 

Jawaban Nomor 1

Bahasa merupakan sebuah sistem, yang artinya, bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. Kedudukan bahasa adalah sebagai karakteristik suatu bangsa, misalnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan (bahasa Nasional)  yang tercantum dalam Sumpah pemuda (28-10-1928) yang berfungsi:

  1. Lambang kebanggaan kebangsaan. Disini bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai luhur yang mendasari perilaku bangsa Indonesia itu sendiri.
  2. Lambang Identitas Nasional. Disini bahasa Indonesia mewakili jatidiri, ciri khas serta karakteristik bangsa Indonesia, selain Bahasa Indonesia terdapat pula lambang identitas nasional yang lain yaitu bendera Merah-Putih dan lambang negara Garuda Pancasila.

Selain itu, fungsi bahasa Indonesia yang lain adalah: (1) Sebagai alat perhubungan. Disini masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku dengan bahasa yang berbeda-beda, jadi akan sangat sulit berkomunikasi kecuali ada satu bahasa pokok yang digunakan. Maka dari itu digunakanlah Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan perhubungan nasional. (2) Sebagai alat pemersatu bangsa. Disini mengacu pada keragaman yang ada pada Indonesia dari suku, agama, ras, dan budaya, bahasa Indonesia dijadikan sebagai media yang dapat membuat kesemua elemen masyarakat yang beragam tersebut kedalam sebuah persatuan.

 

Jawaban Nomor 2

Pada tanggal 25-28 Februari 1975, Hasil perumusan seminar politik bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta. Dikemukakan Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara adalah :

  1. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan. Kedudukan pertama dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
  2. Bahasa Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan. Kedudukan kedua dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan dari taman kanak-kanak, maka materi pelajaran yang berbentuk media cetak juga harus berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing atau menyusunnya sendiri. Cara ini akan sangat membantu dalam meningkatkan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek).
  3. Bahasa Indonesia sebagai penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah. Kedudukan ketiga dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya Bahasa Indonesia dalam hubungan antar badan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Sehubungan dengan itu hendaknya diadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa. Tujuan agar isi atau pesan yang disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh masyarakat.
  4. Bahasa Indonesia Sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi. Kedudukan keempat dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lainnya. Karena sangatlah tidak mungkin bila suatu buku yang menjelaskan tentang suatu kebudayaan daerah, ditulis dengan menggunakan bahasa daerah itu sendiri, dan menyebabkan orang lain belum tentu akan mengerti.

 

Jawaban Nomor 3

Setuju. Bahasa bersifat indah karena dengan bahasa bisa dibuat puisi, lirik lagu, syair, novel dll. Bahasa bersifat dinamis karena bisa berubah sewaktu-waktu, misalnya Ejaan lama menjadi ejaan baru seperti pada contoh nama orang Tjutju menjadi Cucu, atau banyak juga bahasa gaul saat ini yang memiliki arti baru, seperti PA, alay, dll. Selain itu bahasa bersifat produktif, dengan akal budinya manusia dapat mengubah-ubah susunan bunyi-bunyi bahasa menjadi bunyi bahasa yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut membuat bahasa menjadi produktif. Contoh: Tuhan, hantu.

 

Jawaban Nomor 4

(Lisan) Menyimak => (Tulis) Membaca => (Sifat) aktif reseptif

(Lisan) Berbicara => (Tulis) Menulis => (Sifat) aktif produktif

Keterampilan berbahasa yang bertujuan memahami pesan (reseptif) dalam bahasa lisan adalah menyimak, sedangkan dalam bahasa tulis adalah membaca. Dalam hal ini kita menyimak suatu pembicaraan atau dengan membaca.

Keterampilan berbahasa yang bertujuan menyampaikan pesan dalam bahasa lisan adalah berbicara, sedangkan dalam bahasa tulis adalah menulis. Jadi pembicara dan penulis menghasilkan (produktif) pesan yang disampaikan kepada orang lain.

 

Jawaban Nomor 5

https://www.youtube.com/watch?v=Yz7QyNJPx44

Direktur Jendral Pajak Kementrian Keuangan Ken Dwijugiasteadi mengeluarkan peraturan Direktur Jenderal nomor 11 Tahun 2016 yang akan menjadi panduan teknis pelaksanaan program pengampunan pajak secara lebih rinci. Aturan ini diterbitkan sebagai upaya dirjen pajak untuk meluruskan persepsi masyarakat terkait pelaksanaan amnesty pajak. Saat ini berbagai keresahan di kalangan masyarakat muncul karena tidak memahami tax amnesty secara penuh.

“Justru peraturan ini akan mempertegas asas dari Undang-Undang Tax Amnesty itu sendiri, yaitu azas keadilan. Azas keadilan. Memang semua masyarakat sekarang ini animonya sangat tinggi untuk mengikuti tax amnesty. Artinya apa? Masyarakat itu percaya sama Presidennya, ya… Sangat percaya dengan bapak Presiden, makanya mereka juga ikut, tetapi ada keresahan-keresahan yang muncul itu karena belum dijelaskan secara detail tentang asas keadilan dari Undang-Undang itu sendiri.”

Terdapat poin-poin penting dalam Perdirjen Pajak No 11 Tahun 2016 ini. Salah satunya adalah penjelasan mengenai kelompok masyarakat yang berpenghasilan di bawah penghasilan tidak kena pajak, yang saat ini sebesar 54 juta rupiah per tahun atau setara dengan 4,5 juta rupiah per bulan bagi 1 orang pribadi tidak wajib mengikuti amnesty pajak.

Seperti yang diketahui di media sosial masyarakat resah, karena menganggap program pengampunan pajak ini menyasar seluruh masyarakat termasuk masyarakat kecil. Keresahanpun bertambah karena ada bumbu-bumbu ancaman 200%, jika tidak mengikuti program pengampunan pajak. Oleh karena itu, Dirjen Pajak pun segera menyosialisasikan aturan ini untuk meluruskan persepsi masyarakat dan memastikan proses maupun hasil amnesty pajak sesuai harapan. Dari Jakarta Drus Salabenala Rizalul Fikri Kantor Berita ANtara mewartakan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s