Archives

Tugas 3 Komunikasi Bisnis EKMA 4159

SOAL TUGAS 3 Komunikasi Bisnis EKMA 4159

1) Karang taruna di desa saudara berencana akan menaikan iuran kegiatan kepemudaan mulai bulan depan, saudara diminta melobi pengurus supaya iuran tidak dinaikkan. Jelaskan langkah-langkah yang saudara ambil menurut dimensi hubungan manusia dari Philips  Lesly dalam Managing Human Climate!

2) Suatu hari tutor saudara mengumumkan perubahan jadwal, kebanyakan dari saudara tidak bisa. Jelaskan 5 langkah yang akan saudara lakukan untuk bisa bernegosiasi dengan gaya negosiasi “menang-menang”!

 

Jawaban:

NOMOR 1

  1. Menurut saya, yang pertama kali harus dilakukan adalah menganalisis dulu suasana yang ada. Mengapa Pengurus akan menaikkan iuran kegiatan kepemudaan? Atas motif apa para pengurus ini menaikkan iuran
  2. Mengetahui sifat-sifat pengurus seperti apa? Apakah mereka adalah jenis orang-orang yang mungkin bisa kita ajak diskusi atau orang yang anarkis dan mudah marah? Selain itu kita juga harus mengajak teman-teman kita yang sepamahaman untuk membantu kita dalam melobi dengan para pengurus nantinya
  3. Lebih lanjut mencari kelompok kecil yang akan menjadi lawan dan kawan kita
  4. Membentuk koalisi atau dengan berbagai kelompok yang setuju dan sepemahaman dengan kita sehingga mereka bisa memihak atau menyetujui adanya perubahan guna mendukung kita.
  5. Menetapkan tujuan, point-point apa yang nantinya akan kita lobi atau diskusikan dengan pihak pengurus, sehingga tujuan kita sesuai dengan pola-pola yang mungkin muncul pada saat upaya yang kita lakukan dalam memberikan hasil.
  6. Menganalisis kira-kira penyebab kasus atau risiko apa yang muncul ketika kita melobi dengan pengurus apakah mereka bisa diajak berkompromi atau tidak dan kemudian merumuskannya sehingga setiap orang dengan mudah, cepat dan tepat mampu memahami kasus tersebut.
  7. Menganalisis segmen-segmen khalayak. Mengembangkan strategi dan imbauan yang tepat untuk setiap segmen khalayak .
  8. Memperhitungkan media dan saluran komunikasi lain yang ada, yang tentunya bisa kita manfaatkan untuk kepentingan penyebaran informasi kita. Misalnya dengan membuat whatsApp group dalam menyebarkan informasi yang ada.
  9. Mengembangkan kasus. Dengan mengingat adanya orang yang amat ahli dan kita memiliki tujuan yang jelas, maka perhitunhan kasus tadi secepatnya sebelum diubah menjadi kebijakan dan peraturan.
  10. Menjaga fleksibilitas. Setiap pokok persopalan itu pasti banyak liku-liku dan jebakannya, karena itu sebagai seorang pelobi, kita harus memiliki kemampuan berkelit dan taktis.

 

Nomor 2

  1. Berdiskusi dengan teman-teman apa yang harus dilakukan. Jika benar-benar semua teman tidak bisa mengikuti perubahan jadwal, maka harus dicari tahu alasannya. Apakah alasannya kuat atau tidak. Alasan yang kuat dapat dijadikan alasan yang tepat untuk bernegosiasi.
  2. Berbicara dengan tutor secara baik-baik dan menjelaskan tentang penolakan perubahan jadwal beserta alasannya.
  3. Berbicara langsung dengan tutor secara baik-baik kalau perubahan jadwal itu tidak bisa dilakukan karena memang sudah tanggung jawabnya tutor untuk mengajar sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
  4. Jika memang tutor tidak bisa mengajar, maka coba untuk diskusikan bagaimana langkah yang sesuai supaya peserta atau mahasiswa tidak dirugikan karena sudah membayar uang kuliah.
  5. Menerima keputusan final asal perubahan tetap tidak berubah. Mungkin tutor akan memberikan tugas, atau mungkin ada tutor pengganti sementara. Jika tutornya tidak mau kalah, maka cara satu-satunya adalah mencari pihak ketiga yaitu langsung berbicara dengan pihak UT tentang isu yang sedang beredar saat itu.
Advertisements

Jawaban Tugas 1 Kombis

Nomor 1

Jelaskan komponen komunikasi menurut Lasswell dalam kasus ketika anda melakukan proses transaksi Jual Beli dengan Pelanggan !

Jawab

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:

  1. Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
  2. Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
  3. Saluran (channel) adalah media di mana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
  4. Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
  5. Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
  6. Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan (“Protokol”)

(Sumber definisi: https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi)

Komunikasi yang diterapkan dalam melakukan proses transaksi Jual Beli dengan Pelanggan.

Misalnya calon pembeli melihat barang yang dijual di etalase, kemudian calon pembeli ini bertanya kepada penjual. Pembeli yang bertanya terlebih dahulu disebut sebagai sender, sementara penjual yang meresponnya disebut sebagai receiver. Misalnya ketika bertanya, pembeli berbicara “Berapa harga baju ini?” (isi pembicaraan ini disebut sebagai pesan) dan penjual menjawab “50 ribu” (ini disebut sebagai umpan balik). Saluran komunikasi ini adalah verbal dan dilakukan secara langsung bisa menggunakan udara yang mengalir dari getaran udara.


Nomor 2

Gangguan komunikasi apa yang akan terjadi dalam proses transaksi Jual Beli dengan Pelanggan dilihat dari psikologis, fisik, semantik dan mekanis

Jawab

  1. Hambatan psikologis. Umumnya disebabkan komunikator dalam melancarkan komunikasi tidak mengkaji dulu diri dari komunikan. Misalnya ketika si A (sender) yang orang Batak berbicara blak-blakan dan keras tanpa memikirkan perasaan si B (receiver). Akhirnya si B merasa tersinggung dan enggan berbicara dengan si A. Demikian pula seseorang yang sedang tertekan (depresi) tidak akan dapat melakukan komunikasi dengan baik.
  2. Gangguan fisik misalnya jika seorang mengalami gangguan pendengaran maka ia akan mengalami hambatan komunikasi. Disini si A (sender) harus berbicara lantang karena si B (receiver) agak tuli jadi tidak bisa cepat paham ketika 2 orang ini sedang berkomunikasi. Biasanya kalau si A bisa menggunakan bahasa isyarat, dia bisa menambahkan gerak gesture tubuh ketika sedang berbicara.
  3. Gangguan semantik. Gangguan jenis ini bersangkutan dengan pesan komunikasi yang pengertiannya menjadi rusak. Gangguan semantic tersaring ke dalam pesan melalui penggunaan bahasa. Lebih banyak kekacauan mengenai pengertian suatu istilah atau konsep yang terdapat pada komunikator, akan lebih banyak gangguan semantic dalam pesannya. Gangguan ini terjadi dalam salah pengertian. Misal, si A yang orang kampung sok-sok an menggunakan bahasa Inggris dan bilang “Kamu jangan menjudge saya”, padahal si B yang terdidik dan sedang kuliah S3 tidak sedang menjudge si B, melainkan sedang memberikan opini. Kata “menjudge” dan “memberikan opini” jelas sangat jauh sekali artinya.
  4. Gangguan mekanik. Gangguan yang disebabkan oleh saluran komunikasi atau kegaduhan yang bersifat fisik. Misalnya ketika di pabrik, atasan berbicara kepada bawahan ketika mereka berdua bertemu di plant pabrik. Suara dari kegaduhan mesin pabrik sangat menghambat proses komunikasi yang baik.

(Sumber definisi: https://itha911.wordpress.com/kumpulan-makalah-2/hambatan-komunikasi/)


Nomor 3

Toko Sinta adalah sebuah organisasi. Sebutkan Stakeholder internal dan eksternal dari toko Sinta, serta berikan contoh bentuk komunikasi yang terjadi.

Jawab

Definisi stakeholders menurut Freeman (1984) merupakan individu atau kelompok yang bisa mempengaruhi dan/ atau dipengaruhi oleh organisasi sebagai dampak dari aktivitas-aktivitasnya. Sedangkan Chariri dan Ghazali (2007, h.32) mengatakan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang hanya beroperasi untuk kepentingannya sendiri namun harus memberikan manfaat bagi stakeholders-nya (shareholders, kreditor, konsumen, supplier, pemerintah, masyarakat, analis dan pihak lain). Sedangkan Rudito (2004) mengemukakan bahwa perusahaan dianggap sebagai stakeholders, jika mempunyai tiga atribut, yaitu: kekuasaan, legitimasi dan kepentingan.

Mengacu pada pengertian stakeholders diatas, maka dapat ditarik suatu penjelasan bahwa dalam suatu aktivitas perusahaan dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar dan dari dalam, yang kesemuanya dapat disebut sebagai stakeholders.  Kelangsungan hidup perusahaan bergantung pada dukungan stakeholders dan dukungan tersebut harus dicari sehingga aktivitas perusahaan adalah untuk mencari dukungan tersebut. Makin powerful stakeholders, makin besar usaha perusahaan untuk beradaptasi. Pengungkapan sosial dianggap sebagai bagian dari dialog antara perusahaan dengan stakehoders-nya (Chariri dan Ghazali, 2007).

Stakeholders internal adalah stakeholders yang berada di dalam lingkungan organisasi. Misalnya karyawan, manajer dan pemegang saham (shareholder). Sedangkan stakeholders eksternal adalah stakeholders yang berada di luar lingkungan organisasi, seperti penyalur atau pemasok, konsumen atau pelanggan, masyarakat, pemerintah, pers, kelompok social responsible investor, licensing partner dan lain-lain.

(sumber: http://www.rahmatullah.net/2012/01/stakeholders-dalam-csr.html)

Pada kasus toko Sinta. Stakeholder internalnya adalah penjaga toko, supervisor toko, boss. Sementara itu stakeholder eksternalnya adalah pembeli, supplier, investor dan sebagainya. Contoh dari bentuk komunikasi yang bisa terjadi pada toko Sinta adalah ketika pembeli datang ke toko tersbeut dan bertanya tentang produk yang konsumen ingin beli, atau misalnya ketika supervisor bertemu dengan supplier menanyakan tentang barang-barang inden atau reject.


Nomor 4

Buatlah sebuah pesan ajakan Kuliah di UT dengan memperhatikan Prinsip Komunikasi bisnis 7C.

Jawab

Untuk melakukan Komunikasi yang Efektif, terdapat 7 faktor Komunikasi yang perlu diperhatikan. 7 Faktor Komunikasi ini sering disebut dengan 7C Komunikasi atau 7C of Communication.

  • Clear (Jelas). Sangat kita berbicara atau menuliskan suatu pesan kepada orang lain, pastikan pesan yang kita berikan tersebut memiliki tujuan yang jelas. Apa yang sebenarnya yang kita inginkan dari pemberian pesan tersebut.
  • Concise (Ringkas). Komunikasi harus dilakukan secara Ringkas namun tetap fokus pada poin yang ingin kita sampai. Penyampaian pesan dengan kalimat yang berlebihan akan membingungkan pendengar ataupun pembaca terhadap maksud dari pesan kita tersebut.
  • Concrete (Konkret). Pesan yang disampaikan harus Konkret, dengan demikian pendengar atau pembaca dapat memahami dengan jelas pesan yang disampaikan tersebut secara keseluruhan dan fokus pada maksud yang ingin disampaikan. Biasanya didukung dengan fakta dan data sehingga di tidak disalahtafsirkan.
  • Correct (Benar). Pesan yang disampaikan harus bebas dari kesalahan tata bahasa sehingga mudah dimengerti oleh penerima pesan tersebut.
  • Coherent (Koheren/Masak akal). Komunikasi Koheren adalah komunikasi yang logik atau masuk akal, semua pesan yang diberikan sesuai dengan topik pembicaraan utama.
  • Complete (Lengkap). Komunikasi harus lengkap, kita harus memberikan pesan secara lengkap kepada penerima pesan tersebut sehingga penerima pesan mengetahui maksud dan tujuan dari pesan yang bersangkutan.
  • Courteus (Sopan). Komunikasi yang dilakukan dengan sopan, ramah dan terbuka tanpa ada sesuatu yang terselubung didalamnya.

(sumber: http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-komunikasi-7c-untuk-komunikasi-efektif/)

Contoh: Teman-teman, Marilah kita melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka. Biaya kuliah di UT ini sangatlah terjangkau. Selain itu, belajar di UT sangatlah fleksibel, karena kita bisa belajar kapanpun dan dimanapun selama kita memiliki laptop atau smartphone berbasis android dan koneksi internet yang memadai. Kuliah di UT merupakan jawaban terbaik bagi mereka yang ingin belajar di kampus tanpa harus mengganggu aktivitas bekerjanya. Terima Kasih.

Jawaban Inisiasi 3 Komunikasi Bisnis

Menurut saya, kemampuan menyusun pesan komunikasi bisnis ini sangatlah penting karena sangat berpengaruh pada hubungan bisnis antara 2 pihak atau lebih. Misalnya, ketika menulis pesan menggunakan bahasa Inggris, kita bisa menggunakan
“Dear Mr. Smith”

“Dearest Smith”

Untuk contoh yang pertama itu sifatnya formal (menggunakan kata dear). Kalau untuk contoh yang kedua justru artinya menunjukkan orang yang sudah dekat (akrab) (menggunakan kata dearest). Dari situ saja sudah berbeda maksud. Kita benar-benar harus menggunakan jenis kata-kata yang sesuai agar si penerima pesan komunikasi bisnis tersebut tidak merasa tersinggung. Isi komunikasi menunjukkan suatu kesan kepada penerima.

Selain itu, isi komunikasi bisnis yang baik haruslah tidak bertele-tele, ringkas dan tepat sasaran. Hal ini dimaksudkan agar isi pesan tersebut bisa langsung memahami maksud dari isi pesan tersebut.

 

Dalam kehidupan nyata saya, misalnya ketika saya melakukan bisnis dengan orang asing. Di akhir pesan, orang asing tersebut menulis kata “tanti baci” yang artinya “cium”. Kita harus memahami kalau ini maksudnya si pengirim pesan tersebut telah merasa akrab dengan kita, sehingga kita harus benar-benar memahami kultur/budaya dan kebiasaan-kebiasaan dengan rekan bisnis kita.