Archives

Diskusi 5 Statistika Ekonomi ESPA 4123

Silahkan diskusikan :

  1. Jelaskan apa fungsi angka indeks kuantitas dan angka indeks nilai!
  2. Berikan penjelasan mengenai angka indeks sederhana, angka indeks agregatif, dan angka indeks berantai! Sertakan contoh soal dan jawaban penyelesaiannya.

 

JAWABAN:

  1. Jawaban Nomor 1 (Sumber: Pengantar Statistika Ekonomi dan Bisnis, Jilid 1 Pengarang Drs. Noegroho Boedijoewono hal 170 – 171)

Angka indeks diartikan sebagai angka perbandingan yang perubahan relatifnya dinyatakan dalam bentuk persentase terhadap yang lain.

Angka indeks kuantitas menunjukkan perubahan kuantita dari satu periode ke periode lain, misalnya perkembangan jumlah penjualan, jumlah produksi dan sebagainya.

Angka indeks nilai menunjukkan perubahan nilai uang dari satu periode ke periode lain.

 

  1. Jawaban Nomor 2 (Sumber: Pengantar Statistika Ekonomi dan Bisnis, Jilid 1 Pengarang Drs. Noegroho Boedijoewono hal 170 – 171)

Angka Indeks Sederhana

Angka indeks sederhana atau tidak ditimbang (unweighted agregative Index), disebut tidak ditimbang (unweighted) sebab masing-masing barang dianggap sama arti pentingnya. Disebut agregative karena merupakan penjumlahan dari semua barang yang akan dihitung angka indeksnya. Metode ini mempunyai kebaikan karena bersifat sederhana.

Angka Indeks sederhana tidak ditimbang ini dirumuskan sebagai berikut:

 

Angka Indeks Harga (P)

Po,n = (∑Pn/∑Po) x 100%

Po, n = Angka Indeks Harga tahun n dengan tahun dasar 0
= Jumlah
Po = Harga tahun dasar (base year)
Pn = Harga tahun yang akan dihitung angka indeksnya (current year)

 

Perhitungan Angka Indeks Sederhana Tidak Ditimbang

untuk 5 Macam Barang (Tahun Dasar 2000)

Macam Barang Harga Tahun

2000 (Po)

Harga Tahun

2001 (Pn)

A Rp 1,00 Rp 1,17
B Rp 0,40 Rp 0,30
C Rp 0,60 Rp 0,66
D Rp 1,12 Rp 1,12
E Rp 0,60 Rp 1,20
  ∑Po = Rp 3,72 ∑Pn = Rp 4.45
Angka Indeks Harga = 100% (tahun dasar)

P00.01 = 4,45 / 3,72 x 100%

= 119,6%

Kesimpulan: Tahun 2001 terjadi kenaikan harga 19,6%

dibanding dengan tahun 2000

 

Kelemahan metode ini, yaitu apabila terjadi perubahan kuantita satuan barang, misalnya dari ons menjadi kg, maka Angka Indeksnya akan berubah, karena perubahan ukuran satuan ini akan mempengaruhi harga barang tersebut yang selanjutnya akan mempengaruhi besarnya angka indeks.

Sebagai contoh, satuan barang B semula dalam ons siubah menjadi kg, sehingga harga dikalikan menjadi 10 kali.

Barang B tahun 2000 = 4,00 dan tahun 2001 = 3,00.

 

Angka Indeks Agregatif

Perhitungan Angka Indeks ditimbang berikut ini dengan menggunakan faktor penimbang (weight) secara subyektif. Perumusan Angka Indeks ditimbang adalah sebagai berikut:

Io,n = (∑(Pn . W)/ ∑ (Po . W))x 100%

Io,n = Indeks tahun n dengan tahun dasar 0
= Jumlah
Pn = Harga tahun n
Po = Harga tahun 0
W = Faktor penimbang

Cara perhitungan Angka Indeks ditimbang ini dapat dilihat dalam Tabel berikut

Tabel Perhitungan Angka Indeks Ditimbang Atas 5 Macam Barang

(Tahun Dasar 2000)

Macam Barang Harga W Harga XW
2000 2001   2000 2001
A 1,00 1,17 2 2,00 2,34
B 0,40 0,30 20 8,00 6,00
C 0,60 0,66 1 0,60 0,66
D 1,12 1,12 5 5,60 5,60
E 0,60 1,20 1 0,60 1,20
Angka Indeks Tahun 2000 (tahun dasar) = 100%

Angka Indeks Tahun 2001 = 15,80/16,80 x 100% = 94,1%

Yang berarti tahun 2001 turun sebesar 5,9%

16,80

∑(Po.W)

15,80

∑(Pn.W)

 

Caranya:

  1. Tentukan faktor penimbang untuk masing-masing barang
  2. Kalikan harga dengan faktor penimbangnya
  3. Jumlahkan hasilnya
  4. Bagi jumlah ini dengan jumlah pada tahun dasar

 

Angka Indeks Berantai

Angka Indeks Berantai adalah angka indeks yang menggunakan tahun dasar atau periode sebelumnya. Agar lebih jelas dapat dikemukakan sebuah contoh berikut ini.

Tabel Perbedaan Angka Indeks Biasa dengan Indeks Berantai

Tahun Harga (Rp) Indeks Biasa Indeks Berantai
2000 5 100 (tahun dasar) 5/5 x 100 = 100
2001 10 200 10/5 x 100 = 200
2002 15 300 15/10 x 100 = 150
2003 20 400 20/15 x 100 = 133

 

Dari tabel, dapat dijabarkan dalam bentuk angka menjadi:

20/5 = 10/5 x 15/10 x 20/15

 

Keuntungan Angka Indeks:

  1. Angka indeks berantai dapat membandingkan nilai relatif sekarang dengan nilai relatif pada tahun atau periode sebelumnya
  2. Dengan angka indeks berantai kita mudah untuk memasukan adanya unsur baru dan mengeluarkan unsur lama yang dianggap tidak diperlukan lagi tanpa merubah seluruh perhitungannya
  3. Dengan angka indeks berantai kita selalu dapat menyesuaikan faktor penimbangnya pada setiap keadaan yang kita inginkan
  4. Perhitungan angka indeks berantai ini dapat menghindarkan adanya pengaruh variasi musim

 

 

 

 

Kelemahan:

Tidak dapat digunakan untuk mengadakan perbandingan dalam jangka panjang, karena perbandingan dalam jangka panjang dengan persentase akan menjadi kurang bermanfaat.

 

SUMBER: Pengantar Statistika Ekonomi dan Bisnis Jilid 1 pengarang Drs. Noegroho Boedijoewono

Advertisements