Archives

Inisiasi 2 – Perangkat Keras Komputer

Perangkat Keras utama dari sistem komputer pada dasarnya terdiri dari 5 komponen penyusunnya, yaitu: unit masukan, unit memori, unit pusat pemrosesan, unit perhitungan dan penalaran, unit keluaran.

 

Memori

Pada awal mula komputer dikembangkan, yaitu sekitar tahun 1945, alat yang dipergunakan sebagai memori adalah cincin magnetis (magnetic core). Cincin magnetis ini ukurannya kecil sekali, jari-jarinya hanya beberapa milimeter, ditengahnya dipasang untai kawat untuk menyalurkan arus listrik.

Apabila benda logam berbentuk cincin diberi aliran listrik, maka akan terbentuk medan magnet. Arah medan magnet yang dibangkitkan dapat searah jarum jam, maupun berlawanan arah dengan jarum jam. Hal ini tergantung pada arag aliran arus listrik. Dalam hal penggunaannya sebagai unit memori, maka dapat dibuat bahwa bila medan magnet searah jarum jam berarti cincin tersbeut menyatakan bit 1, dan bila arahnya berlawanan dengan arah jarum, berarti jam cincin tersebut menyatakan bit 0.

Jika cincin-cincin itu telah terpasang dalam sebuah rangkaian sebagai memori, maka bentuknya dapat diperlihatkan seperti pada gambar berikut:

Kapasitas suatu komputer dinyatakan dengan istilah byte. Satuan sebesar 210 byte, yaitu = 1024 byte, disebut satu Kilo byte (1 KB). Satuan 1 Mega Byte (MB) berarti sama dengan 1000 KB. Bila suatu komputer dinyatakan berkapasitas 512 KM, maka berarti kapasistas memori tersbeut adalah 512 x 1024 byte = 544.288 byte. Jadi, dengan memori sebanyak 524288 byte, maka kotak-kotak tersebut mempunyai alamat dari 0 – 524287. Dengan kata lain apabila memori komputer tersbeut dipakai untuk menyimpan huruf “A” maka dapat menyimpan sebanyak 524288 huruf “A”. Teknik penyimpanan 1 karakter menggunakan tempat sebanyak 1 byte adalah berlaku untuk data alphanumerik. Yang disbeut data alphanumerik adalah semua karakter A-Z,0,1-9,?<>*, dan semua simbol yang ada. Karakter alphanumerik hanya menyatakan suatu simbol saja.

Unit Pusat Pemrosesan

Sesuai dengan namanya, unit ini adalah alat untuk pusat pemrosesan semua perintah yang diberikan. Sebutan lain yang sering dipakai untuk memberi nama alat ini adalah CPU (Central Processing Unit), atau kadang-kadang disebut secara singkat: prosesor. Unit ini terdiri dari rangkaian elektronik yang rumit dan kompleks. Apabila suatu perintah diterima oleh unit ini, maka perintah itu akan diinterpretasikan, dipecahkan kode-kodenya. Dan sesuai dengan kode tersebut, unit ini akan mengeluarkan perintah kepada unit lain untuk melaksanakan tugas yang diterimanya. Untuk komputer tang besar, unit pusat pemrosesan (CPU) biasanya ditempatkan di dalam kotak besar. Unit pusat pemrosesan untuk komputer yang besar umumnya dibuat sendiri oleh pabrik komputer yang mengeluarkan merk komputer tersebut.

Sedangkan untuk komputer mikro, unit pusat pemrosesan biasanya dibuat oleh pabrik lain, yaitu pabrik yang khusus membuat prosesor, bukan oleh pabrik pembuat komputernya. Unit pusat Pemrosesan untuk komputer mikro biasanya dibuat dalam suatu lempeng kecil yang kompak, yang disebut VLSI (Very Large Scale Integrated Circuit). Lempeng kecil ini disebut sebagai unit pusat pemrosesan mikro atau mikroprosesor.

Unit perhitungan dan penalaran (ALU = Arithmatic and Logic Unit), biasanya sudah menjadi satu lempengan yang kompak dengan unit pusat pemrosesan, dan biasanya keduanya sekaligus disebut dengan istilah unit pusat pemrosesan.

Unit Masukan

Unit masukan adalah bagian dari sistem komputer yang bertugas untuk menerima perintah maupun data dari luar dan selanjutnya masuk ke dalam komputer. Unit masukan tidak hanya terdiri dari satu jenis alat saja, melainkan terdiri dari berbagai jenis alat, antara lain: papan ketik (Key Board), Pembaca Kartu (Card Reader), pembaca dengan cahaya.

Alat masukan media cahaya bekerja membaca data dengan menggunakan bantuan cahaya. Jenis-jenis alat yang bekerja dengan cara ini adalah: OMR (Optical Mark Reader), Pena Cahaya (Light pen), Scanner, Joystik, Mouse

Unit Keluaran

Unit keluaran adalah unit yang bertugas untuk mengeluarkan hasil-hasil olahan dari komputer ke media yang dapat dibaca oleh orang. Unit keluaran ini contohnya adalah: Layar Tampilan (Video Display Monitor), Printer, Speaker.

Perangkat Keras Bantu

Perangkat keras bantu komputer dapat kita kelompokkan menjadi dua bagian, yaitu: perangkat keraspenyimpan dan perangkat keras untuk komunikasi data.

Manfaat perangkat keras bantu di dalam kerja komputer ada bermacam-macam, antara lain:

  1. Sebagai media kerja (work area) untuk komputer.

Dalam mengolah data, sebelum mencapai hasil akhir seringkali komputer harus menghitung banyak hal. Hasil sementara ini sering kali sangat banyak sehingga memori utama tidak sanggup menampungnya. Oleh karena itulah, maka diperlukan suatu media yang dapat membantu komputer menyimpan hasil sementara.

  1. Sebagai penyimpan (storage)

Memori hanya dapat menyimpan data selama listrik menyala, karena tenaga listrik itulah yang mempertahankan keberadaan data di dalam memori. Tetapi, bila listriknya mati, maka semua data yang ada di dalam memori akan hilang. Apabila kita perlu menyimpan data untuk waktu yang lama (biasanya memang begitu karena data-data perlu kita simpan sebagai arsip data), maka kita membutuhkan suatu media penyimpan yang dapat menyimpan data untuk waktu yang lama. Perangkat keras penyimpan. Salah satu fungsi perangkat keras penyimpan adalah sebagai alat penyimpan yang dapat menyimpan data untuk waktu yang lama. Jenisnya antara lain cakram magnetis, pita magnetis, unit bantu yang lain.

Jawaban Inisiasi 4

PERTANYAAN

Sesudah anda memahami modul 4, Anda diskusikan dengan teman-teman Anda soal-soal di bawah ini:

  1. Berdasarkan pengertian membaca yang bertumpu kemampuan melek wacana, membaca dapat diklasifikasikan menjadi dua, yakni membaca intensif dan ekstensif. Coba Anda jelaskan kedua jenis membaca tersebut!
  2. Karya ilmiah memiliki beberapa prindip-prinsip ilmiah antara lain obyektif dan emperis. Coba Anda jelaskan kedua prinsip tersebut!

 

Jawaban Nomor 1 (sumber: http://materikuliahku1.blogspot.co.id/2013/01/materi-mata-kuliah-membaca-i.html)

Membaca Ekstensif

Membaca ekstensif merupakan suatu kegiatan membaca yang dilakukan secara luas. Pada siswa diberikan kebebasan dan keleluasaan dalam hal memiliki baik jenis maupun lingkup bahan-bahan bacaan yang dibacanya. Program membaca ini sangat besar manfaatnya dalam memberikan aneka pengalaman yang sangat luas kepada para siswa yang mengikutinya.

Membaca ekstensif meliputi tiga jenis:

  1. Membaca Survey

Membaca survey adalah sejenis kegiatan membaca dengan tujuan untuk mengetahui gambaran umum ikhwal isi serta ruang lingkup dari bahan bacaan yang hendak dibaca. Oleh karena itu, dalam perakteknya pembaca hanya sekedar melihat atau menelaah bagian bacaan yang dianggap penting saja. Misalnya, judul, nama pengarang beserta pidatonya, judul, bab serta sub-sub bab, daftar indeks atau daftar buku-buku rujukan yang dipergunakannya. Dengan demikian membaca survey bukanlah membaca sebenarnya. Jadi, dapat dikatakan semacam kegiatan prabaca.

  1. Membaca Sekilas

Membaca sekilas atau membaca Skimming adalah sejenis membaca yang membuat mata bergerak dengan cepat melihat dan memperhatikan bahan tertulis untuk mencari dan memperhatikan bahan tertulis untuk mencari dan mendapatkan informasi secara cepat (Tarigan, 1990:32). Soedarso (1998:32) mendefinisikan skimming sebagai keterampilan membaca yang diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien.

  1. Membaca Dangkal

Membaca dangkal pada dasarnya merupakan kegiatan membaca untuk memperoleh pemahaman yang dangkal atau tidak terlalu mendalam dari bahan bacaan yang dibaca. Membaca jenis ini biasanya dilakukan bila pembaca bermaksud untuk mencari kesenangan atau kebahagiaan. Oleh karena itu, jenis bacaannya pun betul-betul merupakan jenis bacaan ringan. Misalnya, majalah, novel, cerpen dan sebagainya. Membaca dangkal ini dilakukan dengan santai.

 

Membaca Intensif

Membaca intensif merupakan program kegiatan membaca yang dilakukan secara saksama. Dalam membaca ini, para siswa hanya membaca satu atau beberapa pilihan dari bahan bacaan yang ada. Program membaca intensif merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan dan mengasah kemampuan membaca secara kritis.

Jenis membaca intensif antara lain:

  1. Membaca telaah isi
  2. Membaca Teliti

Membaca ini bertujuan untuk memahami secara detail gagasan yang terdapat dalam teks bacaan tersebut untuk melihat organisasi penulisan atau pendekatan yang digunakan oleh si penulis. Pembaca dalam hal ini selain dituntut untuk dapat mengenal dan menghubungkan kaitan antara gagasan yang ada, baik yang terdapat dalam kalimat maupun maupun dalam setiap paragraf.

  1. Membaca Pemahaman

Menurut Tarigan (1986:56) membaca pemahaman merupakan sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami standar-standar atau norma-norma kesastraan, resensi kritis, drama tulis, serta pola-pola fiksi.

  1. Membaca Kritis

Membaca kritis adalah sejenis membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, serta analisis, dan bukan hanya mencari kesalahan.

  1. Membaca Ide

Membaca ide adalah sejenis kegiatan membaca yang bertujuan untuk mencari, memperoleh serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat dalam bacaan. Menurut Tarigan (1986:56) membaca ide merupakan kegiatan membaca yang bertujuan untuk mencari jawaban atau pertanyaan berikut dari suatu bacaan: (a) mengapa hal itu merupakan judul atau topik yang baik; (b) masalah apa saja yang dikupas atau dibentangkan dalam bacaan tersebut; (c) hal-hal apa yang dipelajari dan yang dilakukan oleh sang tokoh.

 

Jawaban Nomor 2 (sumber: http://muhammadvebryan.blogspot.co.id/2014/10/tugas-bahasa-indonesia-pertemuan-1_25.html)

Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan.

Istilah karya ilmiah di sini mengacu kepada karya tulis yang menyusun dan penyajiannya didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Dilihat dari panjang pendeknya atau kedalaman uraian, karya tulis ilmiah dibedakan atas makalah (paper) dan laporan penelitian. Dalam penulisan baik makalah maupun laporan penelitian, didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Penyusunan dan kajian karya semacam itu didahului oleh studi pustaka dan lapangan.

Karangan ilmiah ialah karya tulis yang memaparkan pendapat, gagasan, tanggapan, atau hasil penelitian yang berhubungan dengan kegiatan keilmuan. Jenis karangan ilmiah banyak sekali, diantaranya makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan laporan penelitian. Kalaupun jenisnya berbeda-beda, tetapi kelima-limanya bertolak dari laporan, kemudian diberi komentar dan saran.

Karya ilmiah harus bersifat empiris maksudnya adalah bahwa kebenaran dari karya ilmiah tersebut harus bisa diuji dan merupakan hasil otentik. Sementara itu, karya ilmiah bersifat objektif adalah karya ilmiah itu berdasarkan fakta dan apa adanya atau tidak dibuat-buat.

Jawaban Diskusi 1 Bahasa Indonesia MKDU 4110

Tugas 1

Tuton Bahasa Indonesia/MKDU4110

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Bahasa Indonesia sebagai lambang kebanggaan nasional dan Bahasa Indonesia sebagai lambang identitas nasional.
  1. Tuliskan fungsi-fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
  1. Setujukah Anda bila dikatakan bahwa bahasa itu indah, produktif , dan dinamis? Jelaskan pendapat Anda dan berikan masing-masing contohnya.  
  1. Isilah kolom yang kosong pada table berikut ini.
 

Keterampilan Berbahasa

 

Lisan Tulis Sifat
    aktif reseptif
    aktif produktif

Jelaskan isi atau maksud table tersebut dengan bahasa Anda secara efektif.

  1. Tuliskan isi berita Dirjen Pajak Terbitkan Aturan Baru Tax Amnesty yang dapat Anda unduh dari youtube dengan alamat https://www.youtube.com/watch?v=Yz7QyNJPx44

 

 

Jawaban Nomor 1

Bahasa merupakan sebuah sistem, yang artinya, bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. Kedudukan bahasa adalah sebagai karakteristik suatu bangsa, misalnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan (bahasa Nasional)  yang tercantum dalam Sumpah pemuda (28-10-1928) yang berfungsi:

  1. Lambang kebanggaan kebangsaan. Disini bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai luhur yang mendasari perilaku bangsa Indonesia itu sendiri.
  2. Lambang Identitas Nasional. Disini bahasa Indonesia mewakili jatidiri, ciri khas serta karakteristik bangsa Indonesia, selain Bahasa Indonesia terdapat pula lambang identitas nasional yang lain yaitu bendera Merah-Putih dan lambang negara Garuda Pancasila.

Selain itu, fungsi bahasa Indonesia yang lain adalah: (1) Sebagai alat perhubungan. Disini masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku dengan bahasa yang berbeda-beda, jadi akan sangat sulit berkomunikasi kecuali ada satu bahasa pokok yang digunakan. Maka dari itu digunakanlah Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan perhubungan nasional. (2) Sebagai alat pemersatu bangsa. Disini mengacu pada keragaman yang ada pada Indonesia dari suku, agama, ras, dan budaya, bahasa Indonesia dijadikan sebagai media yang dapat membuat kesemua elemen masyarakat yang beragam tersebut kedalam sebuah persatuan.

 

Jawaban Nomor 2

Pada tanggal 25-28 Februari 1975, Hasil perumusan seminar politik bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta. Dikemukakan Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara adalah :

  1. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan. Kedudukan pertama dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
  2. Bahasa Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan. Kedudukan kedua dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan dari taman kanak-kanak, maka materi pelajaran yang berbentuk media cetak juga harus berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing atau menyusunnya sendiri. Cara ini akan sangat membantu dalam meningkatkan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek).
  3. Bahasa Indonesia sebagai penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah. Kedudukan ketiga dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya Bahasa Indonesia dalam hubungan antar badan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Sehubungan dengan itu hendaknya diadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa. Tujuan agar isi atau pesan yang disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh masyarakat.
  4. Bahasa Indonesia Sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi. Kedudukan keempat dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lainnya. Karena sangatlah tidak mungkin bila suatu buku yang menjelaskan tentang suatu kebudayaan daerah, ditulis dengan menggunakan bahasa daerah itu sendiri, dan menyebabkan orang lain belum tentu akan mengerti.

 

Jawaban Nomor 3

Setuju. Bahasa bersifat indah karena dengan bahasa bisa dibuat puisi, lirik lagu, syair, novel dll. Bahasa bersifat dinamis karena bisa berubah sewaktu-waktu, misalnya Ejaan lama menjadi ejaan baru seperti pada contoh nama orang Tjutju menjadi Cucu, atau banyak juga bahasa gaul saat ini yang memiliki arti baru, seperti PA, alay, dll. Selain itu bahasa bersifat produktif, dengan akal budinya manusia dapat mengubah-ubah susunan bunyi-bunyi bahasa menjadi bunyi bahasa yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut membuat bahasa menjadi produktif. Contoh: Tuhan, hantu.

 

Jawaban Nomor 4

(Lisan) Menyimak => (Tulis) Membaca => (Sifat) aktif reseptif

(Lisan) Berbicara => (Tulis) Menulis => (Sifat) aktif produktif

Keterampilan berbahasa yang bertujuan memahami pesan (reseptif) dalam bahasa lisan adalah menyimak, sedangkan dalam bahasa tulis adalah membaca. Dalam hal ini kita menyimak suatu pembicaraan atau dengan membaca.

Keterampilan berbahasa yang bertujuan menyampaikan pesan dalam bahasa lisan adalah berbicara, sedangkan dalam bahasa tulis adalah menulis. Jadi pembicara dan penulis menghasilkan (produktif) pesan yang disampaikan kepada orang lain.

 

Jawaban Nomor 5

https://www.youtube.com/watch?v=Yz7QyNJPx44

Direktur Jendral Pajak Kementrian Keuangan Ken Dwijugiasteadi mengeluarkan peraturan Direktur Jenderal nomor 11 Tahun 2016 yang akan menjadi panduan teknis pelaksanaan program pengampunan pajak secara lebih rinci. Aturan ini diterbitkan sebagai upaya dirjen pajak untuk meluruskan persepsi masyarakat terkait pelaksanaan amnesty pajak. Saat ini berbagai keresahan di kalangan masyarakat muncul karena tidak memahami tax amnesty secara penuh.

“Justru peraturan ini akan mempertegas asas dari Undang-Undang Tax Amnesty itu sendiri, yaitu azas keadilan. Azas keadilan. Memang semua masyarakat sekarang ini animonya sangat tinggi untuk mengikuti tax amnesty. Artinya apa? Masyarakat itu percaya sama Presidennya, ya… Sangat percaya dengan bapak Presiden, makanya mereka juga ikut, tetapi ada keresahan-keresahan yang muncul itu karena belum dijelaskan secara detail tentang asas keadilan dari Undang-Undang itu sendiri.”

Terdapat poin-poin penting dalam Perdirjen Pajak No 11 Tahun 2016 ini. Salah satunya adalah penjelasan mengenai kelompok masyarakat yang berpenghasilan di bawah penghasilan tidak kena pajak, yang saat ini sebesar 54 juta rupiah per tahun atau setara dengan 4,5 juta rupiah per bulan bagi 1 orang pribadi tidak wajib mengikuti amnesty pajak.

Seperti yang diketahui di media sosial masyarakat resah, karena menganggap program pengampunan pajak ini menyasar seluruh masyarakat termasuk masyarakat kecil. Keresahanpun bertambah karena ada bumbu-bumbu ancaman 200%, jika tidak mengikuti program pengampunan pajak. Oleh karena itu, Dirjen Pajak pun segera menyosialisasikan aturan ini untuk meluruskan persepsi masyarakat dan memastikan proses maupun hasil amnesty pajak sesuai harapan. Dari Jakarta Drus Salabenala Rizalul Fikri Kantor Berita ANtara mewartakan.

 

Jawaban Inisiasi 3 (Bahasa Indonesia)

Pertanyaan
(1) Bagaimana cara terbaik untuk menyimak berita
(2) Apa yang disebut dengan menyimak intensif dan ekstensif

Jawaban:
Nomor 1
Menyimak merupakan suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang bunyi bahasa (ujaran) dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi yang disampaikan oleh seorang pembicara. (Modul UT Inisiasi 3)
Menyimak berita bertujuan untuk:
1. Mampu mendengarkan berita dengan baik
2. Memahami isi berita
3. Menemukan pokok-pokok berita
4. Mengemukakan kembali berita yang didengar.

Cara terbaik untuk menyimak berita adalah mengenal pokok-pokok berita dengan bertanya 5W-1H (What, Who, When, Why, Where dan How) terhadap topik pembicaraan berita tersebut, misalnya kita menonton suatu berita tertentu, kemudian setelah menyimak isi berita tersebut, kita harus bertanya dengan menggunakan 5W 1H ini, contoh:
“Telah terjadi Bencana gempa bumi tsunami di Nangroe Aceh Darussalam”
1. Apa yang telah terjadi di Aceh?
2. Siapa yang terkena bencana tersebut? Siapa yang telah memberikan bala bantuan terhadap korban bencana?
3. Kapan bencana tersebut terjadi?
4. Mengapa bencana tersebut bisa terjadi?
5. Dimana saja bencana tersebut terjadi?
6. Bagaimana dengan nasib orang-orang yang terkena bencana tersebut?

Nomor 2
Dari modul inisiasi 3, menyimak intensif adalah kegiatan menyimak yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh konsentrasi untuk menangkap makna yang dikehendaki. Jenis menyimak intensif meliputi:
a. Menyimak kritis: menyimak yang bertujuan untuk memperoleh fakta yang diperlukan. Penyimak menilai gagasan, ide, informasi dari pembicara. Contoh: seorang atasan ketika menyimak penjelasan bawahannya pada suatu pertemuan mingguan.
b. Menyimak konsentratif: menyimak untuk menelaah pembicaraan/hal yang disimaknya. Pada menyimak ini diperlukan konsentrasi penuh dari penyimak agar ide dari pembicara dapat diterima dengan baik. Contoh: seorang peserta seminar menyimak isi pembicaraan materi yang diberikan oleh key note speaker pada acara seminar internasional.
c. Menyimak kreatif: menyimak yang bertujuan untuk mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas. Penyimak jenis ini dapat menciptakan sesuatu yang baru berdasarkan hasil simakan. Contoh: Seorang mahasiswa S3 menyimak isi materi yang diberikan oleh profesor, kemudian mengembangkan isi materi tersebut dengan bantuan diskusi bersama teman-temannya dan pengalaman-pengalaman yang dia ketahui.

Sementara itu, menyimak ekstensif adalah kegiatan menyimak yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti: menyimak diskui kelompok, percakapan teman-teman di kelas, dan sebagainya. Jenis menyimak ekstensif meliputi:
a. Menyimak sekunder: menyimak sambil mengerjakan sesuatu (mis: menulis sambil mendengarkan doen berbicara).
b. Menyimak pasif : hampir serupa dengan menyimak sekunder hanya pada menyimak pasif penyimak beralih dari pekerjaannya ke kegiatan menyimak.
c. Menyimak estetik : menyimak yang melibatkan daya imajinasi, contohnya ketika Doni menonton film fast and furious di bioskop kemudian Doni berimajinasi apa yang akan terjadi selanjutnya setelah suatu scene berlanjut.

Cold Village, Millions of Happiness

I have been living in Bandung for more than 25 years. Eventhough I was born in West Sumatera, but, for me Bandung is my land. The place where my blood can flow very well and my lung can breath without any troubles.

I have ever lived in the other cities for a few years, like Jakarta & Tangerang, but Bandung is still the best place for me to live in. It is the capital of West Java. It is the place where people from the nearest cities like Jakarta or Cimahi come to fulfill their happiness after  passing their tiring working days.

ranca-upas
A small city that will become “my memories” forever in Bandung is Pangalengan. I used to come to this city when I was younger. It is located about 40kms from Bandung. I liked to come here to meet my grandparents, but since they have died and the immense earthquake appeared on September 2009, unfortunately, the house and land where they lived in were sold. For me, this city saved abundant memories that will never leave forever from my mind. Both beautiful and “a little unlucky experience” have fulfilled my life.

curug-penganten.jpg
Now, i want to tell you a brief description about Pangalengan. The city is well-known as one of the biggest makers of agriculture, plantation, and animal husbandry. For example, the city produces a huge amount of tea, milk, and fresh meat that are regularly delivered around the country.

Since the city is located in a mountain area, you can find a hot spring. Visitors will enjoy warm to hot water directly from Windu mountain, located in front of the hot spring water itself, which you can also find “Bird crater” nearby.

Other than that, you can find Malabar tea plantation. Here, more than 1500 blue-collar workers are employed to pick the best tea in the universe. All you can see here is about green. I still remember, when i visited the place, i only could breath the fragrant of tea. Saying the truth, living in such a good place will never deteriorate my health, don’t you think the same?

malabar.jpg

Another place you can visit is “Curug Penganten” (Bride waterfall). Fresh cold water that touches your body will give you the most unforgettable moment ever. People can coddle themselves by playing water there.

One of the best places that will never lose in my memories until i stop breathing is Situ Cileunca. This is one of the best lakes i have ever seen in my life. The lake itself is actually used as a reservoir for local people. I have ever come there in the morning and have seen a bunch of smoke floating on the lake. I have ever also crossed the lake from one island to the other with a duckling-like boat which only can be ridden by 2 persons. When I with mother were using the boat, we were stuck on the middle of lake between two islands. As we were pedaling the duckling-like boat, the boat didn’t move at all. We were only hoping that we wouldn’t sink and a miracle came. Finally, God listened to our wish. A fisherman approached to help us. After that horrible but heart-beating experience, we still could enjoy our travel to pick some strawberries in the land.

wisata-di-pangalengan-bandung

For people who like to stay in the nature, they can build a tent in “Puntang Mountain”. If you are lucky, sometimes you can find some wild animals such as deer and horses. All in all, Pangalengan is one of good villages, which can make people happy with a little cash. It has been too long since I have not come there. I hope that I can come there again this week and show you more astounding story about the place.

gunung-puntang.jpg

Indonesia, our beloved country

Indonesia is an archipelago. It means that Indonesia is a country with a lot of islands. The country has 3 time zones. Indonesia has 5 main islands, which are: Java, Kalimantan, Sulawesi, Papua, and Sumatra. Java is the smallest island among all main islands, but has the biggest population among all. It seems that a lot of people move to Java to get their luck. Besides, in Java, there is a capital of Indonesia, Jakarta.

Screenshot_1

The second smallest main island is Sulawesi. The island looks unique, because it resembles a letter ‘K’. Sulawesi, along with its beautiful seas and beaches, is an island with many unique plants and animals. It happens because of breeding of different species that creates new biological natures. For example: Gorontalo monkey, Babirusa, Boto-boto fish, Tarsius and Anoa. Animals mentioned here are only a very few examples that can only be found in Sulawesi. It is also known that there are 35 different different languages spoken here.

Screenshot_2

Sumatera is the sixth biggest island in the universe. Based on the history, Sumatera’s inhibited by Melayu races, which consisted of different etnic groups such as: Aceh, Batak, Melayu, Minangkabau, etc. Melayu’s language became the national language of Indonesia. Local people have unique food. Let say Rendang is one of Indonesian favourite food (and maybe international food) which can be found in almost all areas especially in Java. The dish is originally from West Sumatera.

Screenshot_3

Kalimantan is an island which produce a lot of coconuts. The island is also called “Island with thousand rivers”, because it has tremendous numbers of river. Kalimantan consists of 3 areas: “Indonesia”, “Malaysia”, and “Brunei”. The local people believe much in superstition. For example, “Kuntilanak” (a woman spirit in white with long hair) is derived from one of cities.

Screenshot_4

Last but not least, Papua island resembles of a kangaroo. It is like “Africa of Indonesia”, because many people come there just only to exploit the mining while the local people still remain in poverty. After the huge exploitation, they only leave the place like a garbage. The island needs more attention by government and should be managed carefully because can give a lot of benefit if it is taken properly by appropriate people.

Screenshot_5

English Phrasal Verbs (Part 4)

Part IV

  1. Share out to give a part of something to a group of people

This presentation file is going to be shared out later after I finish the class.

  1. Shut up to stop talking, stop making a noise

Kids, shut up saying bad words or I’ll clean your mouths with soap.

  1. Sit down to (start to) sit

I let the grandma sits down. I can’t see her standing up in the bus.

  1. Sort out to solve a problem

I’m unable to sort this puzzle out. It’s too difficult for me.

  1. Speak up to talk more loudly so someone can hear you

Your voice is very low and I can’t hear you. Could you speak up, please!

  1. Split up to end a relationship

My bad friendship was not too good; We decided to split up.

  1. Stand up to (start to) stand

Relax your body and begin with standing up.

  1. Stay up to go to bed late

I have to cram and stay up.

  1. Take away to remove

Liz has taken the maggots away from her scalp.

  1. Take back to return something to the place it came from

It’s better for you to take the books back.

  1. Take down to remove (from a high place)

I’m too small and short to take the books down from the highest line of the shelf.

  1. Take off to leave the ground

It takes a long time for the plane to take off.

  1. Take off to remove (a piece of clothing)

Let’s take all your clothes off and swim in the river. No one can see you here.

  1. Take over to take control of (a business, etc.)

The uneducated woman takes over this company! I don’t believe it.

  1. Take up to start (a hobby, sport, etc.)

Taking up stamp collecting is a boring hobby.

  1. Throw away to put something in a rubbish bin

Can you throw this plastic away! It’s been there for 3 days and emits a smelly odor.

  1. Try on to put on (a piece of clothing) to see how it looks and if it fits

He spends an hour only to try cheap clothes on.

  1. Turn down to lower the volume of

I’m studying for the final test tomorrow. Can you turn the radio down!

  1. Turn off to stop a machine working

Turn the TV off and start studying!

  1. Turn on to start a machine working

It’s so boring, I’m trying to turn the TV on, but I realize that the electric has been cut off.

  1. Turn over to turn something so the other side is towards you

Time is over for this section, now you can turn the paper over.

  1. Turn up to increase the volume of

Hey, it’s my favorite song, turn it up!

  1. Wake up to stop being asleep

I’ve to wake up at 5 am every day.

  1. Wash up to wash plates, cups, cutlery, etc.

Kostya helps me to wash up after the big party. He’s very helpful!

  1. Watch out to be careful

Watch out! The snake is going to bite you.

  1. Work out to find the solution to a problem, etc.

I keep working out to connect my computer to the internet.

  1. Write down to write information on a piece of paper

Listen carefully and write the requirements down; It’ll not be repeated twice.