Archives

Tugas 3 Manajemen Pemasaran EKMA 4216

TUGAS 3 STRATEGI PEMASARAN BLACKBERRY

Populer layanan push E-mail
Sejak kemunculannya, Research In Motion berhasil menjual puluhan juta unit BlackBerry ke seluruh dunia. Apa inovasi yang mereka tawarkan? Siapa yang tak kenal BlackBerry? Rasanya, hampir sebagian masyarakat modern mengenal “ponsel pintar“ ini. Bukan hanya kalangan profesional yang mobile saja yang gandrung padanya, popularitasnya kini juga sedang merambah segmen menengah ke bawah dan mahasiswa. Kemampuannya menyampaikan melalui jaringan data nirkabel dari layanan operator selular ternyata mampu mengejutkan dunia. Sejatinya, BlackBerry diperkenalkan sejak 2004 oleh salah satu operator telekomunikasi seluler. Popularitas BlackBerry karena keberadaan komunitas yang mendorong terciptanya word of mouth (WOM), di samping karakteristik konsumen Indonesia yang mudah terbawa tren. Pertama kali diperkenalkan BlackBerry lebih ditujukan untuk pasar korporat ungkap Teguh Prasetya, Group Head Brand Marketing Indosat. Alasannya, hanya segmen pasar korporatlah yang membutuhkan fitur seperti yang ditawarkan BlackBerry, yaitu push e-mail. “Dulu, berapa banyak sih orang yang membutuhkan e-mail real-time? ujar Teguh seraya menambahkan, kebetulan satu-satunya keunggulan BlackBerry adalah layanan push e-mail. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, handset dan teknologi BlackBerry mulai bergeser ke arah yang lebih personal. “Dan kami mendapat masukan dari konsumen agar tidak hanya diberikan bagi pelanggan korporat, ungkap Teguh. Sejak itu, 2006, Indosat memasarkan layanan BlackBerry untuk pelanggan ritel, walau masih terbatas untuk pelanggan pasca bayar saja. Bahkan, tak berhenti sampai di situ, Indosat juga menawarkan layanan BlackBerry connect bagi pelanggan yang tidak memiliki handset-nya, tapi tetap ingin dapat menikmati layanan BlackBerry. Lagi-lagi, strategi tersebut juga dilatarbelakangi masukan pelanggan yang terekam dari berbagai mailing list tentang BlackBerry yang mulai tumbuh. Teguh mengatakan, keberadaan komunitas memang membuat perkembangan pasar BlackBerry di Indonesia tumbuh sangat dinamis. Komunitas inilah yang menyebarkan “virus” WOM ke orang lain. BlackBerry adalah peralatan penting bagi seseorang untuk tetap berhubungan dengan email. Banyak yang kemudian mengistilahkan sebagai “crackBerry” lantaran kemampuan bagaikan tali yang mengikat kita ke dalam mesin tipis berwarna hitam. Masin ini menjadi bagian penting dari kehidupan kerja dan kehidupan setelah bekerja, selalu di bawa kemana saja-di dalam kendaraan, bahkan di pantai. Diperlukan upaya yang besar untuk menyingkirkan pemiliknya dari BlackBerry. Research In Motion (RIM) meluncurkan versi awal BlackBerry pada Januari tahun 1999. Mereka harus bersabar beberapa tahun sebelum teknologi pendukungnya benar-benar siap dijalankan. Hingga kemudian tiba saatnya, pertumbuhan ponsel dan SMS yang begitu massive menunjukkan bahwa masyarakar kini siap berhubungan dengan e-mail mereka secara permanen. Awalnya, produk ini berfokus kepada para knowledge worker sebagai target pasarnya. Teknik favorit RIM adalah mendatangi konferensi dan mendistribusikan BlackBerry gratis selama konferensi berlangsung. Mereka berhasil membuata para eksekutif akhirnya sibuk menghabiskan waktu melihat inbox ketimbang mendengarkan sang pembicara. Meskipun merugikan pembicara, tapi para peserta konferansi terkesima. Sekali kita menjajal BlackBerry, maka tak ada jalan untuk kembali. Alhasil, banyak eksekutif yang kemudian membelinya-dan merekomendasikannya ke perusahaan agar ,membelinya secara korporat. Dalam tempo singkat, sederet perusahaan besar-seperti Intel- yang sebelumnya menetapkan PalmPilot untuk semua stafnya, menggantinya dengan BlackBerry. Inovasi produknya pun terus bergulir, akses internet, dukungan software jejaring sosial (social network) serta aplikasi kerja pengguna BlackBerry pun semakin efisien dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Berbagai fitur dan kemudahan yang melengkapi BlackBerry mampu mengubah pola komunikasi penggunanya. Fitur andalan yang di gemari adalah push e-mail. Di sebut push e-mail karena seluruh surat, daftar kontak, dan kalender “didorong” masuk ke dalam BlackBerry secara otomatis. Salah satu konsumen yang menikmati kemudahan BlackBeryy adalah Elizabeth Fang. Pekerja media ini sudah menggunakan BleckBerry tipe Curve 8320 sejak Agustus 2008. Ia menggunakan BlwckBerry karena tertarik pada fitur-fitur yang ditawarkan seperti e-mail, browsing, dan BlackBerry Messenger. Jadi, dia tidak perlu repot-repot buka laptop dan mencari jaringa Wireless Fidelity (WiFi) lagi.
Produk
Beberapa waktu lalu, produsen BlackBerry, Research in Motion (RIM) resmi memperkenalkan varian terbarunya, smartphone BlackBerry Torch 9800. Perangkat ini merupakan kombinasi ideal bagi konsumen yang mengutamakan koneksi secara sosial yang dibalut dengan fungsi bisnis. Smartphone BlackBerry Torch 9800 merupakan sebuah perangkat yang menawarkan aspek desain elegan dengan fitur-fitur fungsional terunggul. Jenis ini juga merupakan jenis smartphone Blackberry yang pertama memadukan fitur keyboard QWERTY penuh dan juga layar sentuh serta sebagai yang perdana menggunakan sistem operasi BlackBerry 6 terbaru. “Layanan fitur BlackBerry sangat membantu. Apalagi jika dalam bekerja, Anda selalu harus mengirim dan mengecek e-mail.¬sejak pakai BlackBerry saya bisa melakukan itu setiap saat,” aku Elizabeth yang menghabiskan budget Rp 200.000 per bulan, khusus untuk BlackBerry. Selain itu, network sesama pengguna BlackBerry juga memberikan kemudahan dalam share informasi. Kiprah RIM selaku vendor ponsel BlackBerry pun kian berkibar. Reputasi positif dan inovatif melekat pada produsen gadget asal Kanada ini. “ pada kuartal III tahun 2008, BlackBeryy terjual 21 juta unit di seluruh dunia. Ditambah 2,5 juta unit pada kuartal IV November 2008,” kata Adele Beachley, Regional Director RIM Asian Pasific. Dalam hitungan singkat, BlackBerry sudah mampu mengubah pola pikir masyarakat dengan fitur ponsel yang ditawarkannya. Kehadirannya memberikan kemudahan dalam mengakses jaringan internet di mana pun dan kapan pun. BlackBerry, lanjut Adele, hanya memfokuskan pada konsep simplicity. Headset-nya bukan Cuma menawarkan push e-mail, tetapi berkembang menjadi alat untuk bersosialisasi. Itu tercipta berkat adanya aplikasi FaceBook, BlackBerry Messenger, dan Yahoo Messenger. Dengan keunggulan push e-mail, maka semua e-mail yang masuk dapat diteruskan juga ke ponsel. “E-mail juga sudah mengalami proses kompresi dan scan di server BlackBerry sehingga aman dari virus,” ujarnya. Selain itu, lampiran file berupa dokumen Microsoft Office dan Portable Document Format (PDF) pun dibuka dengan mudah. Bahkan, sebuah e-mail berukuran 1MB, jika diterima melalui push e-mail, dapat menjadi 10 KB dengan isi yang tepat. Oleh karena itu, pengguna tidak perlu mengakses internet terlebih dahulu dan membuka satu per satu e-mail yang masuk atau memeriksa e-mail baru. Hal ini bisa dilakukan karena pengguna terhubung langsung secara terus-menerus dengan dunia maya melalui jaringa telepon selular yang tersedia. Kelebihan lainnya adalah kemampuan BlackBerry yang dapat menampung e-mail hingga puluhan ribu buah tanpa risiko “hang” –asalkan masih ada memori tersisa. “Alat penyimpanan juga memungkinkan para pengguna untuk mengakses data meskipun di luar layanan jangakuan nirkabel. Begitu pengguna terhubung lagi, BlackBerry Enterprise Server akan menyampaikan data terbaru yang masuk,” ujar Adele. Di samping itu, BlackBerry juga bisa digunakan untuk chatting. Mirip dengan Yahoo Messenger, namun dilakukan dengan jaringan BlackBerry dengan memasukkan nomor identitas. Pengguna BlackBerry semakin meluas dengan hadirnya fasilitas koneksi (BlackBerry Connect). Dengan fasilitas itu, pengguna tidak lagi harus menggunakan perangkat genggam BlackBerry untuk memanfaatkan BlackBerry Internet Solution. “Pengguna hanya perlu menginstalansi BlackBerry Connect pada ponsel merek apapun yang dimilikinya, maka pengguna bisa memanfaatkan BlackBerry Internet Solution,”imbuhnya.

Layanan Operator
Di Indonesia sendiri, BlackBerry pertama kali diperkenalkan pada pertengahan Desember 2004 oleh operator Indosat dan Starhub –rekan utama BlackBerry dalam hal teknis instalasi. Kemudian, pasar BlackBerry Internet Service dan BlackBerry Enterprise Server diramaikan oleh dua operator besar lainnya, yakni Exelecomindo dan Telkomsel. Terkait dengan itu, RIM menilai permintaan terhadap masyarakat terhadap mobile data tumbuh pesat. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di emerging market seperti Indonesia, tetapi juga global. “Permintaan layanan mobile data oleh end-user begitu besar dalam beberapa tahun terakhir. Ini menandakan tingginya awareness masyarakat global terhadap mobile data,” imbuh Adele. Adele menjelaskan, pihaknya akan tetap menjual produk secara tidak langsung ke masyarakat, yakni dengan bekerja sama dengan ketiga operator diatas. Pihaknya bertekad menggencarkan peluncuran “ponsel pintar” itu sesuai dengan kebutuhan pasar. Ditambahkannya, kerja sama akan dilakukan dengan memanfaatkan momentum untuk membangun pasar serta menggandeng pengembang aplikasi. Dengan menggandeng pengembang aplikasi, akan tersedia aplikasi-aplikasi tambahan yang melampaui aplikasi e-mail –baik untuk kebutuhan kerja maupun pribadi. “Kami tetap mempertahankan model bisnis tidak langsung atau melalui kerja sama dengan operator untuk mengendalikan pasar,”tegasnya.

Kebutuhan dan Segmen Pasar
Saat ini pasar tetap memiliki sebuah keinginan untuk memiliki ponsel pintar dengan fitur-fitur yang bisa mengakses social media ataupun fitur chatting, walau harga ponsel pintar cenderung mahal dan tidak terjangkau kelas menengah ke bawah. Namun demikian pasar ponsel pintar tetap potensial karena tidak lepas dari budaya masyarakat Indonesia yang senang bergaul dan beramah-tamah.

Persaingan
Ponsel pintar lahir salah satunya dari persaingan tingkat tinggi/perang yang akhirnya melahirkan bintang. Persaingan bisnis biasanya kemudian muncul bintang-bintang baru; atau bintang lama yang bertambah kuat dan hebat. Ponsel pintar lahir dikarenakan adanya perang antara Nokia dengan BlackBerry dan iPhone yang berlangsung sampai sekarang. Bagaimana hasilnya? Yang pasti, perang keduanya berhasil menciptakan tren baru di pasar ponsel pintar di Indonesia. Selama ini Nokia bisa dikatakan merajalela sendiri, terutama di pasar ponsel premium. Tanpa diduga sebelumnya, BlackBerry (BB), produk besutan Research In Motion (RIM) tiba-tiba mencuat ke posisi papan atas di segmen ponsel premium Merek asal Kanada ini mampu menciptakan tren baru di pasar ponsel nasional. Tidak hanya berhasil “merusak” peta persaingan di pasar ponsel premium, khususnya pasar ponsel pintar, tapi juga ikut menggairahkan pasar ponsel di segmen menengah dan bawah. Gara-gara perang dua bintang itu, kini tren di pasar ponsel pintar atau sering disebut smartphone berubah dengan sangat cepat. Saat ini tren yang sedang berkembang bentuknya QWERTY monopad. Bentuk ini seolah menggantikan model memanjang yang diadopsi oleh Nokia Communicator yang sebelumnya merajai di segmen pasar ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. PERTANYAAN (gunakan dasar teori yang ada):
    Berada pada tahap daur hidup apa Blackberry saat ini? Strategi pemasaran apa yang dikembangkan Blackberry sesuai dengan tahap daur hidupnya?
  2. Dalam memenangkan persaingan pasar ponsel pintar di Indonesia, strategi harga apa yang dilakukan BlackBerry?
  3. Apa srategi bauran promosi yang dilakukan BlackBerry, jelaskan kombinasi alat-alat promosi yang digunakan Blackberry.
  4. Apakah strategi saluran disribusi yang dilakukan BlackBerry? b. Apa keuntungan yang dapat diraih BlackBerry melalui pemanfaatan channel distribusi

 

Jawab:

  1. Strategi pemasaran pada tahap pertumbuhan. Tahap ini ditandai dengan peningkatan pesat dalam penjualan. Pengadopsi awal menyukai produk, dan konsumen selanjutnya mulai membelinya. Pesaing baru masuk, tertarik oleh peluang. Mereka memperkenalkan fitur produk baru dan memperluas distribusi. Selama tahap ini, perusahaan menggunakan beberapa strategi untuk mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat, seerti (1) Perusahaan memperbaiki kualitas produk dan menambah fitur produk baru serta memperbaiki gaya; (2) Perusahaan menambah model baru dan produk petarung/flanker (misalnya produk dengan ukuran, rasa dan hal lain yang berbeda yang melindungi produk utama); (3) Perusahaan memasuki segmen pasar baru; (4) Perusahaan meningkatkan cakupan distribusinya dan memasuki saluran distribusi baru; (5) Perusahaan beralih dari iklan kesadaran produk ke iklan preferensi produk; (6) Perusahaan menurunkan harga untuk menarik lapisan pembeli berikutnya yang sensitif terhadap harga.
  2. Strategi Black Berry yang dilakukan di Indonesia adalah dengan cara bekerja sama dengan pasar BlackBerry Internet Service dan BlackBerry Enterprise yaitu bergabung dengan internet provider paket data.
  3. Black Berry menggunakan Virus Word of Mouth untuk kalangan menengah ke atas. Alat promosi yang dilakukan Black Berry adalah dengan bekerja sama dengan 3 provider yang ada di Indonesia. Selain itu Black Berry melakukan promo di sejumlah kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan kota Medan dengan cara memberikan edukasi kepada para pelanggan. Seperti memberi pengenalan tentang berbagai keuntungan yang akan didapatkan bila menggunakan Blackberry, Pengenalan fitur” yang dimiliki oleh Blackberry yang melebihi smartphone merk lain. Serta berbagai keuntungan yang didapat jika membeli ponsel Blackberry melalui mitra resmi atau distributor RIM Indonesia.
  4. (a) Dengan strategi membangun jaringan Blackberyy di Indonesia secara efektif, mengingat kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan sehingga perlu dibangun titik pusat distribusi disetiap Pulau. Kemudian membuka titik distribusi hingga ke daerah tingkat dua, dengan melakukan observasi terlebih dahulu apakah daerah tersebut menguntungkan atau tidak.

 

(b). Keuntungan yang dapat diraih BlackBerry melaui pemanfaatan channel distribusi

  • Information, yaitu mengumpulkan informasi penting tentang konsumen dan pesaing untuk merencanakan dan membantu pertukaran.
  • Promotion, yaitu pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif tentang produk yang ditawarkan.
  • Negotiation, yaitu mencoba untuk menyepakati harga dan syarat-syarat lain, sehingga memungkinkan perpindahan hak pemilikan.
  • Ordering, yaitu pihak distributor memesan barang kepada perusahaan.
  • Payment, yaitu pembeli membayar tagihan kepada penjual melalui bank atau lembaga keuangan lainnya.
  • Title, yaitu perpindahan kepemilikan barang dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi / orang lain.
  • Physical Possesion, yaitu mengangkut dan menyimpan barang-barang dari bahan mentah hingga barang jadi dan akhirnya sampai ke konsumen akhir.
  • Financing, yaitu meminta dan memanfaatkan dana untuk biaya-biaya dalam pekerjaan saluran distribusi.
  • Risk Taking, yaitu menanggung resiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran distribusi.
Advertisements

Jawaban Diskusi 4 Manajemen Pemasaran EKMA 4216

  1. Beri penjelasan dan contoh dari jenis barang konsumen:
  2. Convenience Goods
  3. Shopping Goods
  4. Specialty Goods

 

  1. Jelaskan dan beri contoh perbedaan barang dan jasa

 

JAWAB

SOAL NOMOR 1 (Sumber Jawaban: Modul UT Inisiasi 4)

  • Convenience Goods (Barang konvenien), yaitu barang-barang yang relatif mudah dipakai dan mudah untuk diperoleh. Ciri lain dari barang konvenien adalah memiliki harga yang relatif murah, frekuensi pembeliannya tinggi, dan konsumen dalam membuat keputusan beli hanya mengeluarkan sedikit usaha dan pertimbangan. Misal barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti sabun, gula pasir, surat kabar, dan lain-lain.
  • Shopping Goods (Barang belanjaan), yaitu barang-barang yang harus dicari dulu oleh pembeli bila ingin membelinya, karena tidak tersedia di semua tempat. Sebelum memutuskan untuk membeli, biasanya pembeli akan mempertimbangkan masak-masak beberapa hal seperti harga, mutu dan warna. Misalnya, perkakas rumah tangga, pakaian atau barang-barang elektronik.
  • Specialty Goods (Barang spesial), yaitu barang-barang yang mempunyai ciri khas unik (identifikasi merk), harganya relatif mahal dan terdapat pada tempat-tempat tertentu saja, dimana untuk memperolehnya sekelompok pembeli bersedia mengeluarkan pengorbanan yang cukup besar. Misalnya, barang-barang mewah dengan jenis dan merek tertentu, mobil, peralatan fotografi, dan barang antik.

 

SOAL NOMOR 2 (Sumber Jawaban: Manajemen karangan Richard L. Daft Edisi 6 Buku 2, 610-611)

Perbedaan barang dan jasa

Organisasi manufaktur merupakan organisasi yang memproduksi barang-barang fisik. Organisasi jasa merupakan organisasi yang memproduksi hasil-hasil nonfisik yang membutuhkan keterlibatan pelanggan dan tidak bisa disimpan dalam persediaan.

Jasa berbeda dari produk buatan pabrik dalam dua hal. Pertama,pelanggan jasa terlibat dalam proses produksi yang aktual. Pasien benar-benar mengunjungi dokter untuk menerima jasa, dan sulit untuk membayangkan seorang penata rambut yang memberikan jasa tanpa ada kontak langsung dari pelanggan. Hal yang serupa juga berlaku bagi perusahaan penerbangan, restoran, dan bank. Kedua, barang-barang buatan pabrik dapat disimpan dalam persediaan, sementara hasil-hasil jasa, karena tidak dapat diraba, tidak dapat disimpan. Produk-produk buatan pabrik seperti pakaian, makanan, mobil, dan DVD player semua dapat disimpan di gudang dan dijual di kemudian hari. Tetapi, seorang penata rambut tidak dapat mencuci, memotong, dan menata rambut terlebih dahulu dan menyimpannya di rak sampai pelanggan tiba, begitu juga seorang dokter tidak dapat menyimpan pemeriksaan dalam persediaan. Jasa harus diciptakan dan disediakan untuk pelanggan tepat pada saat diinginkan.

Di samping perbedaan antara perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa, mereka menghadapi masalah-masalah operasional yang sama. Pertama, setiap jenis organisasi harus memperhatikan penjadwalan. Sebuah klinik medis harus menjadwalkan janji sehingga waktu dokter dan pasien akan digunakan dengan efektif. Kedua, baik organisasi manufaktur maupun organisasi jasa harus memperhatikan kualitas dan produktivitas. Karena banyak masalah operasional yang serupa, alat-alat dan teknik-teknik manajemen operasi dapat dan harus diterapkan pada organisasi jasa seperti yang sudah diterapkan pada operasi manufaktur.

 

 

Organisasi Manufaktur Organisasi Jasa
1.       Memproduksi barang fisik

2.       Barang disediakan untuk pemakaian di kemudian hari

3.       Kualitas diukur secara langsung

4.       Hasil yang terstandarisasi

5.       Proses produksi jauh dari pelanggan

6.       Tempat fasilitas cukup penting bagi keberhasilan bisnis

7.       Padat modal

8.       Contoh: pabrik pembuat mobil, perusahaan baja, perusahaan minuman ringan

1.    Memproduksi hasil nonfisik

2.    Produksi dan konsumsi yang terjadi bersamaan

3.    Kualitas dirasakan dan sulit untuk diukur

4.    Hasil yang disesuaikan dengan keinginan pelanggan

5.    Pelanggan berpartisipasi dalam proses produksi

6.    Tempat fasilitas sangat penting bagi keberhasilan perusahaan

7.    Padat karya

8.    Contoh: perusahaan penerbangan, hotel, firma hukum

 

 

 

Jawaban Inisiasi 3

Pertanyaan:

  1. Beberapa basis segmentasi dapat digabung dan menjadi dasar bagi pemasar dalam menawarakan produknya. Seperti pada penawaran produk mobil mewah dan smart phone (misal iPhone), maka segmentasi dilakukan bisa berdasar basis psikografik, benefit, behavior, dan demografi. Jelaskan secara lebih lanjut per produk tersebut.
  2. Apabila pemasar sudah menemukan dasar segmentasi, langkah selanjutnya adalah melakukan penentuan pasar, maka untuk produk mobil mewah dan smart phone tersebut, strategi penentuan pemasaran apa yang sesuai? Apakah differentiated marketing, undifferentiated marketing, ataukah concentrated marketing? Jelaskan secara tepat untuk masing-masing produk.
  3. Ketika pemasar sudah mengetahui dengan tepat strategi segmentasi dan targetting nya, maka pemasar perlu melakukan posititoning (penentuan posisi produk). Coba jelaskan strategi pemosisian produk untuk mobil mewah dan smart phone tersebut.
  4. Anda bisa menjelaskan strategi STP (poin 1, 2, 3) pada produk kategori produk ekskusif lainnya yang Anda ketahui. Jangan copy paste dari teman ya. bacalah modul dan materi inisiasi terlebih dulu. Jangan hanya memberi tanggapan tanpa ada dasar teori, atau just common sense saja.

 

Jawaban:

Nomor 1. Psikografik: dapat menimbulkan kesan glamour, karena diiklankan oleh bintang internasional atau kelas papan atas,

Benefit: membantu konsumen untuk berkomunikasi dengan berbagai macam feature yang dimilikinya dan menjadi alat transportasi yang luxurious,

Behavior: terdapat berbagai macam warna dan pilihan, dan

Demografi: ditujukan untuk kaum menengah ke atas yang memiliki uang berlebih baik itu pria maupun wanita tanpa batasan umur

 

Nomor 2. Penentuan pasarnya adalah concentrated marketing, karena untuk produk mobil mewah dan iphone pastinya berbiaya mahal dan memang ditujukan untuk kalangan menengah ke atas dan bukan untuk konsumen pada umumnya yang mampu membeli barang-barang tersebut. Kalau mobil misalnya ditujukan untuk artis, pejabat ataupun pebisnis yang sukses. Untuk iphone, meskipun mahal, tapi karena sudah menjadi salah satu gaya hidup dan keharusan oleh kebanyakan orang dan kaum muda yang mengerti trendi, maka bisa saja di beli oleh kalangan menengah ke atas. Jadi, penentuan pasar yang paling cocok adalah differentiated marketing dengan menjual produk iphone dari yang paling murah di bawah 3 juta (dengan feature yang sedikit) hingga iphone yang harganya bisa mencapai belasan juta.

Nomor 3. Positioning biasanya dikaitkan dengan merek, contoh misalnya Mercedes benz menggunakan positioning melalui imajinasi. Semua orang akan tahu ketika mendengar kata “Mercedes benz” maka yang ada di benak mereka adalaha mobil yang luxurious. Untuk produk iphone, menurut saya positioning yang digunakan adalah positioning kepada pesaing, karena produk smartphone ditujukan untuk semua kalangan. Produk iphone memberikan feature yang tidak dimiliki oleh pesaing lain, seperti memiliki aplikasi sendiri, baterai awet yang tidak bisa dicabut yang katanya memiliki kelebihan dibandingkan dengan produk sejenis.

 

Nomor 4. Contoh produk lain adalah tepung terigu.

  • Psikografik: dapat menimbulkan kesan senang dan kepuasan untuk orang yang suka memasak karena bisa mengeksplore menu baru,
  • Benefit: sebagai bahan makanan, membuat makanan jadi lebih bervariasi dalam pengolahannya
  • Behavior: terdapat berbagai macam merek dan pilihan, dan
  • Demografi: ditujukan untuk semua kaum yang gemar memasak, terutama ibu-ibu.

Penentuan pasarnya adalah undifferentiated marketing, karena produk ini digunakan oleh semua kalangan dalam kehidupan sehari-hari ketika memasak dengan harga yang terjangkau.

Positioningnya berdasarkan manfaat produk, karena tepung yang yang satu bisa saja digunakan untuk membuat ayam, yang lainnya digunakan untuk memasak kue. Selain itu, harganya juga bervariasi.