Tugas 3 Manajemen Pemasaran EKMA 4216

TUGAS 3 STRATEGI PEMASARAN BLACKBERRY

Populer layanan push E-mail
Sejak kemunculannya, Research In Motion berhasil menjual puluhan juta unit BlackBerry ke seluruh dunia. Apa inovasi yang mereka tawarkan? Siapa yang tak kenal BlackBerry? Rasanya, hampir sebagian masyarakat modern mengenal “ponsel pintar“ ini. Bukan hanya kalangan profesional yang mobile saja yang gandrung padanya, popularitasnya kini juga sedang merambah segmen menengah ke bawah dan mahasiswa. Kemampuannya menyampaikan melalui jaringan data nirkabel dari layanan operator selular ternyata mampu mengejutkan dunia. Sejatinya, BlackBerry diperkenalkan sejak 2004 oleh salah satu operator telekomunikasi seluler. Popularitas BlackBerry karena keberadaan komunitas yang mendorong terciptanya word of mouth (WOM), di samping karakteristik konsumen Indonesia yang mudah terbawa tren. Pertama kali diperkenalkan BlackBerry lebih ditujukan untuk pasar korporat ungkap Teguh Prasetya, Group Head Brand Marketing Indosat. Alasannya, hanya segmen pasar korporatlah yang membutuhkan fitur seperti yang ditawarkan BlackBerry, yaitu push e-mail. “Dulu, berapa banyak sih orang yang membutuhkan e-mail real-time? ujar Teguh seraya menambahkan, kebetulan satu-satunya keunggulan BlackBerry adalah layanan push e-mail. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, handset dan teknologi BlackBerry mulai bergeser ke arah yang lebih personal. “Dan kami mendapat masukan dari konsumen agar tidak hanya diberikan bagi pelanggan korporat, ungkap Teguh. Sejak itu, 2006, Indosat memasarkan layanan BlackBerry untuk pelanggan ritel, walau masih terbatas untuk pelanggan pasca bayar saja. Bahkan, tak berhenti sampai di situ, Indosat juga menawarkan layanan BlackBerry connect bagi pelanggan yang tidak memiliki handset-nya, tapi tetap ingin dapat menikmati layanan BlackBerry. Lagi-lagi, strategi tersebut juga dilatarbelakangi masukan pelanggan yang terekam dari berbagai mailing list tentang BlackBerry yang mulai tumbuh. Teguh mengatakan, keberadaan komunitas memang membuat perkembangan pasar BlackBerry di Indonesia tumbuh sangat dinamis. Komunitas inilah yang menyebarkan “virus” WOM ke orang lain. BlackBerry adalah peralatan penting bagi seseorang untuk tetap berhubungan dengan email. Banyak yang kemudian mengistilahkan sebagai “crackBerry” lantaran kemampuan bagaikan tali yang mengikat kita ke dalam mesin tipis berwarna hitam. Masin ini menjadi bagian penting dari kehidupan kerja dan kehidupan setelah bekerja, selalu di bawa kemana saja-di dalam kendaraan, bahkan di pantai. Diperlukan upaya yang besar untuk menyingkirkan pemiliknya dari BlackBerry. Research In Motion (RIM) meluncurkan versi awal BlackBerry pada Januari tahun 1999. Mereka harus bersabar beberapa tahun sebelum teknologi pendukungnya benar-benar siap dijalankan. Hingga kemudian tiba saatnya, pertumbuhan ponsel dan SMS yang begitu massive menunjukkan bahwa masyarakar kini siap berhubungan dengan e-mail mereka secara permanen. Awalnya, produk ini berfokus kepada para knowledge worker sebagai target pasarnya. Teknik favorit RIM adalah mendatangi konferensi dan mendistribusikan BlackBerry gratis selama konferensi berlangsung. Mereka berhasil membuata para eksekutif akhirnya sibuk menghabiskan waktu melihat inbox ketimbang mendengarkan sang pembicara. Meskipun merugikan pembicara, tapi para peserta konferansi terkesima. Sekali kita menjajal BlackBerry, maka tak ada jalan untuk kembali. Alhasil, banyak eksekutif yang kemudian membelinya-dan merekomendasikannya ke perusahaan agar ,membelinya secara korporat. Dalam tempo singkat, sederet perusahaan besar-seperti Intel- yang sebelumnya menetapkan PalmPilot untuk semua stafnya, menggantinya dengan BlackBerry. Inovasi produknya pun terus bergulir, akses internet, dukungan software jejaring sosial (social network) serta aplikasi kerja pengguna BlackBerry pun semakin efisien dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Berbagai fitur dan kemudahan yang melengkapi BlackBerry mampu mengubah pola komunikasi penggunanya. Fitur andalan yang di gemari adalah push e-mail. Di sebut push e-mail karena seluruh surat, daftar kontak, dan kalender “didorong” masuk ke dalam BlackBerry secara otomatis. Salah satu konsumen yang menikmati kemudahan BlackBeryy adalah Elizabeth Fang. Pekerja media ini sudah menggunakan BleckBerry tipe Curve 8320 sejak Agustus 2008. Ia menggunakan BlwckBerry karena tertarik pada fitur-fitur yang ditawarkan seperti e-mail, browsing, dan BlackBerry Messenger. Jadi, dia tidak perlu repot-repot buka laptop dan mencari jaringa Wireless Fidelity (WiFi) lagi.
Produk
Beberapa waktu lalu, produsen BlackBerry, Research in Motion (RIM) resmi memperkenalkan varian terbarunya, smartphone BlackBerry Torch 9800. Perangkat ini merupakan kombinasi ideal bagi konsumen yang mengutamakan koneksi secara sosial yang dibalut dengan fungsi bisnis. Smartphone BlackBerry Torch 9800 merupakan sebuah perangkat yang menawarkan aspek desain elegan dengan fitur-fitur fungsional terunggul. Jenis ini juga merupakan jenis smartphone Blackberry yang pertama memadukan fitur keyboard QWERTY penuh dan juga layar sentuh serta sebagai yang perdana menggunakan sistem operasi BlackBerry 6 terbaru. “Layanan fitur BlackBerry sangat membantu. Apalagi jika dalam bekerja, Anda selalu harus mengirim dan mengecek e-mail.¬sejak pakai BlackBerry saya bisa melakukan itu setiap saat,” aku Elizabeth yang menghabiskan budget Rp 200.000 per bulan, khusus untuk BlackBerry. Selain itu, network sesama pengguna BlackBerry juga memberikan kemudahan dalam share informasi. Kiprah RIM selaku vendor ponsel BlackBerry pun kian berkibar. Reputasi positif dan inovatif melekat pada produsen gadget asal Kanada ini. “ pada kuartal III tahun 2008, BlackBeryy terjual 21 juta unit di seluruh dunia. Ditambah 2,5 juta unit pada kuartal IV November 2008,” kata Adele Beachley, Regional Director RIM Asian Pasific. Dalam hitungan singkat, BlackBerry sudah mampu mengubah pola pikir masyarakat dengan fitur ponsel yang ditawarkannya. Kehadirannya memberikan kemudahan dalam mengakses jaringan internet di mana pun dan kapan pun. BlackBerry, lanjut Adele, hanya memfokuskan pada konsep simplicity. Headset-nya bukan Cuma menawarkan push e-mail, tetapi berkembang menjadi alat untuk bersosialisasi. Itu tercipta berkat adanya aplikasi FaceBook, BlackBerry Messenger, dan Yahoo Messenger. Dengan keunggulan push e-mail, maka semua e-mail yang masuk dapat diteruskan juga ke ponsel. “E-mail juga sudah mengalami proses kompresi dan scan di server BlackBerry sehingga aman dari virus,” ujarnya. Selain itu, lampiran file berupa dokumen Microsoft Office dan Portable Document Format (PDF) pun dibuka dengan mudah. Bahkan, sebuah e-mail berukuran 1MB, jika diterima melalui push e-mail, dapat menjadi 10 KB dengan isi yang tepat. Oleh karena itu, pengguna tidak perlu mengakses internet terlebih dahulu dan membuka satu per satu e-mail yang masuk atau memeriksa e-mail baru. Hal ini bisa dilakukan karena pengguna terhubung langsung secara terus-menerus dengan dunia maya melalui jaringa telepon selular yang tersedia. Kelebihan lainnya adalah kemampuan BlackBerry yang dapat menampung e-mail hingga puluhan ribu buah tanpa risiko “hang” –asalkan masih ada memori tersisa. “Alat penyimpanan juga memungkinkan para pengguna untuk mengakses data meskipun di luar layanan jangakuan nirkabel. Begitu pengguna terhubung lagi, BlackBerry Enterprise Server akan menyampaikan data terbaru yang masuk,” ujar Adele. Di samping itu, BlackBerry juga bisa digunakan untuk chatting. Mirip dengan Yahoo Messenger, namun dilakukan dengan jaringan BlackBerry dengan memasukkan nomor identitas. Pengguna BlackBerry semakin meluas dengan hadirnya fasilitas koneksi (BlackBerry Connect). Dengan fasilitas itu, pengguna tidak lagi harus menggunakan perangkat genggam BlackBerry untuk memanfaatkan BlackBerry Internet Solution. “Pengguna hanya perlu menginstalansi BlackBerry Connect pada ponsel merek apapun yang dimilikinya, maka pengguna bisa memanfaatkan BlackBerry Internet Solution,”imbuhnya.

Layanan Operator
Di Indonesia sendiri, BlackBerry pertama kali diperkenalkan pada pertengahan Desember 2004 oleh operator Indosat dan Starhub –rekan utama BlackBerry dalam hal teknis instalasi. Kemudian, pasar BlackBerry Internet Service dan BlackBerry Enterprise Server diramaikan oleh dua operator besar lainnya, yakni Exelecomindo dan Telkomsel. Terkait dengan itu, RIM menilai permintaan terhadap masyarakat terhadap mobile data tumbuh pesat. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di emerging market seperti Indonesia, tetapi juga global. “Permintaan layanan mobile data oleh end-user begitu besar dalam beberapa tahun terakhir. Ini menandakan tingginya awareness masyarakat global terhadap mobile data,” imbuh Adele. Adele menjelaskan, pihaknya akan tetap menjual produk secara tidak langsung ke masyarakat, yakni dengan bekerja sama dengan ketiga operator diatas. Pihaknya bertekad menggencarkan peluncuran “ponsel pintar” itu sesuai dengan kebutuhan pasar. Ditambahkannya, kerja sama akan dilakukan dengan memanfaatkan momentum untuk membangun pasar serta menggandeng pengembang aplikasi. Dengan menggandeng pengembang aplikasi, akan tersedia aplikasi-aplikasi tambahan yang melampaui aplikasi e-mail –baik untuk kebutuhan kerja maupun pribadi. “Kami tetap mempertahankan model bisnis tidak langsung atau melalui kerja sama dengan operator untuk mengendalikan pasar,”tegasnya.

Kebutuhan dan Segmen Pasar
Saat ini pasar tetap memiliki sebuah keinginan untuk memiliki ponsel pintar dengan fitur-fitur yang bisa mengakses social media ataupun fitur chatting, walau harga ponsel pintar cenderung mahal dan tidak terjangkau kelas menengah ke bawah. Namun demikian pasar ponsel pintar tetap potensial karena tidak lepas dari budaya masyarakat Indonesia yang senang bergaul dan beramah-tamah.

Persaingan
Ponsel pintar lahir salah satunya dari persaingan tingkat tinggi/perang yang akhirnya melahirkan bintang. Persaingan bisnis biasanya kemudian muncul bintang-bintang baru; atau bintang lama yang bertambah kuat dan hebat. Ponsel pintar lahir dikarenakan adanya perang antara Nokia dengan BlackBerry dan iPhone yang berlangsung sampai sekarang. Bagaimana hasilnya? Yang pasti, perang keduanya berhasil menciptakan tren baru di pasar ponsel pintar di Indonesia. Selama ini Nokia bisa dikatakan merajalela sendiri, terutama di pasar ponsel premium. Tanpa diduga sebelumnya, BlackBerry (BB), produk besutan Research In Motion (RIM) tiba-tiba mencuat ke posisi papan atas di segmen ponsel premium Merek asal Kanada ini mampu menciptakan tren baru di pasar ponsel nasional. Tidak hanya berhasil “merusak” peta persaingan di pasar ponsel premium, khususnya pasar ponsel pintar, tapi juga ikut menggairahkan pasar ponsel di segmen menengah dan bawah. Gara-gara perang dua bintang itu, kini tren di pasar ponsel pintar atau sering disebut smartphone berubah dengan sangat cepat. Saat ini tren yang sedang berkembang bentuknya QWERTY monopad. Bentuk ini seolah menggantikan model memanjang yang diadopsi oleh Nokia Communicator yang sebelumnya merajai di segmen pasar ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. PERTANYAAN (gunakan dasar teori yang ada):
    Berada pada tahap daur hidup apa Blackberry saat ini? Strategi pemasaran apa yang dikembangkan Blackberry sesuai dengan tahap daur hidupnya?
  2. Dalam memenangkan persaingan pasar ponsel pintar di Indonesia, strategi harga apa yang dilakukan BlackBerry?
  3. Apa srategi bauran promosi yang dilakukan BlackBerry, jelaskan kombinasi alat-alat promosi yang digunakan Blackberry.
  4. Apakah strategi saluran disribusi yang dilakukan BlackBerry? b. Apa keuntungan yang dapat diraih BlackBerry melalui pemanfaatan channel distribusi

 

Jawab:

  1. Strategi pemasaran pada tahap pertumbuhan. Tahap ini ditandai dengan peningkatan pesat dalam penjualan. Pengadopsi awal menyukai produk, dan konsumen selanjutnya mulai membelinya. Pesaing baru masuk, tertarik oleh peluang. Mereka memperkenalkan fitur produk baru dan memperluas distribusi. Selama tahap ini, perusahaan menggunakan beberapa strategi untuk mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat, seerti (1) Perusahaan memperbaiki kualitas produk dan menambah fitur produk baru serta memperbaiki gaya; (2) Perusahaan menambah model baru dan produk petarung/flanker (misalnya produk dengan ukuran, rasa dan hal lain yang berbeda yang melindungi produk utama); (3) Perusahaan memasuki segmen pasar baru; (4) Perusahaan meningkatkan cakupan distribusinya dan memasuki saluran distribusi baru; (5) Perusahaan beralih dari iklan kesadaran produk ke iklan preferensi produk; (6) Perusahaan menurunkan harga untuk menarik lapisan pembeli berikutnya yang sensitif terhadap harga.
  2. Strategi Black Berry yang dilakukan di Indonesia adalah dengan cara bekerja sama dengan pasar BlackBerry Internet Service dan BlackBerry Enterprise yaitu bergabung dengan internet provider paket data.
  3. Black Berry menggunakan Virus Word of Mouth untuk kalangan menengah ke atas. Alat promosi yang dilakukan Black Berry adalah dengan bekerja sama dengan 3 provider yang ada di Indonesia. Selain itu Black Berry melakukan promo di sejumlah kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan kota Medan dengan cara memberikan edukasi kepada para pelanggan. Seperti memberi pengenalan tentang berbagai keuntungan yang akan didapatkan bila menggunakan Blackberry, Pengenalan fitur” yang dimiliki oleh Blackberry yang melebihi smartphone merk lain. Serta berbagai keuntungan yang didapat jika membeli ponsel Blackberry melalui mitra resmi atau distributor RIM Indonesia.
  4. (a) Dengan strategi membangun jaringan Blackberyy di Indonesia secara efektif, mengingat kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan sehingga perlu dibangun titik pusat distribusi disetiap Pulau. Kemudian membuka titik distribusi hingga ke daerah tingkat dua, dengan melakukan observasi terlebih dahulu apakah daerah tersebut menguntungkan atau tidak.

 

(b). Keuntungan yang dapat diraih BlackBerry melaui pemanfaatan channel distribusi

  • Information, yaitu mengumpulkan informasi penting tentang konsumen dan pesaing untuk merencanakan dan membantu pertukaran.
  • Promotion, yaitu pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif tentang produk yang ditawarkan.
  • Negotiation, yaitu mencoba untuk menyepakati harga dan syarat-syarat lain, sehingga memungkinkan perpindahan hak pemilikan.
  • Ordering, yaitu pihak distributor memesan barang kepada perusahaan.
  • Payment, yaitu pembeli membayar tagihan kepada penjual melalui bank atau lembaga keuangan lainnya.
  • Title, yaitu perpindahan kepemilikan barang dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi / orang lain.
  • Physical Possesion, yaitu mengangkut dan menyimpan barang-barang dari bahan mentah hingga barang jadi dan akhirnya sampai ke konsumen akhir.
  • Financing, yaitu meminta dan memanfaatkan dana untuk biaya-biaya dalam pekerjaan saluran distribusi.
  • Risk Taking, yaitu menanggung resiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran distribusi.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s