Archives

Jawaban Inisiasi 3 (Bahasa Indonesia)

Pertanyaan
(1) Bagaimana cara terbaik untuk menyimak berita
(2) Apa yang disebut dengan menyimak intensif dan ekstensif

Jawaban:
Nomor 1
Menyimak merupakan suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang bunyi bahasa (ujaran) dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi yang disampaikan oleh seorang pembicara. (Modul UT Inisiasi 3)
Menyimak berita bertujuan untuk:
1. Mampu mendengarkan berita dengan baik
2. Memahami isi berita
3. Menemukan pokok-pokok berita
4. Mengemukakan kembali berita yang didengar.

Cara terbaik untuk menyimak berita adalah mengenal pokok-pokok berita dengan bertanya 5W-1H (What, Who, When, Why, Where dan How) terhadap topik pembicaraan berita tersebut, misalnya kita menonton suatu berita tertentu, kemudian setelah menyimak isi berita tersebut, kita harus bertanya dengan menggunakan 5W 1H ini, contoh:
“Telah terjadi Bencana gempa bumi tsunami di Nangroe Aceh Darussalam”
1. Apa yang telah terjadi di Aceh?
2. Siapa yang terkena bencana tersebut? Siapa yang telah memberikan bala bantuan terhadap korban bencana?
3. Kapan bencana tersebut terjadi?
4. Mengapa bencana tersebut bisa terjadi?
5. Dimana saja bencana tersebut terjadi?
6. Bagaimana dengan nasib orang-orang yang terkena bencana tersebut?

Nomor 2
Dari modul inisiasi 3, menyimak intensif adalah kegiatan menyimak yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh konsentrasi untuk menangkap makna yang dikehendaki. Jenis menyimak intensif meliputi:
a. Menyimak kritis: menyimak yang bertujuan untuk memperoleh fakta yang diperlukan. Penyimak menilai gagasan, ide, informasi dari pembicara. Contoh: seorang atasan ketika menyimak penjelasan bawahannya pada suatu pertemuan mingguan.
b. Menyimak konsentratif: menyimak untuk menelaah pembicaraan/hal yang disimaknya. Pada menyimak ini diperlukan konsentrasi penuh dari penyimak agar ide dari pembicara dapat diterima dengan baik. Contoh: seorang peserta seminar menyimak isi pembicaraan materi yang diberikan oleh key note speaker pada acara seminar internasional.
c. Menyimak kreatif: menyimak yang bertujuan untuk mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas. Penyimak jenis ini dapat menciptakan sesuatu yang baru berdasarkan hasil simakan. Contoh: Seorang mahasiswa S3 menyimak isi materi yang diberikan oleh profesor, kemudian mengembangkan isi materi tersebut dengan bantuan diskusi bersama teman-temannya dan pengalaman-pengalaman yang dia ketahui.

Sementara itu, menyimak ekstensif adalah kegiatan menyimak yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti: menyimak diskui kelompok, percakapan teman-teman di kelas, dan sebagainya. Jenis menyimak ekstensif meliputi:
a. Menyimak sekunder: menyimak sambil mengerjakan sesuatu (mis: menulis sambil mendengarkan doen berbicara).
b. Menyimak pasif : hampir serupa dengan menyimak sekunder hanya pada menyimak pasif penyimak beralih dari pekerjaannya ke kegiatan menyimak.
c. Menyimak estetik : menyimak yang melibatkan daya imajinasi, contohnya ketika Doni menonton film fast and furious di bioskop kemudian Doni berimajinasi apa yang akan terjadi selanjutnya setelah suatu scene berlanjut.

Jawaban Inisiasi 3

Pertanyaan:

  1. Beberapa basis segmentasi dapat digabung dan menjadi dasar bagi pemasar dalam menawarakan produknya. Seperti pada penawaran produk mobil mewah dan smart phone (misal iPhone), maka segmentasi dilakukan bisa berdasar basis psikografik, benefit, behavior, dan demografi. Jelaskan secara lebih lanjut per produk tersebut.
  2. Apabila pemasar sudah menemukan dasar segmentasi, langkah selanjutnya adalah melakukan penentuan pasar, maka untuk produk mobil mewah dan smart phone tersebut, strategi penentuan pemasaran apa yang sesuai? Apakah differentiated marketing, undifferentiated marketing, ataukah concentrated marketing? Jelaskan secara tepat untuk masing-masing produk.
  3. Ketika pemasar sudah mengetahui dengan tepat strategi segmentasi dan targetting nya, maka pemasar perlu melakukan posititoning (penentuan posisi produk). Coba jelaskan strategi pemosisian produk untuk mobil mewah dan smart phone tersebut.
  4. Anda bisa menjelaskan strategi STP (poin 1, 2, 3) pada produk kategori produk ekskusif lainnya yang Anda ketahui. Jangan copy paste dari teman ya. bacalah modul dan materi inisiasi terlebih dulu. Jangan hanya memberi tanggapan tanpa ada dasar teori, atau just common sense saja.

 

Jawaban:

Nomor 1. Psikografik: dapat menimbulkan kesan glamour, karena diiklankan oleh bintang internasional atau kelas papan atas,

Benefit: membantu konsumen untuk berkomunikasi dengan berbagai macam feature yang dimilikinya dan menjadi alat transportasi yang luxurious,

Behavior: terdapat berbagai macam warna dan pilihan, dan

Demografi: ditujukan untuk kaum menengah ke atas yang memiliki uang berlebih baik itu pria maupun wanita tanpa batasan umur

 

Nomor 2. Penentuan pasarnya adalah concentrated marketing, karena untuk produk mobil mewah dan iphone pastinya berbiaya mahal dan memang ditujukan untuk kalangan menengah ke atas dan bukan untuk konsumen pada umumnya yang mampu membeli barang-barang tersebut. Kalau mobil misalnya ditujukan untuk artis, pejabat ataupun pebisnis yang sukses. Untuk iphone, meskipun mahal, tapi karena sudah menjadi salah satu gaya hidup dan keharusan oleh kebanyakan orang dan kaum muda yang mengerti trendi, maka bisa saja di beli oleh kalangan menengah ke atas. Jadi, penentuan pasar yang paling cocok adalah differentiated marketing dengan menjual produk iphone dari yang paling murah di bawah 3 juta (dengan feature yang sedikit) hingga iphone yang harganya bisa mencapai belasan juta.

Nomor 3. Positioning biasanya dikaitkan dengan merek, contoh misalnya Mercedes benz menggunakan positioning melalui imajinasi. Semua orang akan tahu ketika mendengar kata “Mercedes benz” maka yang ada di benak mereka adalaha mobil yang luxurious. Untuk produk iphone, menurut saya positioning yang digunakan adalah positioning kepada pesaing, karena produk smartphone ditujukan untuk semua kalangan. Produk iphone memberikan feature yang tidak dimiliki oleh pesaing lain, seperti memiliki aplikasi sendiri, baterai awet yang tidak bisa dicabut yang katanya memiliki kelebihan dibandingkan dengan produk sejenis.

 

Nomor 4. Contoh produk lain adalah tepung terigu.

  • Psikografik: dapat menimbulkan kesan senang dan kepuasan untuk orang yang suka memasak karena bisa mengeksplore menu baru,
  • Benefit: sebagai bahan makanan, membuat makanan jadi lebih bervariasi dalam pengolahannya
  • Behavior: terdapat berbagai macam merek dan pilihan, dan
  • Demografi: ditujukan untuk semua kaum yang gemar memasak, terutama ibu-ibu.

Penentuan pasarnya adalah undifferentiated marketing, karena produk ini digunakan oleh semua kalangan dalam kehidupan sehari-hari ketika memasak dengan harga yang terjangkau.

Positioningnya berdasarkan manfaat produk, karena tepung yang yang satu bisa saja digunakan untuk membuat ayam, yang lainnya digunakan untuk memasak kue. Selain itu, harganya juga bervariasi.